
Hari demi hari dilalui dengan suka cita ,keringat dan air mata ,sedih dan bahagia dan pada akhirnya hari kelulusanpun tiba ada rasa bahagia karena ingin memulai kehidupan baru dan sedih karena meninggalkan kenangan dan harus ada perpisahan ,semua murid menyalami para guru dan saling berpelukan dan tak lama baju putih yang mereka kenakan menjadi warna-warni.
Arin dan para sahabatnya saling memberikan hadiah untuk semuanya yang harus dibuka ketika mereka telah sampai pada harapan mereka.
Air mata kini tak kuasa untuk ditahan bahkan lebih deras dari air terjun.
Dan yang hebatnya 2 hari sebelum kelulusan Boby telah menembak Zira yang akhirnya Zira menerimannya,tapi tidak dengan Jun dan Arin ,ada apa dengan mereka sebenarnya ,tidak mau mengakui jika cinta itu memang nyata.
Setelah perpisahan masing-masing dari mereka melanjutkan kuliah seperti yang mereka inginkan seperti Arin yang ingin mengambil jurusan sastra dan budaya, dan yang lainnya mempunyai jalan mereka masing-masing,dan 2 minggu dari sekarang Arin harus berangkat ke India untuk menempuh kuliahnya.
Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan ,perpisahan yang akan membuat jarak dan akan membuat kita percaya arti dari kata Rindu.
"Rin ,kalo lho udah pergi jangan lupain kita ya " ujar Zira
"Ya mana mungkin lah ,gue pasti selalu inget sama kalian,terutama lho Zira"
Air mata mengalir didua wajah cantik ini mereka saling berpelukan dan Arin menghapus air matanya ,Arin mengundang nereka semua untuk makan malam dirumahnya malam ini dan semuanya setuju akan hal itu.
Sepulang sekolah Arin disambut Amar dengan membawa bunga dan juga kado ,Amar meminta Arin untuk membukanya jika ia telah mempercayai seorang lelaki untyk menjaganya,Arin memberikan pelukan hangat kepada Amar dan mengundang Amar untuk ikut serta makan malam dan Amarpun menyetujuinya.
Sulit untuk Amar menolak permintaan Arin.
Berpisah bukan berarti tak akan bertemu kembali kan ,hanya saja ,saat bertemu kembali ,terasa ada yang berbeda.
"Rin ,kamu udah siapin barang buat ke India ?" tanya sang mama.
"Udah ma ,siapp tenang aja ,oh iya ma ,malem ini Arin ngajak temen-temen Arin buat makan malem sama kita ,bolehkan ma ?".
"Ya bolehlah sayangg" balasnya mengelus kepala Arin .
"Makasih mama ".
"Juna juga ikutkan".
"Iyaaa mamaaa".
Karena hari telah , menghampiri senja mama Arin menyiapkan masakan untuk nanti malam ,dan Arin juga memesan beberapa makanan tambahan .
"Wangi masakan mama enak banget ma ,Arin bantuin ya maa ?".
__ADS_1
"Gak usah nak biar mama aja ,kamu mandi aja gih sana".
"Tapi kan Arin mau bantuinn" melas Arin.
"Gak usah kamu mandi aja sana".
"Iyaa-iyaa".
Arinpun naik keatas dan mandi sesuai perintah mama ,selepas Arin mandi makanan pesanan Arin jiga telah sampai disusul dengan kehadiran Amar.
"Acaranya malem bukan sekarang " .
"Justru itu ,gue kesini mau bantuin lho ".
"Yaudah yuk"ajak Arin masuk.
"Hai tante ,om" sapa Amar.
"Eh Amar ,duduk " sahut sang papa.
"Iya om" .
"Permisi ya om"seru Amar sopan.
"Mau gue bantuin apa ?".
"Hehe. ,pijitin gue dong "pinta Arin.
"Ohh, enak ya ".
"Bentar doanggg"melas Arin.
"Baik tuan putri "terima Amar.
Amar memijat pundak Arin sesuai perintahnya seperti layaknya teman baik,Amar begitu menyayagi Arin sebagai adik dan Arin menyayangi Amar seperti seorang kakak,sungguh persahabatan yang luar biasa.
