Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 21


__ADS_3

"Arin" panggil Zira lalu Arin langsung menhampiri Zira.


"Kenapa Zir ?".


"Gue mau pipis nih ,temenin gue yuk " bisik Zira.


Dan Arin membawanya keluar tenda.


"Mau kemana ?" tanya Juna.


"Ummm Ki-kita mau kee....." jawab Arin bingung.


"Ke-kemana.. ?".


"Kita mau keee..".


Juna yang melihat ekspresi Zira paham bahwa mereka akan kemana.


"Ayok gue temenin ,entar kalian kenapa-napa lagi ".


"Gak-usah biar kita aja" tolak Arin dan Zira menyenggol Arin.


"Udah gak papa buruan ,gue udah gak tahan nih" bisik Zira.


"Yaudah ayok ".


Junapun menemani mereka kedalam hutan .


"Kalian tunggu sini aja " seru Zira ketika sudah memasuki hutan.


"Lho gak papa ?" tanya Arin.


"Iya,gak papa" jawab Zira lalu pergi.


"Zir tunggu " panggil Juna.


"Nih air " beri Juna sebotol air mineral.


"Makasih ya" balas Zira lalu beranjak pergi.


"Kalo ada apa-apa tuh bilang " ujar Juna.


"Tapikann ini..".


"Ina-ini ina-ini, mau apapun masalahnya ya bilang aja, lho kek sama siapa aja ".


"Baik banget nih orang sama gue" batin Arin.


Setelah Zira kembali ,Zira membisikan sesuatu kepada Arin "Rin,gue dapet tembus nih "ucap Zira yang membuat Arin sangat kebingungan .

__ADS_1


Juna yang melihat wajah mereka bingung tak sengaja terlihat pada basahan yang ada di celana Zira,Juna yang menyadarinya juga menjadi salah tingkah tak tau harus berbuat apa .


"Zir nih pakek jaket gue " tawar Juna memberikan jaketnya pada Zira dan setelah Zira menerimanya Juna membalikan badannya lalu Zira mengikat jaket itu dipinggangnya.


"Ternyata emang baik kesemua orang" batin Arin melihat kebaikan Juna.


Jika ada seorang wanita yang mengatakan semua lelaki itu sama saja,kalian salah besar ,kalian mengatakan itu biasanya karena merasa kecewa ataupun marah ,karena melihat seorang lelaki melakukan hal yang tak kalian sukai, dan apa kalian ingat bahwa ada lelaki yang menjadi panutan kalian ? benar.. Ayah kalian ,apa menurut kalian Ayah kalian juga seperti lelaki lainya,tentu tidakkan, ada masanya dimana para lelaki dan para wanita memiliki sikap baik dan buruk yang sama,contohnya saja banyak dari wanita seluruh dunia akan mengatakan hal yang sama ketika merasa kesal dengan pasangannya "HA,semua cowok itu sama saja",tapi ingat itu tak semuanya oke !.


"Dan siapa suruh kalian mencoba seluruh lelaki jika kalian bilang semuanya sama saja !!!".


Dan untuk lelaki ingat bahwa Aksi menentukan Hidup .



"Balik yuk " ajak Juna masih membalikan badannya dan berjalan membelakangi Arin dan Zira.


Setelah sampai Arin membawa Zira kedalam tenda dan mengganti celananya sementara Arin menunggu diluar dan melihat Juna memasuki tendanya.


"Baik iya ,sopan iya, asik iya ,ganteng iya,Hmmm.. tapi ngeselinnya setengah mati ,gak tau lagi harus kek mana sama tuh orang" batin Arin seraya menggelengkan kepala.


"Ra, Udah belom ?" panggil Arin.


"Udah-udah " jawab Zira baru Arin masuk kedalam dan tidur siang seperti yang lainnya.


Sore harinya terasa sangat indah dipuncak menikmati senja dengan jingganya ,menikmati alam dengan kekayaanya, dan bersama teman dengan segala kebaikannya,duduk bersama menatapi indahnya langit senja ,meyenangkan bukan,tentu iya jika pada saat itu tak mengenang masalah yang kau sengaja kubur dalam-dalam demi menghasilkan sebuah tawa walau begitu dunia ini kejam ada berbagai macam cara yang dapat dia perbuat untuk mengingatkannya kembali,Kau memang seorang wanita ,tetapi untuk menanggung masalah keluarga yang sebesar itu kau bahkan bisa menjadi lebih kuat dari antara para lelaki.


