
Arin dan Juna lalu memasak Air hangat untuk menyedunya ,hanya butuh waktu 3 menit dan semuanya selesai,mereka kembali kelingkaran lalu bersama menyantap makan malam,setelah semuanya selesai,Juna memainkan gitar yang kebetulan Boby bawa,sementara Juna memainkan gitar semuanya ikut menyanyi dibuatnya.
...Waktu pertama kali...
...Kulihat dirimu hadir...
...Rasa hati ini inginkan dirimu ; hanya Arin yang bernyanyi...
...Hati tenang mendengar...
...Suara indah menyapa...
...Geloranya hati ini tak kusangka; ditambah Juna...
...Rasa ini tak tertahan...
...Hati ini selalu untukmu; ditambah Amar...
...Terimalah lagu ini...
...Dari orang biasa...
...Tapi cintaku padamu luar biasa; dan semuanya ikut bernyanyi sampai habis...
...Aku tak punya bunga...
...Aku tak punya harta...
...Yang kupunya hanyalah hati yang setia...
...Tulus padamu...
...Hari-hari berganti...
...Kini cinta pun hadir...
...Melihatmu, memandangmu bagai bidadari...
...Lentik indah matamu...
...Manis senyum bibirmu...
...Hitam panjang rambutmu anggun terikat...
...Rasa ini tak tertahan...
...Hati ini selalu untukmu...
...Terimalah lagu ini...
...Dari orang biasa...
...Tapi cintaku padamu luar biasa...
...Aku tak punya bunga...
...Aku tak punya harta...
...Yang kupunya hanyalah hati yang setia...
...Tulus padamu...
...Oh-ho huu...
...Terimalah lagu ini...
...Hm-mm...
...Dari orang biasa...
...Terimalah lagu ini...
__ADS_1
...Dari orang biasa...
...Tapi cintaku padamu luar biasa...
...Aku tak punya bunga...
...Aku tak punya harta...
...Yang kupunya hanyalah hati yang setia...
...Yang kupunya hanyalah hati yang setia...
...Terimalah cintaku yang luar biasa...
...Hm-mm...
...Tulus padamuuu....
"Wahhhh" ucap semuanya seraya bertepuk tangan.
"Gue gak kira kalo akan jadi seseru ini" Lontar Arin.
"Iya gue juga" timbal Zira.
Mereka sepakat untuk tidak memainkan handphon jika sedang berkumpul bersama karena itulah suasana semakin hangat.
"Udah kalian berdua mendingan tidur ,karena besok kita mau jalan-jalan kehutan" seru Reza.
"Yang jaga siapa ? " tanya Zira.
"Biar gue sama Boby aja yang jaga " sahut Juna.
"Iya kalian tidur aja sana " seru Boby.
"Gak adil kalo kek gitu ,mendingan gantian aja " usul Reza.
"Iya bener ,kalian sampe jam 2 gue sama Reza sisanya" timbal Amar.
"Oke" jawab Juna.
"Lho kenapa gak tidur " tanya Juna.
"Gue gak biasa tidur jam segini ".
"Yaudah sini ikut kita cerita " ajak Boby lalu Arin duduk mendekat.
"Kalian cerita apaan " tanya Arin.
"Gak ada sih".
"Eh,lho tadi gimana Bob " ledek Arin.
"Pasti kerjaan kalian berduakan ,yakann" balas Boby.
"Gerem aja liat lho " jawab Arin.
"Tapi keknya Zira juga suka deh sama lho " sahut Juna.
"Gak mungkin".
"Ya mungkin aja" timbal Juna.
Sebenarnya semua ini hanya akal-akalan Boby ,Zira ,dan Reza untuk memberi Arin dan Juna lebih banyak waktu bersama dan saling mengerti akan cinta mereka , tetapi Cinta Boby untuk Zira itu benar hanya saja bereka bertiga sengaja merencanakan ini semua walau mereka tak tau sebenarnya Amar juga menyimpan perasaan terhadap Arin.
Amar yang mendengar suara Arin diluar tenda hanya menguping pembicaraan mereka , Amar tau bahwa yang dilakukannya ini salah ,tapi Amar sendiri juga tak bisa mengelak hal itu Amar sendiri juga tak kuasa menahan rasa itu agar tak tumbuh lebih besar.