"Eh Arin ,gak baik kek gitu "
"Biarin aja ma ,sesekali"
__ADS_1
"Udah Mar,gak usah mau disuruh kek gitu ".
"Yaudah ,lepas Mar".
Jam telah menunjukan pukul 18.50, dan semua makannan telah siap dan masih hangat ,Arin menelphon teman-temannya dan menyuruh mereka cepat datang , Zira dan Reza sampai duluan ,disusul dengan Juna dan Boby,mereka langsung menuju meja makan,dan menyantap makanan yang telah disediakan olem Arin dan mamanya,teman Arin memujibmuji masakan mamanya karena itu sangat lezatt,sama seperti ibubibu pada umumnya ,mama Arin sangat senang mendengarnya.
Arin memberikan gelang kayu pada teman-temanya ,yang berukiran BFF yangg artinya best friend forever ,Arin meminta mereka untuk selalu memakainya dan melepaskannya jika itu sangat mendesak.
Kata orang sih,masa SMA lah yang akan selalu teringat dan jika bisa ,ingin diulang kembali,karena pada masa itulah pikiran telah beranjak dewasa dan bisa memikirkan hal yang lebih positif.
"Mama jadi keinget waktu mama SMA dulu ,bisa ketemu sama papa dulu,iya gak pa ?".
"Iya".
"Cieeee ,berarti Cinta dari SMA sampe nikah dong " goda Zira.
"Semoga aja nurun keanaknya " ujar Reza.
"Lho apaan sih " balas Arin menyenggol bahu Reza.
"Sama siapa ?" tanya sang papa.
"Gak ada kok pa ,nih anak suka ngadi-ngadi".
"Kalo beneran juga sih gak papa".
Menyempatkan untuk mengobrol sebentar lalu mereka berpamitan pulang dan akan kembali jika Arin hendak pergi keindia untuk melanjutkan belajarnya,dikamar Arin ada hadiah dari para sahabatnya dan mereka masing masing mendapatkan 4 hadiah kecuali Amar,Amar hanya mendapat hadiah kenangan dari Arin .
Ketika Juna sampai dirumah dan langsung memasuki kamar dan melihat hadiah dari para sahabatnya ,Amar mengambil hadiah dari Arin dan hadiah itulah yang paling Juna ingin membukanya,bungkusnya pun beda dari yang lain hanya kertas hitam putih polos dengan satu pita ,berbeda dengan yang lainnya.
Begitu juga dengan Arin ,kodo dari Juna lah yang tak sabar untuk ia buka ,tapi Arin bisa membuka itu ketika ia telah sampai di India,Arin membawa semua kado pemberian sahabatnya bersamanya,dan akan membukanya ketika telah sampai di India.
Waktu berlalu sangat cepat serasa ada sebuah tempat yang akan dituju, dan tentang Cinta banyak orang yang meragukan cinta dari seorang anak SMA yang mereka kira hanya Cinta monyet yang bakalan berujung dengan pertengkaran.
Arin dengan kebiasaannya ,membuka jendela dan duduk dimeja belajar seraya menatapi bintang-bintang ,begitu juga dengan Juna dan Amar ,mereka tengah melakukan hal yang sama persis namun dengan perasaan yang berbeda tetapi ketakutan yang sama.
Bulan dan Bintang bukan hanya berkilau ,namun dibalik kilauan itu terdapat sebuah pesan yang hanya orang yang menatapnya dan mencurahkan isi hatinya lah yang tau pesan dari kilauan itu.
Bulan memang satu ,tetapi jika setiap orang diseluruh dunia ini melangkah ,Bulan serasa mengikutinya bahkan berhenti jika orang itu berhenti.
__ADS_1
Bulan selalu bersedia memberikan cahayanya untuk semua orang tanpa harus dibalas,begitu juga dengan Cinta,hanya satu namun ada untuk setiap orang memang terlihat kecil tapi nyatanya sangat besar ,berkilau dan memiliki arti yang luas .