Es Untuk Matahari.

Es Untuk Matahari.
Chapter 23


__ADS_3

Selepas sarapan mereka bersiap dan membersihkan tenda dan lingkungan sekitar karena sore nanti mereka akan pulang.


"Guys, kita mau pulang jam berapa nih ?" tanya Juna.


"Jam dua-an aja gimana ! " jawab Amar.


"Iya tuh biar gak kesorean juga "timbal Reza.


Ketika mereka sibuk untuk membayar sewa , Juna tanpa sepengetahuan mereka, telah membayarnya ketika mereka baru sampai Juna menyempatkan untuk menghampiri teman Reza yang mengurus tenda mereka dan membayar semuanya dan mengatakan padanya untuk tak bilang ke siapapun jika Juna telah membayarnya.


Dan ketika teman Reza yang bernama Bima telah datang , Reza menanyainya mengenai harga sewa dan Bima melirik Juna dan Juna hanya menundukan kepala.


"Umm...gak usah Za , lagian cuman berapa hari doang " jawab Bima gugup.


"Yang bener , gak enak gue " seru Reza.


"Bener ,gak usah ".


"Thanks ya broo" balas Reza.


Semua orang tak menyadari kejanggalan yang terjadi,tapi tidak dengan Arin matanya begitu tajam sampai ia tak melewatkan satu detikpun elakkan Juna dan kegugupan Bima.


"Oh jadi ,dia yang bayar " batin Arin.


Batin menatap sinis kearah Juna dan Juna menyadarinya dan pura-pura seperti tak ada yang terjadi ,ketika Juna menatap balik kearah Arin ,Arin hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum simpul ,Juna sadar bahwa Arin mengetahuinya dan membalas senyuman Arin,Amar yang salah tanggap melihat Arin dan Juna saling bertatapan berpikir bahwa mereka bukan lagi dua orang tetapi satu pasang .


Dan Arin mengirimkan sebuah pesan.


←◎Juna.


^^^Gue kira cuman bisa ngeselin^^^


^^^, taunya berhati malaikat.^^^

__ADS_1


Juna yang melihat pesan tersebut hanya tersenyum manis dan kembali melirik Arin.


"Udah Za, gue balik dulu ,kalo kalian mau pulang kabarin aja " ucap Bima.


"Sekali lagi makasih ya Bim " balas Reza.


__Setiap aku melihat kebelakang aku melihat dirimu,


ketikaku berusaha melangkah kesetiaanmu memberhentikanku


,ketikaku bermimpi dirimu hadir dan dan menggenggam tanganku dan mengatakan "Hal yang paling membosankan memanglah menunggu tetapi hal yang paling bodoh adalah diam tanpa mengorbankan sesuatu dan ketika ku terbangun kekuatanku menghilang karena aku tak lagi melihatmu__.


Jam 14,15 pun tiba ,Reza mengabari Bima bahwa mereka hendak pulang ,Juna mengantar mereka satu-persatu karena Juna tau bahwa mereka semua lelah tapi Juna tak sadar bahwa dirinya juga lelah,Juna lebih dulu mengantar Boby,lalu Reza dan Zira bersamaan karena rumah mereka hanya dipisahkan oleh 3 rumah ,lalu Amar dan yang terakhir Arin,ketika Arin hendak turun tiba-tiba Arin merasakan pusing sehingga ia harus pingsan didalam mobil ,Juna yang sangat panik langsung menggendongnya dan membawanya kedalam rumah ,mama Arin yang tak kalah paniknya meminta Juna untuk membawa Arin kekamarnya.


"Arin kenapa ?" tanya mama Arin.


"Tadi dia bilang pusing terus tiba-tiba pingsan ,jadi langsung saya bawa aja,gak papakan tante " jawab Juna hati-hati karena takut dimarahi.


"Makasih ya nak ,kalo gak ada kamu ,gak tau lagi deh jadi apa,kasihan Arin pasti dia capek banget ".


"Iya pasti dong Arin itu anak tante, darah daging tante,gak mungkin kalo tante hak khawatir ".


