Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 11


__ADS_3

"Kalo lho ngeliatin gue kek gitu terus, gue gak akan nyuapin lho lagi" ancam Arin.


"Eh,i-iya-iya-iya" padahal Juna bisa melakukannya sendiri karena tak ada dari bagian tubuhnya yang merasakan sakit dan Juna hanya berpura-pura untuk mendapatkan perhatian dari Arin walaupun ia harus memohon terlebih dulu untuk mendapatkannya.


"Lho gak makan "tanya Juna.


"Gak ,gue gak laper" bohong Arin.


"Yang bener".


"Iya bener".


Junapun tak lagi terus menatap Arin ,tetapi sesekali Juna tak tahan untuk tak melihat paras cantik Arin ,Juna tau bahwa Arin tak hanya cantik penampilan bahkan hatinya lebih cantik dari parasnya hanya saja Arin belum ingin menunjukannya.


Sampai makanan habis Arin tak berani membalas tatapan yang diberikan Juna.Arinpun membereskan tasnya .


"Lho mau pulang?" tanya Juna.


"Ya iyalah".


"Tapi entar lho kesini lagikan".


"Ya enggaklah ,buat apa gue kesini terus".


"Yang nemenin gue siapa".


Seketika seorang dokter masuk dan memberi tau bahwa sore nanti Juna sudah bisa pulang kerumahnya ,dikarenakan Juna pingsan hanya ia kekurangan istirahat dan tak mengatur waktu makan .


Arin yang mendengar itu dia kesal karena bakalan ada orang yang gangguin dia lagi,dan dokter memberikan tas dan handphon Juna .


"Udah ,gue pulang ya " seru Arin.


"Iya sayang".


"Oke Juna Nabhanriel ,gue udah gak tahan mulai detik ini kita temenan dan gak lebih jadi tolong perlakuan lho ke gue selayaknya temen aja oke".


"Gitu dong dari kemaren-kemaren napa,sana pulang".


Arin kembali kerumahnya dan mengganti pakaiannya karena dia belum sempat mengganti swragam sekolah setelah mendengar kabar bahwa Juna kecelakaan,Arinpun melanjutkan makan karena sedari tadi ia belum makan .


Tak tau mengapa Arin ingin pergi kerumah sakit untuk menemani Juna pulang dan iapun pergi menggunakan taxi ,sesampainya Arin didalam kamar yang tadinya ditempati Juna ,Arin dikejutkan dengan tak adanya lagi Juna disana,barang Junapun tak tersisa disana ,kini ruangan itu telah bersih dan rapi .


"Dia dimana kok gak ada" batin Arin.


"Lho nyari gue kan " sahut Juna dari belakang Arin.


"E-e-enggak kok orang gue mau ngambil hanphon gue yang ketinggalan disini tadi".

__ADS_1


"Owhhhh ....itu yang ditangan lho handphon siapa".


"Iya i-i-ini udah gue ambil".


"Arin-Arin lho itu gak bisa bohong, gue tau kalo lho bohong pasti lho ngenggem jempol ,iyakan".


Arin serontak melihat tangannya dan melepaskan genggamanya.


"Emm..emm..yuk gue temenin pulang " elak Arin terpaksa.


"Duh ,napa gue ngomong kek gitu" sesal batin Arin.


Arinpun tak ada pilihan lain selain mengantar Juna pulang, Arin memesankan taxi dan menyuruh Amar untuk mengantarkan motor Juna kerumah Juna .Didalam taxi hanya ada kesunyian tak ada keributan seperti saat mereka sedang bertengkar.


"Makasih ya " ucap Juna setelah sampai.


"Sama-sama".


"Itu siapa Rin ?"tanya Juna menunjuk Amar.


"Dia sahabat gue ,gue mintak tolong dia buat anter motor lho,dia bukan hanya sahabat bagi gue ,tapi juga sebagai kakak" jawab Arin.


"Nih kunci motor lho " beri Amar.


"Ohhh...thanks ya " ucap Juna pada Amar.


"Gak papa".


"Yuk".


"Kita pulang dulu ya"'


"Iya" jawab Juna heran karena Arin merangkul pundak Amar.


"Keknya mereka sahabat baik " batin Juna.


Juna pun masuk kedalam rumah setelah mereka memasuki taxi.


Juna terus kepikiran tentang siapa Amar sebenarnya sehingga Arin bisa begitu akrab dengannya.Juna langsung menuju kamarnya dan melemparkan tasnya keatas kasur disusul dengan membantingkan badannya ,menatap langit-langit kamar dan ditelinganya terus terngiang saat Arin mengatakan (dia bukan hanya sahabat bagi gue ,tapi juga sebagai kakak) kata-kata itu seolah terus terulang ditelinga Juna .


