Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 16


__ADS_3

Zira yang saat itu berada dikantor melihat absen kelas Juna yang lupa terbawa oleh guru yang akan memasuki kelasnya ,Zira sengaja mengantarkannya untuk mengajak Juna berbicara.


Juna berjalan kemeja guru dan berkata"Buk saya boleh izin ketoilet sebentar" izin Juna.


"Iya silahkan" balas guru itu.


Junapun menghampiri Zira yang menunggu dibelokan lorong kelas.


"Kenapa?"tanya Juna.


"Gue cuman mau bilang,kata Arin lho kenapa".


"Ya gue nggak papa".


"Yaa... terima kasih buat kebaikan yang sudah lho lakuin kedia dan maaf buat tingkah dia ke lho selama ini " jelas Zira.


Dalam batin Juna tak kuasa menahan tawanya percaya bahwa Arin mengucapkan itu dan meminta orang untuk menyampaikannya kepada Juna.


"Ohh, itu ajakan ,udah gue mau masuk kelas ,thanks ya".


"Eh tunggu,lho gak ada balesan apa Buat Arin ".


"Ummm nggak tuh" ucap Juna lalu pergi.


Tak seperti biasanya ,Juna yang awalnya hangat menjadi sangat dingin mengenai cinta dan perasaan , Juna yang tujuan awalnya akan mencairkan dan menghangatkan kedinginan dan kebekuan dari diri Arin akhirnya terhenti.


"Napa Zira manggil lho ".


"Ada yang cemburu nih yee,tenang aja gue gak akan ngerebut dia ,dia cuman nyampein apa yang diomongin Arin buat gue" jelas Juna.


"Owhhh.." ujar Boby mengangguk lembut.


Hari terus berlalu habis matahari bulan dan terus seperti itu tak terasa telah 3 minggu Arin tak berteguran dengan Juna ,entah apa yang membuat mereka tak ingin mengalah dan menegur lebih dulu, sebagai lelaki Juna harusnya memberanikan diri dan sebagai wanita Arin seharusnya peka dengan tingkah Juna yang kian berubah.


Pulang sekolah Arin dikabari Amar bahwa orag tuanya telah sampai dirumah setelah terhambat pekerjaan selama kurang dari tiga minggu dan kedatangan mereka diundur yang seharusnya tiga minggu lalu.


"Oke-oke entar malem gue kerumah lho ,jangan lupa siapin makanan yang banyak " canda Arin.


"Lho tenang aja,semuanya beresss".


"Oke".


Hari menunjukan pukul 13,45 dan Arin tertidur dikasurnya dan Arin terkejut ketika ia bangun jam telah menunjukan pukul 18,10 Arinpun langsung mengambil handuk dan mandi dan Arin menjadi tergesahbgesah dalam bersiap ,takut jika Amar telah menunggu dan untungnya rumah mereka berjarak tak terlalu jauh.


"Ma,Pa, Arin kerumah Amar dulu ya diundan buat makan malem " teriak Arin seraya menuruni tangga.


Mama Arin yang sedang menyiapkan makanan dimeja makan dan papa Arin yang sedang membaca koran.


"Hati-hati ya " ucap papa Arin yang tengah membaca koran disofa ruang tamu.


"Iya" balas Arin.


Arin pergi mengenakan celana jinsnya dan jaket hitamnya dengan rambut yang terkuncir satu,dan berangkat dengan motornya dan ternyata Amar telah menunggunya diteras .


"Eh sorry ,gue telat ya".


"Gak kok ,kita belom mulai makan malemnya udah yuk masuk".

__ADS_1


"Yuk".


"Halo tante ,om " sahut Arin.


"Eh Arinn"ucap mama Amar memeluk Arin.


"Udah lama gak ketemu makin cantik aja kamu,tapi gaya kamu nggak berubah ya " ucap Mama Amar.


"Untuk apa berubah kalo yang lama udah nyaman " balas Amar.


"Pasti lho mau ngejawab kek gitu kan" ledek Amar.


"Ehemm, yuk duduk "ajak Mama Amar.


"Makasih tante" seru Arin.


"Kalian pacaran yah" lontar Papa Amar.


"Nggak kok Pa,kita cuman temen".


"Bukan temen kok Om..., tapi sahabat ,yakan Mar" Jawab Arin yang sempat membuat Amar gugup.


