
Disisi lain Boby yang telah mendapatkan kabar dari Reza dan Reza mendapatkannya dari Zira lalu mengabari Juna ditelphon.
"Hallo Jun ,Arin mau ikut nih kepuncak ,lho nggak masalahkan" tanya Boby.
"I-iya gak papa emang kenapa ?" jawab Juna berusaha menjadi biasa.
"Lho setuju nggak kalo kita semaleman pasang tenda disana,pulang sekolah hari sabtu kita berangkat".
"Ide bagus sih buat nenangin jiwa".
"Jadi lho setuju nih ".
"Ya setuju-setuju aja,BTW siapa aja yang ikut kalo cukup pakek mobil gue aja".
"Lho,Arin,Zira,Reza,Gue dan katanya Arin mau ngajak temen lagi ,jadi sekitar 6 orang ,muatlah dimobil lho,entar gue deh yang isiin bensin".
"Kalo bensin mah gak usah dipikirin".
"Siapp".
"Eh Bob,tentang rencana kita tempo hari ,batalin aja,gue gak ada rasa sama Arin begitu juga sama Arinnya" seru Juna.
"Yaudah apa yang terbaik buat lho dah ".
Besoknya disekolah Zira memberi tau Arin bahwa semua telah sepakat jika berkemah selama satu malam dipuncak dan Arin mengatakan bahwa Amar mau ikut pergi bersama setelah Arin bujuk .
Rezapun mulai mencari tau tempat yang bagus untuk menegakkan tenda dan menyiapkan segala keperluan seperti tenda,tempat ,makanan dan berapa dana yang harus dikeluarkan.
Hari sabtupun tiba semua tak sabar untuk pulang dari sekolah , semuanya telah siap hanya menunggu mereka sampai saja.
Reza mengirimkan pesan kepada semua yang akan ikut kepuncak bahwa sepulang sekolah mereka akan bertemu kembali disekolah karena hanya sekolahlah yang tak terlalu jauh dari rumah semuanya dan Juna yang akan membawa mobilnya untuk untuk membawa mereka semua Reza juga mengingatkan untuk membawa barang yang diperlukan saja karena mereka hanya satu malam disana dan mereka hanya dua hari berada disana karena senin sore mereka akan pulang dari puncak dikarenakan para guru memberi tau bahwa senin guru mengadakan rapat kelulusan dan semua murid diliburkan,jadi waktu mereka untuk bersenang-senang bertambah.
Bel pulangpun berbunyi mereka pulang dan bersiap bertemu kembali disekolah.
"Juna belom nyampe nih" tanya Zira pada Boby karena mereka semua telah berkumpul didepan gerbang sekolah membawa tas mereka masing-masing kecuali Juna.
"Tin-tin-tiinnn....." Mobil Junapun akhirnya tiba.
"Sorry ya tadi agak macet ,kalian udah lama nunggu ?" tanya Juna buru-buru keluar dari mobilnya.
"Lumayan sih,tapi it's ok" jawab Boby.
"Masukin dulu aja barang kalian dibelakang" seru Juna lalu semuanya menaruh tasnya dibagasi mobil.
Boby duduk disebelah Juna yang menyetir ,ditengah ada Zira dan Arin sedangkan dibelakang ada Amar dan Reza merekapun berangkat menuju puncak ,sekitar 1 jam akhirnya mereka sampai dan menuju tempat mereka berkemah.
"Waaahhhh... siapa yang nyediain" tanya Arin yang melihat sudah ada 3 tenda yang tertata rapi.
"Kebetulan ada kenalan gue disekitar sini ,jadi gue minta tolong dia buat sediain tenda " jawab Reza.
__ADS_1
"Kalian para gadis pilih duluan deh mau tenda yang mana" seru Boby.
"Ummm...kita yang tengah aja ya Rin " pikir Zira.
"Terserah lho aja".
"Yuk " ajak Arin memasuki tenda tengah.
Dikelilingi pepohonan dan udara segar dan ketika malam api unggunpun dinyalakan dan tak jauh dari sana ada sungai dengan air yang jernih.
Mereka memutuskan untuk mencari kayu bakar jika senja telah tiba.
