Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 18


__ADS_3

Arin dan Juna sama-sama menyembunyikan ketertarikannya dan mereka belum sadar bahwa itu yang dinamakan awal dari sebuah cinta ,karena mereka berfikir jika apa yang mereka suka tak menyukai mereka dan mereka ingin pertemanan ini terus berjalan tanpa ada kejanggalan ataupun kegelisahan .


"Wahhh leganyaa" lontar Amar yang baru datang.


"Gimana gak lega orang lamanya setengah mati" seru Juna.


"Lagian lho BAB aja lamanya kayak nonton film bolywood " ledek Arin.


"Kalian berdua ngejekin mulu ,kayu bakarnya udah dapet belom".


"Nih lho liat pakek mata" canda Arin.


"Kalo kita nunggu lho mungkin gak bakalan dapet sampe sekarang" ledek Arin.


"Yaa sorry ".


"Udah yuk balik ketenda" ajak Juna.


Merekapun balik ketenda yang ternyata mereka semua juga belum sampai,Arin dan yang lainnya panik karena itu ,tapi syukurnya tak lama merekapun datang dan alasan mereka terlambat karena mereka selalu menemukan kayu yang basah dan sulit untuk mencari yang kering.


"Udah yuk satuin aja" Ucap Juna.


"Wihhh banyak juga kalian dapet " seru Boby.


"Bikin jadi dua aja buat simpenan" saran Arin.


"Iya bener tuh "dukung Zira.


Lau Aripun masuk kedalam tenda untuk mengganti celana dan meminta Zira untuk menjaga dan Arinpun mengembalikan Hoodie Juna dan karena malam Arinpun memakai jaket.


Merekapun mulai menyalakan api unggunnya karena senja telah mulai dimakan oleh malam, mereka melingkari api unggun dengan posisi Juna lalu Boby ,Zira,Reza,Arin dan Amar ,mereka mulai memasak kopi dan mie instan untuk menjadi santapan malam mereka dan sementara itu Zira mengeluarkan cemilan agar semua tidak merasa bosan.


"Bosen nih" ucap Arin.


"Gimana kalo kita main game aja" saran Reza.


"Ide bagus tuh game apa ?" tanya Arin.


"Truth or dare " jawab Reza.


"Asik tuh" timbal Boby.


Semuanya begitu bersemangat untuk memainkannya lalu


Reza mencari botol plastik yang tinggal berisikan sedikit air lalu mulai memutarkannya dan target pertama jatuh kepada Boby.


"Truth or dare ?" tanya Zira.


"Gue dare deh " jawab Boby.


"Truth aja " kode Juna.


"Orang gue mau dare".


"Mendingan truth aja ,lho mau kita suru pergi kehutan sendirian" ancam Arin.


"Kok kalian yang maksa sih,emangnya ada rahasia yang Boby sembunyiin " ucap Zira.


"Ada "goda Juna.


"Oke-oke gue pilih truth " kalah Boby.


"Siapa nih yang mau kasih pertanyaan " tanya Reza.


"Nih suruh Juna sama Arin yang pengen banget Boby pilih truth " jawab Amar.

__ADS_1


"Oke ,gue deh " lontar Arin.


"Siapa cewek yang lho suka sekarang".


"Tuhkan udah gue tebak".


"Emangnya siapa sih " ujar Zira.


"Katanya laki" panas Juna.


"Gini aja deh , biar lho gak terlalu malu atau takut kita cie-ciein mendingan lho bisikin kekita satu-satu"


"Bener tuh,tapi semuanya gak boleh ketawa" timbal Juna.


"Oke" berani Boby.


Boby mulai membisikan dari Juna dan diakhiri dengan Amar ,Boby membisikan nama Zira dan mereka yang telah mengetahuinya menahan tawa ,saat sampai untuk membisikan Zira Boby tidak mengucapkan nama Zira melainkan kata" I Love You" ,Zira yang mendengar itu terdiam dan Boby melanjutkan membisikan keorang yang tersisa.


"Okeee.....semuanya udah taukan " seru Juna.


"Ehemmm" ucap mereka seraya mengangguk.


"Oke next " seru Boby lalu memutar botol seraya menahan malu dan target selanjutnya adalah Juna.


"Truth or dare ? " tanya Reza.


"Dare deh" jawab Juna.