"Iya bener " jawab Amar.


"Udah yuk makan entar makanannya keburu dingin lagi "ucap Mama.


"Iya tante".


Merekanpun menyantap makan malam bersama dengan hidangan yang beraneka ragam dan tentunya ada minuman yang disediakan khusus dari Amar buat Arin apa lagi kalo bukan susu jahe kesukaan Arin,seraya makan malam mereka bercerita tentang masa kecil mereka yang bisa dibilang sangat nakal.


Mengenang masalalu yang indah adalah hal yang menyenangkan karena ari sanalah kita belajar untuk tak berbuat kesalahan di masa depan .


"Enak banget tante,pasti tantekan yang buat".


"Iya tante yang buat dibantuin Amar ".


"Bisa masak lho Mar " goda Arin.


"Apasih yang gue gak bisa" pe-de Amar.


" Yang gue gak bisa cuman milikin lho " batin Amar lesu.


Setelah semuanya selesai makan dan hari semakin larut.


"Sini tante biar Arin bantu beresin " ucap Arin.


"Iya makasih".


Mama Amar dan Arinpun membereskan meja makan dan mencuci piring bersama.


"Om,tante Arin pulang dulu ya".


"Nggak mau dianter sama Amar" tawar mama Amar.


"Nggak usah tante ,lagian gak terlalu jauh".


"Oh yaudah ati-ati ya".

__ADS_1


"Iya tante".


Amarpun menghantar Arin sampai teras rumah.


"Yakin gak mau dianter ".


"Iya Amar Rendra Attar ".


Arinpun pulang dangan mengendarai motornya sendiri dibawah gelapnya malam dan terangnya bulan,sepi dan sunyi yang hanya bisa Arin rasakan,tepat pada jam 22.00 Arin sampai dirumahnya ,pintu rumah tak dikunci sengaja menunggu Arin pulang dan semua orang rumah telah tidur Arin tak membuat suara gaduh agar semua orang tak terbangun dengan kedatangannya ia mengkunci pintu dengan perlahan,dan menaiki tangga dengan hati-hati.


"Gawat nih ,gue udah tidur lama banget tadi ,OTW gak bisa tidur malem nih " seru Arin.


Arinpun lalu membersihkan badannya dan merapikan kamarnya yang karena dia tergesah-gesah jadi berantakkan mulai dari lemari sampai kebawah lantai.Setelah semuanya selesai Arin mengambil Leptop lalu duduk diatas kasur dan menaruhnya dipangkuan ,Arin mengambil kacamata bulatnya lalu mulai mengotak-atik leptopnya.Arin membuka toko online dan melihat ada sebuah sepatu roda yang sangat indah Arin ingin membelinya tapi takut jika ketahuan orang tuanya.


Arin membuka WhatsAap dan melihat ternyata Zira juga belum tidur ,Arinpun memutuskan untuk menelphonnya.


"Hallo Rin lho belom tidur" lontar Zira.


"Gue dari rumah Amar abis makan malem sama orang tuanya".


"Oh ,udah pulang".


"Iya ,pagi tadi sampe".


"Lho sendiri kenapa belom tidur ?" tanya Arin balik.


"Gue gak bisa tidur Rin" jawab Zira.


"Owhh".


"Lho napa nelphon gue ?".


"Yaa... lagi gak ada kerjaan aja".


"Eh Rin , minggu depan ,gue sama Reza rencana mau liburan ke puncak lho mau ikut gak "ajak Zira.


"Boleh tuh,bosen dirumah mulu".


"Dan kebetulan Juna sama Boby juga mau kesana , gak papa kan".


"Ya nggak papa ".


"Eh lho ajak Amar aja " usul Zira.


"Oh iya ya, nanti gue ajak dia".


"Kalo pasang tenda semaleman disana keknya seru deh,kita perginya sepulang sekolah hari sabtu".


"Gue sih ngikut aja,terserah dikalianya aja".


"Oke-oke nanti gue kabarin kalo udah sepakat".


"Sipp".


"Eh Rin gue udah mulai ngantuk nih ,udah dulu ya".


"Oh iya ,good night".

__ADS_1


"Good night" balas Zira lalu mematikan telphonya.


Arinpun menutup kembali leptopnya dan berusaha agar bisa tertidur , mematikan lampu dan menarik selimutnya.


__ADS_2