Mereka pergi berpencar dengan dibagi 2 kelompok tak mungkin jika membiarkan Zira dan Arin pergi bersama tanpa ada lelaki jadi semuanya diputuskan oleh Amar bahwa Arin,Juna dan Amar dikelompok satu dan sisanya dikelompok dua Arin dan Zira percaya bahwa teman-temanya akan menjaga mereka.
Senjapun tiba dengan jingganya,mereka mulai mencari kayu bakar .
Dan ditengah perjalanan tepatnya ditengah hutan .
"Rin ,gue mules nih " lontar Amar menyenggol Arin.
"Ya buruan sana entar lho kentut lagi " seru Arin.
"Kalian tunggu sini bentar ya " seru Amar sementara ia pergi.
"Iya ,udah sana buruan entar keluar disini berabe" ledek Juna.
"Ada-ada aja tuh anak kita cari kayu bakar disekitar sini aja dulu" ucap Arin pada Juna.
"Rin disini banyak nih " teriak Juna lalu Arin yang hendak menghampiri tempat Juna terhenti karena .
"Bbrtttt" Arin dan Juna yang mendengarnya terkejut karena celana bagian belakang Arin sobek terkena rantai yang cukup tajam dan untungnya Arin tak papa,Junapun perlahan mendekati Arin yang memasang wajah malu.
"Uuppss" seru Arin.
"Hahahahhahahahahha" Tawa Juna meledeki Arin.
Dan Juna melepaskan Hoodie yang ia kenakan dan berjalan lebih dekat kearah Arin ,semakin dekat dan dekat dan sekarang sangat dekat ,Arin tak berani menatap dan menutup matanya lain halnya dengan Juna ,Junapun mengikatkan Hoodienya pada pinggang Arin karena tak ada pilihan lain karena saat itu Arin hanya mengenakan kaos pendek sama seperti yang juna pakai setelah ia melepaskan hoodienya,Arin yang merasakan kibatan dipinggangnya lalu membuka matanya,setelah Juna memasangkannya giliran juna yang merasa malu.
Kini keduanya sama-sama merasa malu Junapun membalikan badanya.
"Thanks ya ..Eh dimana kayu bakarnya ? " tanya Arin menghindari malu.
"D-disini" jawab Juna.
"Ayo kita ambil " ajak Arin.
Dan hari kunjung semakin gelap ,senja yang hanya singgah sebentar juga akan kuntung pergi tetapi Amar tak kunjung datang.
"Jun gue mau nanya sesuatu lho gak keberatankan".
__ADS_1
"Nanya apa".
"Tapi lho jangan baperan".
"Iya".
"Lho suka ama gue ya" tanya Arin dengan pe-denya.
"Hahahhahahah. ...,ya enggaklah".
"Syukurlah ".
"Lho sendiri ?" tanya Arin.
"Ya enggaklah ".
"Gue gak abis pikir sih kalo lho beneran suka ama gue".
"Gue juga, yang awalnya gue cuman gombalin lho buat iseng aja kalo jadi beneran kan gak lucu" seru Juna.
"Tapi lho tau nggak ,kalo gue sama lho entah kenapa gue ngerasa aman aja gitu" ucap Arin sejujurnya tentang yang dia rasakan.
"Gue kalo deket sama lho ngerasa kek jadi orang bodoh sedunia yang rela ngemis buat jadi temen lho".
"Hahahhaha" tawa Arin.
"Tapi jujur lho pernah baper gak sama gue "tanya Juna.
"Pernah sih ,tapi gue inget lho itu udah gila jadi gak gue anggep serius".
"Kalo lho pernah beneran suka ama gue nggak ? " tanya Arin.
"Pernah sih ,tapi suka sebagai temen aja ,keknya asik kalo ada temen kek lho,dan lho tau nggak lebih parahnya lagi gue pernah nyoba buat suka ama lho tapi nggak bisa".
"Kenapa" tanya Arin.
"Karena emang sebenernya gue gak ada rasa sama lho".
"Ya iyalah" jawab Arin.
"Tapi keknya bener deh dikehidupan masa lalu kita pernah kenal,tapi sebagai musuh" lontar Juna.
"Kalo itu gue rasa iya".
"Hhaa" tawa mereka bersama.
"Amar manasih" cari Arin.
"Gue rasa tuh orang ketiduran atau mungkin kelepasan sebelum sampe " canda Juna.
__ADS_1
"Bisa jadi tuh "tanggap Arin tertawa.