"Maaf ya tante,om, sebelumnya kalo saya ngomong agak lancang ,mungkin sekarang tante emang khawatir sama Arin karena dia lagi sakit ,tapi tau gak tante Arin lebih sakit jika harus ngeliat orang tuanya setiap hari yang sibuk dengan kerjaannya sampe gak merhatiin dia,Arin juga mau kayak anak yang lainya ,disayang ,dimanja,tapi itu semua gak dia dapeti dirumah ini ,saya tau tante pasti ingin memberikan yang terbaik ,tapi asalkan tante tau gak ada hal yang terbaik selain kasih sayang orang tua didunia ini,tante sama om pasti ngeliat Arin adalah anak yang kurang ajar tapi itu bener dia kurang didikan dari orang tuanya,tapi asalkan om dan tante tau dibalik sifat keras Arin ,didalam hatinya saya yakin dia lebih sering menangis dari pada bahagia dan apakah tante tau itu !saya rasa tidak ,dia memang liburan bersama temannya dan tertawa,tapi hati dan pikirannya terkurung didalam ruangan gelap dan menangis" jelas Juna dengan nada halus


Mama dan Papa Arin yang mendengar penjelasan Juna membuat mereka meneteskan air mata penyesalan ,mereka terlalu sibuk dan tak sempat berfikir sehat.


"Ma ,Pa"panggil Arin lembut yang sebenarnya Arin mendengar percakapan mereka lalu papa dan mama duduk disebelahnya dan masih meneteskan air mata.


"Mama sama Papa kenapa nangis ?" tanya Arin menghapus air mata mamanya.


"Maafin mama ya nak,mama gak tau kalo kamu selama ini kamu gak bahagia ,maafin mama karena gak ngeluangin waktu buat dengerin cerita kamu".


"Maafin papa juga , karena terlalu sibuk dan gak bisa jaga kamu".

__ADS_1


"Udah dong nangisnya, nanti Arin ikutan nangis " seru Arin dengan mata yang telah berkaca-kaca dan dipeluk oleh sang mama dan dilanjutkan oleh papa.


"Arin sayang kalian " seru Arin yang membuat suasana semakin banjir air mata.


Pelukan hangat yang telah lama Arin tak rasakan kini seolang mengenang masa kecil ,berada dipelukan wanita yang telang mengorbankan nyawanya demi berusaha agar anaknya bisa bernafas dan terlahir didunia ini ,ketika didalam pelukan Arin tersenyum seraya meneteskan air mata dan mengatakan "Thank you " pada Juna tanpa bersuara.


Juna yang ikut terbawa suasana juga berlinang air mata hanya saja Juna malu untuk mengeluarkannya dan hanya tersenyum .


"Itu siapa ma ?" tanya Arin melepaskan pelukannya dan menunjuk Juna,Juna yang melihatnya terdiam bingung.


"Itukan temen kamu " jawab sang mama.


"Bukan,dia bukan temen Arin " lontar Arin yang membuat Juna semakin bingung dan takut.


"Terus dia siapa dong " seru sang papa.


"Dia sahabat Arin " Jawab Arin seraya tersenyum manis dan membuat Juna lega.


"Kamu buat mama takut aja ,siapa namanya ?".


"Juna " jawab Arin.


"Memang seperti namanya ,dia adalah penyelamat"batin Arin .


Mama Arin memberikan banyak terimakasih pada Juna dan sebagai ucapan terima kasih sang mama juga mengajaknya untuk makan malam bersama,Juna yang ingin menolak dihalangi oleh Arin dan terpaksa Juna harus menerimanya , papa Arin merangkul Juna dan mengajaknya duduk bersama ,karena hari telah menjelang sore Juna berpamitan pulang karena Juna belum membersihkan badan sepulang dari puncak begitu juga dengan Arin dan Juna akan kembali untuk undangan makan malam ,Arin mengntarnya sampai kedepan teras ditemani dengan kedua orang tuanya.


"Hati-hati" teriak Arin pada Juna lalu dibalas Juna dengan acungan jempol lalu Juna pulang.


"Kamu mau makan gak ?" tanya mama Arin .


"Nggak usah ma".


"Beneran".

__ADS_1


"Iya mamaku sayangggg".


__ADS_2