"Juna, apa urusanya sama lho ya terserah Arin mau sahabatan sama siapa" batin Juna.


"Juna-Juna ada-ada aja sih lho,gak mungkin dong lho suka sama Arin" ucap Juna melihat kaca.


Esok haripun tiba ,Juna masuk sekolah dengan raut wajah yang tak biasa dari sebelumnya ,tepat didepan mata Juna ,Arin tengah duduk ditaman seorang diri seraya memegang sebuah buku dan membacanya ,berbeda dari Juna yang selalu mengganggu Arin ,kini Juna hanya berlalu dari hadapan Arin ,Arin yang tadinya takut melihat Juna yang jika akan menghampirinya kini terkejut melihat sikap dingin Juna . Arin senang akhirnya Juna tak membuat harinya selayaknya dineraka.


"Kenapa tuh anak " pikir Arin.

__ADS_1


"Bodoh amat ,yang penting gue bebas " seru Arin.


Arin yang memasuki kelas dengan wajah yang sangat senang karena ia tak terganggu oleh salah satu ciptaan tuhan yang selama ini terus membuatnya darah tinggi selama ini.


"Lho kenapa Rin,seneng amat ? " tanya Zira.


"Gue seneng-seneeeeeennngggg banget ,akhirnya tu manusia gak ngikutin gue lagi".


"Siapa ?,Juna !".


"Ya iyalah siapa lagi kalo bukan tuh orang".


Juna yang berada dikelasnya ,bertanya-tanya pada dirinya sendiri mengapa sikapnya seolah menunjukan rasa cemburu mendengar ucapan Arin kemarin walaupun Arin mengatakan bahwa Amar adalah sahabat yang telah ia anggap seperti seorang kakak ,tetapi hati Juna tetap saja tak bisa menerima itu,Juna sendiri yang harus mencari tau dan menyelesaikan rasa cemburunya ini,karena Juna sendiri lelah akan tingkahnya ,karena ia tak bisa damai dekat dengan orang yang dia kasihi.


"Juna ,lho itu laki ,kenapa jadi cemen gini sih" ucap juna pada dirinya sendiri.


"Lho kenapa Jun ?" tanya Boby teman sekelas Juna yang dulunya dari sekolah yang sama dan kelas yang sama.


"G-gak papa".


"Yang pasti bukan gara-gara cewekkan" ujar Boby.


"Ya bukanlah".


"Gue kirain ,seorang Juna Nabhanriel ,cowok yang seumur hidupnya gak pernah jatuh cinta,yang seumur hidup gak kenal yang namanya cinta,yang seumur hidup gak berani kalo deket ama cewek , kalo sekarang bisa jatuh cinta juga,wwaaahhhh. parah sih ,makan omongan sendiri lho".


"Ya gak bakal ,gilak lho".


"Tapi perlu lho tau Jun gue suka sama cewek".


"Ya iyalah gak mungkin lho suka sama cowok" canda Juna.


"Yang bener aja lho Bob,gak heran sih udah biasa kalo lho mah".


"Kalo lho gak percaya ya terserah ,intinya gue mau nunjukin rasa ama tuh cewek ".


"Secantik apa sih tuh cewek ,sampe bisa buat lho luluh kek gini,penasaran gue" tanya Juna.


"Parasnya mungkin gak secantik bidadari lagian itu juga gak penting,tapi hatinya secantik malaikat ".


"Nah udah ngehalu aja nih anak satu dasar bucinn".


"Bucin apaan dah".


"Budak Cinta".


Gurupun memasuki kelas dan memulai pembelajaran an seperti biasa Jina selalu menyimak dengan seksama apa saja yang dijelaskan setiap guru,setelah selesai dan waktu istirahatpun dimulai Boby dan Juna pergi kelapangan basket dan sedikit bersenang-senang.

__ADS_1


"Lho inget gak Jun ,waktu lho ngalain orang yang paling belagu sesekolahan dengan kemampuan basket lho"


Juna yang mengingat hal itu hanya tersenyum miring dan senyumannya dibuat hilang ketika ia melihat Arin yang sedang bertelphonan dengan seseorang seraya tertawa dan membuat Juna bertanya-tanya siapa yang sedang dia hubungi ,Juna melempar bola basket yang ada ditangannya pada Boby dan Boby mengatakan "Itu cewek yang gue suka". seru Boby.


__ADS_2