"Kalian gak pernah apa ngerasain suka ama seseorang ?" tanya Boby yang hanya mendapat gelengan kepala dari keduanya.
"Dari lho nginjek bumi ini gak pernah ".
"Nggakk" jawab Arin dan Juna serempak yang membuat Boby geleng kepala.
__ADS_1
"Ya ampun ,sedih jadi kalian".
"Kenapa harus sedih , kan ada sahabat yang selalu ada kapanpun lho butuin" jawab Arin.
"Iya sih ,tapi nggak mungkin dong kalian gak bakal nikah" lontar Boby.
"Iya ,tapi belum waktunya mikir kearah sana lulus sekolah aja belom " balas Arin.
"Kalo udah lulus sekolah mau " canda Juna.
"Ya bukan gitu".
"Tapi kalian percaya cinta kan ?" tanya Boby.
"Umm ,gimana ya ,setelah liat lho sama Zira gue baru tau kalo itu yang orang namain cinta ,tapi kalo kata gue itu namanya suka ".
"Bener tuh "sahut Juna.
"Susah ngomong sama orang ,yang seumur hidupnya gak pernah jatuh cinta".
"Makanya buat kita bisa jatuh cinta dong" canda Juna.
"Iya ,caranya gimana sih ,penasaran gue" lanjut Arin.
"Ehemmm " batuk Amar keluar dari tenda.
"Kenapa Mar" tanya Arin.
"Gak bisa tidur aja".
"Sini gabung" ajak Arin lalu Amar ikut bergabung.
"Kalian kenal dari kapan sih ?" tanya Juna.
"Emmm, sekitar gue kelas 5 atau 6 sd kalo gak salah " jawab Arin.
"Udah lama juga ya " seru Juna.
"Dan dia sahabat pertama gue " lanjut Arin.
Amarpun menatap Arin dan membatin Arin hanya menganggapnya sebatas sahabat dan kakak ,berbeda seperti yang Amar rasakan.
"Kalian gak bosen nih nyemil dulu " potong Boby membuka makanan ringan untuk dicemili.
Jam terus berjalan ,cerita demi cerita dan canda demi canda telah banyak mereka bicarakan ,seperti sudah kenal lama mereka saling bertukar cerita dan sekarang sedikit demi sedikit telah mereka ketahui dan kini jam telah menunjukan pukul 00.00 ,dan sebentar lagi giliran Reza dan Amar untuk berjaga.
"Gue masuk tenda dulu ya" Ucap Arin.
"Oke" jawab Juna.
"Gue juga ya,kalian gak papa kan" lanjut Amar.
"Iya-iya" jawab Juna.
Juna bersama dengan Boby ,terus bercerita seraya mengingat-ngingat masa lalu mereka yang benar-benar sangat mereka rindukan ,satu sahabat mereka tak ada kabar sampai sekarang.
Dan sekarang telah berganti kini giliran Amar dan Reza yang berjaga dan Juna yang membangunkan mereka,lalu Boby dan Juna masuk kedalam tenda untuk beristirahat,dan tak lama api unggun telah mulai mengecil dan Rezapun menambahkan kayu bakar kedalamnya agar api masih bisa hidup.Malam itu terasa sangat dingin Amar dan Juna sampai mengenakan jaket dan ditutupi lagi dengan selimut mereka juga membuat kopi lagi agar tak mengantuk.
…………………
Pagipun tiba sekarang telah jam 06,15 Amar dan Reza membangunkan semua agar bersiap-siap ,dan ketika telah pukul 07.00 mereka memulai perjalanan dengan segala benda yang akan mereka butuhkan nantinya mereka juga mencari kayu bakar lagi untuk malam terakhir mereka dipuncak.Dan tak seperti sebelumnya kini mereka berjalan bersama.
"Eh Ra, ada sungai kesana yuk "ajak Arin yang menarik tangan Juna yang dikira tangan Zira.
"Ehemmm ,mbak salah tangan mbak " goda Juna.
"Eh sorry ,gak sengaja".
"Kalo sengaja juga gak papa" canda Juna.
"Udah-udah yuk kita semua kesana " henti Zira.
__ADS_1
Mereka berjalan kearah sungai yang suara airnya terdengar sangat sopan ditelinga.
Boby yang membawa tongsis ,mengeluarkannya dan mengajak semua untuk berfoto,setelah semuanya selesai berfoto mereka melepas sepatu mereka dan bersama bermain air .