"Oke kalo dare ,lho harus gombalin Arin "dendam Zira.


Amar yang mendengar hal itu terdiam dan berusaha untuk tenang dan bersikap biasa saja dan Arin yang juga mendengarnya membuka lebar matanya.


"Oke,siapa takut" jawab Juna yang lalu berdiri disebelah Arin.


"Woohhhhh " seru Reza bertepuk tangan disusul dengan yang lainnya lalu Juna kembali ketempat duduknya.


"Oh iya satu lagi ,jangan kemana-mana ya ,biar pistol cinta gue gak meleset" sambung Juna.


Juna sebenarnya tak terbiasa dengan wanita tapi anehnya Juna senang membuat kata-kata yang bisa meluluhkan hati wanita tetapi sebenarnya Juna sendiri takut jika bersama wanita yang belum ia kenal dengan baik.


"Oke next " ucap Arin yang hendak memutarkan botol.


"Eh ganti game aja ,yuk bosen,gimana kalo main game receh " olok Arin karena ia takut jika ia target selanjutnya.


"Seru tuh " dukung Amar yang juga takut jika terpilih.


"Oke" seru Boby.


"Terserah siapa yang mau mulai duluan" ucap Arin.


"Kalian tau nggak kenapa kalo anak sekolahan diajak nikah gak mau" mulai Juna.


"Karena dia belom siap " jawab Arin.


"Karena masih kecil" timbal Reza.


"Umm...karena nelom bisa ngapa-ngapain" jawab Zira.


"Salah,karena dia masih sekolah coba kalo dia udah pulang sekolah pasti mau ".


"Hahahahha" tawa semuanya.


"Goblok" lontar Boby.


"Gak kek gitu konsepnya Junaidi bin Juned" seru Arin yang membuat suasana semakin pecah.

__ADS_1


"Siapa artis yang ada buntutnya" lanjut Reza.


"Pak tarno,kan bisa sulap " jawab Boby.


"Salah".


"Terus apa dong ?" tanya Arin.


"Jawabanya adalah Igunawan".


Suasana dua kali lebih pecah dari sebelumnya.".


"Kalian tau nggak kalo jerawat itu bisa nyanyi dengan bayaranya mahal dan sebentar lagi dia mau nikah" ucap Amar sebelun tawa yang lain berhenti.


"Nganeh lu" balas Zira.


"Beneran namanya Acnes monica " timbal Amar [bahasa inggris dari jerawat adalah Acne].


Suasanapun semakin pecah.


"Udah-udah keram perut gue " balas Arin.


"Kenapa kalo lagi kerja kelompok ,kebanyakan yang ngerjain itu pasti cewek " ujar Juna.


"Karena yang cowoknya males " jawab Zira.


"Karena cowoknya gak bisa baca tulis " jawab Boby.


"Salah " sahut Juna.


"Terus apa dong " pinta Arin.


"Karena perempuankan selalu bener " jawab Juna.


"Iya juga sih" timbal Reza.


"Kenapa orang pakek mobil gak kepanasan tapi orang pakek motor gak kehujanan" lanjut Reza.


"Karena lagi gak ujan" jawab Arin.


"Gak seru lho Rin" seru Reza karena jawaban Arin benar.


"Hahhahaha" kerena hal itu membuat semuanya semakin tertawa.


Amar ketempat pemasakan dan melihat kopi dan mienya sudah masak Amarpun meminta Arin untuk membantunya menyediakan makanan untuk semua orang.


Arin membagikan mie sementara Amar membagikan kopi.


Tak perlu waktu lama Amar begitu mudahnya berbaur dengan anggota yang lain dan tidak merasa canggung walau sebelumnya Amar sudah kenal lebih dulu dengan Reza dan Zira.


"Nih Bob kopi" beri Amar.


"Nih Jun " beri Amar.


"Eh Mar, Juna gak suka kopi " Sahut Arin.


"Oh ,Nih Za buat lho " beri Amar.


Semuanya telah mendapat mie dari Arin ,dari tempat duduk Arin melemparkan Jahe Susu sashet untuk Juna.


"Nih siapa tau lho mau " lempar Arin.


"Mau sekalian gue buatin gak "tawar Juna.


"Gak usah biar gue sendiri aja ".

__ADS_1


__ADS_2