
Senja belum menyadari siapa orang yang di tabrak nya, dia malah sibuk memungut makanan yang tercecer di tanah akibat ulah nya yang berjalan tidak hati-hati. Untung saja makan tersebut buatan pabrik jadi nggak kotor meskipun jatuh ke tanah sebab sudah dilindungi oleh kemasan.
Di saat Senja mau mengambil bungkus makanan yang tersisa dan ternyata orang itu juga, dengan tidak sengaja tangan senja bersentuhan dengan orang itu. Seketika Senja langsung menarik tangannya, sambil melihat ke arah orang tersebut. Betapa terkejut nya saat pandangan nya bertemu dengan mata Fajar.
Senja langsung bangun seketika, dia lepaskan kembali kue yang sudah berada di tangan nya lalu pergi begitu saja mengejar sang Ibu yang sudah lebih dulu masuk ke dalam tempat acara. Fajar hanya bisa memandang kepergian Senja tanpa berpamitan.
Setelah kepergian Senja, Fajar melanjutkan kembali membagikan snack untuk seluruh jemaah.
Selama acara berlangsung Senja begitu fokus menyimak apa yang di sampaikan oleh penceramah,begitu juga dengan yang lainnya. Bagi Senja dan Ibu Pertiwi ini bukan hal yang baru. Tetapi, untuk mereka yang sedang KKN ini pertama kalinya hadir di pengajian.Apalai Fajar dia sama sekali belum pernah hadir di acara pengajian seperti ini, dia merasa menjadi manusia paling bodoh saat tahu. Beta ruginya seorang manusia yang meninggal kan perintah Allah, salah satunya yang di ingat Fajar yaitu, dia tidak pernah melaksanakan solat selama ini. Bahkan saat berjamaah di mesjid dia nggak tahu bacaan solat itu seperti apa, hanya mengikuti gerakan imam saja.
Waktu bergulir begitu cepat, acara sudah selesai. Jamaah sudah keluar dari tempat acara begitu juga dengan Senja dan Ibu Pertiwi.
__ADS_1
Mereka semua kembali ke rumah masing-masing, dan mengistirahatkan tubuhnya. Senja berjalan perlahan kakinya melangkah setapak demi setapak di jalan yang menghubungkan rumahnya dan tempat pengajian.Dia aneh dengan rasa yang tak biasa saat berdekatan dengan Fajar, padahal sebelumnya dia juga sering dengan dengan seorang lelaki tetapi tidak memiliki rasa seperti ini.
Waktu bergulir begitu cepat siang telah berganti dengan sore, dan sinar matahari sebentar lagi akan berganti senja.Itu pertanda sebentar lagi akan datang gelap nya malam, di mana semua orang akan berada di rumah dan mengistirahatkan tubuh nya. Dari rasa lelah setelah seharian berada di luar dengan berbagai aktivitas yang ada.
Suasana malam pun semakin hening, hanya suara jam yang masih terdengar di telinga Senja. Dia sudah berada di atas tempat tidur akan segera memejamkan matanya, perlahan rasa kantuk sudah menguasai diri nya hingga beberapa saat sang pemilik raga sudah berada di alam mimpi.
Di tempat lain.
Fajar gelisah entah apa yang terjadi dengan dirinya, dia belum bisa tertidur. Pikiran nya selalu tertuju pada keluarga yang ada di kota, entah apa yang terjadi sejak tadi sore dia terbayang wajah sang Ibu dan Ayahnya. Apakah ini hanya rasa rindu terhadap kedua orang tuanya, dan mungkin kah ada hal lain yang tidak di ketahui oleh dirinya tetang keadaan keluarga nya pada saat ini.
"Kenapa sih bolak-balik terus ganggu orang tidur saja" kata Langit dengan nada bicara kesal, dia heran dengan kebiasaan teman nya itu kalau malam tidur nya susah.
__ADS_1
"Panas cuaca di sini, jadi nggak bisa tidur" dusta Fajar, jika dia jujur pasti langit menertawakan nya dan langsung bilang anak Mama.
"Ya sudah tidur di lantai sanah biar nggak panas! "
"Iya, aku pindah ke sana" jawab Fajar sambil turun dari atas tempat tidur sambil membawa bantal dan tertidur di lantai.
Akhirnya setelah berjuang dengan pikiran dan rasa khawatir terhadap kedua orang tuanya, Fajar pun tertidur setelah jam menunjukkan pukul 3 pagi.
Keesokan harinya
Sinar matahari masuk lewat celah jendela,Fajar menggeliat merasa tidak nyaman. Perlahan membuka matanya lalu melihat ke sekeliling dan ternyata mereka semua sudah bangun, dan tidak ada satu pun yang berani membangunkan nya. Dia langsung bangkit dan melakukan ritual paginya sebelum memulai aktivitas pagi.
__ADS_1
Di saat Fajar sedang berada di dalam kamar mandi, ponsel nya tidak berhenti berdering.
Setelah keluar dari dalam kamar mandi dia langsung mengecek ponsel nya, dan melakukan panggilan ulang.