__ Benar atau tidak ,mendapatkan sahabat yang setia lebih susah dari pada mendapatkan seorang pacar bahkan harus bertahu-tahun lamanya dan pacar hanya butuh berapa hari ,tetapi mengapa persahabatan bisa hancur lebur hanya karena pacar__.


"Ngapain ya" pikir Reza.


"Gimana kalo kita main... tebak gaya ".


"Wah bolehtuh" tanggap Amar.


Senja perlahan mulai tenggelam ,mereka segera menyiapkan kayu bakar untuk menyalakan apai unggun,seperti malam sebelumnya, makan lalu kembali berkumpul dan bersepakat untuk tak ada yang boleh memainkan ponsel disaat sedang nersama agar kebersamaan lebih terasa hangat .


Mereka membagi kelompok permainan dengan cara Gunting,Batu,Kertas yang Menang kelompok 1 dan yang kalah kelompok 2.


Kelompok 1 : Arin ,Reza ,dan Juna [ Arin sebagai penebak,Juna sebagai peraga ,dan Reza sebagai pemberi kata apa yang akan ditebak Arin dari belakang dan hanya memperlihatkan kepada Juna sebagai peraga ].


Kelompok 2 : Amar ,Zira,dan Boby [ Zira sebagai penebak,Boby sebagai peraga ,dan Amar sebagai pemberi kata apa yang akan ditebak Zira dari belakang dan hanya memperlihatkan kepada Boby sebagai peraga ].


"Peraturan :Gak boleh ngomong,Gak boleh nunjukin huruf pakek tangan dan masing-masing kelompok membuat 5 kata dan orang yang menebak gak boleh tau apa kata yang dibuat lalu bertukar dengan kelompok lawan ,biar makin susah,dan waktu yang didapet oleh setiap kelompok cuman 3 menit ,Oke" beri tau Amar.


"Kelompok 1 dulu deh yang main" seru Arin.


"Yaudah "terima Boby.


Semuanya mengambil posisi lalu memulai permainan dan kata pertama adalah [Cinta] mungkin bagi kita itu sangatlah mudah tinggal membentuk tangan love aja apa susahnya tapi lihat apa yang dilakukan Juna untuk meragakannya.

__ADS_1


Juna nampak sedang kebingungan melihat kata yang tertulis dikertas Reza menggaruk kepala yang sedang dilakukanya.


"Cepet Jun" pinta Arin.


"Umm...ummm"pikir Juna lalu mengeluarkan 2 jarinya.


"2 kata " jawab Arin dan Juna menggelengkan kepala.


"Cepet Jun massak gitu aja gak bisa " lontar Reza.


Dan Juna menunjuk Boby dan Zira secara bergilir ,yang membuat semua orang tertawa.


"Zira sama Boby kenapa " jawab Arin.


"Parah lho Jun gitu aja gak bisa " seru Boby.


"Pass-pass " ujar Juna dan kata selanjutnya adalah [ Orang Gila ].


"HA" lontar Juna lalu bertepuk tangan dan menari tak karuan layaknya orang gila.


"Orang gila " Jawab Arin dan Juna mengacungkan jempol.


Kata selanjutnya [ Banci ].


Juna berpura-pura seperti memiliki rambut panjang dan mengibaskannya ,meletoykan tangannya berkali-kali.


"Banci " Jawab Arin.


Kata selanjutnya [ Kelinci ].


Juna berjongkok lalu melompat-lompat.


"Kodok " jawab Arin dan Juna menggelengkan kepala lalu Juna menunjuk giginya dan berjongkok kembali.


"Kelinci " Jawab Arin.


Kata selanjutnya [ Bayi ].


Juna pura-pura mengendong bayi dan mengayunkannya.


"Bayi"Jawab Arin.


Kata pertama [Cinta] muncul kembali karena waktu belum habis Juna yang melihat itu kembali bingung harus melakukan apa.


"Buruan " seru Arin.


"10,9,8,7,6,5,4,3,2,1 ,waktu habis" hitung Boby yang mengatur waktu.


Dan Arin melihat kata yang tak berhasil ia tebak "Cinta ! ,ya ampun Juna gini aja apa susahnya " lontar Arin membuat tangannya membentuk hati.

__ADS_1


"Kalian berhasil ngejawab 4 kata ,Next kelompok 2 " panggil Reza.


__ADS_2