
Sementara di ruang tengah, Fajar dan Pak Surya sedang berbicara tentang niatnya Fajar ingin melakukan Jumat berkah yaitu berbagi rezeki bersama anak-anak yang tinggal di panti milik Pak Surya. jadi kelompok Fajar yang tinggal di desa ini akan melakukan berbagai rezeki bersama anak-anak yatim yaitu setiap hari Jumat akan membagikan santunan terhadap mereka.Dengan tujuan Fajar datang ke rumah Pak Surya yaitu untuk menanyakan berapa jumlah anak-anak yang tinggal di panti jadi mereka bisa mempersiapkan dana untuk dibagikan terhadap mereka semua, jika tidak ditanya terlebih dahulu takut ada kekurangannya jadi sebagian dari mereka tidak mendapatkannya. Jadi untuk mencegah hal itu lebih baik Fajar datang terlebih dahulu ke rumah Pak Surya untuk meminta data-data anak tersebut, niat baik Fajar disambut gembira oleh Pak Surya.
Pak Surya sangat menyukai Fajar, meskipun anak itu tidak tahu dan tidak paham agama tetapi dalam bertutur kata dia sangat sopan terhadap orang yang diajak bicaranya.
Pak Surya dan Fajar pun bercakap-cakap sudah cukup lama tetapi Senja tidak ada muncul di hadapan Fajar, padahal laki-laki itu sangat berharap bisa melihat wajah cantik nan ayu wanita pujaan hatinya.Bahkan yang menyuguhkan minuman saja itu Ibu Pertiwi, dalam hati Fajar sangat berharap bahwa yang mengantar minuman tersebut adalah Senja tetapi harapan itu sia-sia.Hanyalah khayalan semata tidak menjadi kenyataan.
Percakapan diantara keduanya pun sudah selesai, data-data yang di butuhkan telah berada di tangan Fajar, saatnya dia kembali ke posko di mana mereka tinggal.
Fajar langsung berpamitan setelah semuanya selesai, laki-laki itu melangkahkan kakinya dengan perlahan tetapi sambil melihat ke sekeliling ruangan berharap dia melihat sesuatu yang diinginkannya.Tetapi semua itu tidak terjadi, dengan langkah yang kurang bersemangat dia keluar dari rumah Pak Surya.
Fajar perlahan meninggalkan rumah Pak Surya,tanpa dia sadari ternyata ada yang memperhatikan dirinya dari jendela rumah tersebut.Siapa lagi kalau bukan senja ternyata perempuan itu sangat ingin sekali melihat Fajar.
Senja terus memperhatikan Fajar sehingga sampai tidak terlihat lagi punggung laki-laki itu dari pandangannya.
Waktu bergulir begitu cepat sore telah berganti dengan malam, terasa singkat sekali kita berada di muka bumi ini ketika dipergunakan dengan hal-hal yang tidak berguna. semua orang telah mengistirahatkan tubuhnya dari lelahnya setelah seharian berada di luar rumah melakukan aktivitas yang sangat melelahkan. Tidur adalah salah satunya cara untuk menyimpan tenaga lagi untuk esok hari, agar tubuh menjadi sehat dan bugar di untuk memulai pekerjaan lagi.Malam hari ini senja tidur dengan pulas tanpa ada lagi mimpi buruk dan lain sebagainya.
keesokan harinya seperti biasa keluarga Pak Surya selalu disibukkan dengan berbagai rutinitas seperti biasanya,Senja selalu bangun lebih awal dari yang lain.
Di tempat lain
Fajar dan juga teman-temannya sudah terbangun dari tidurnya, mereka juga sudah melaksanakan aktivitas paginya. Kebersamaan di antara mereka pun semakin terasa,Tetapi dari kemarin Langit belum juga terlihat lebih ceria dia sekarang menjadi pemurung entah apa yang terjadi dengan anak itu.Melihat langit yang seperti itu, mereka tidak ambil pusing, nanti juga dia akan bercerita sendiri apa yang terjadi dengan dirinya.
Sekarang mereka sudah membiasakan diri untuk memasak tanpa anak-anak perempuan, jika harus membeli masakan jadi itu pemborosan.Mereka harus menghemat saat berada di kampung, lagi pula sayuran dan lain sebagainya itu sangat murah ketika membeli mentah.
__ADS_1
Di saat semuanya akan menikmati sarapan bersama, tiba-tiba ponsel Fajar pun berdering. Terlihat di layar ponsel dengan tulisan my mom, Fajar dengan singkat langsung menjawab panggilan tersebut.Sebab dari kemarin dia sudah sangat merindukan sang mama.
"Hallo,Ma... bagaimana kabar nya? kenapa pas Fajar berangkat pada nggak ada di rumah!"
"Kabar Mama baik! kamu sendiri bagaimana?"
"Baik juga,Ma....Papa bagaimana kabar nya?aku telepon dari kemarin nggak bisa terus bikin khawatir saja"
"Papa lagi nggak enak badan,oh iya satu bulan ya di Desa"
"Iya,Sudah di bawa ke dokter belum itu Papa?"
"Sudah ada dokter keluarga yang datang kesini tadi memeriksa,hanya butuh istirahat yang cukup katanya "
"Apa kamu akan menuruti semua ke inginnan Mama?"
"Tentu saja aku akan melakukan apapun untuk Mama, meskipun nyawaku menjadi taruhannya "
"Tapi selama ini Mama nggak pernah memperlakukan kamu dengan adil"
"Bagiku,Mama adalah yang terbaik aku tahu di saat aku sudah tertidur,Mama sering datang ke kamar dan menangis.Saat itu aku nggak tahu apa yang membuat Mama nangis,dan keesokan harinya seperti biasa selalu marah-marah.Dan itu semua tidak menjadikan aku sakit hati atas semua perlakuan yang di terima"
"Ya sudah jaga diri baik-baik, semoga semuanya lancar dan cepat kembali!"pesan sang Mama.
__ADS_1
"Mama juga jaga kesehatan ya"
Setelah cukup lama mereka bercakap-cakap di dalam panggilan telepon seluler, akhirnya selesai juga.Dan panggilan pun berakhir.
Fajar sangat senang sekali ketika mendapat panggilan telepon dari sang mama, dan ini untuk pertama kalinya Fajar dan sang Mama berbicara seperti itu, selama ini dia seperti ada jarak yang menghalangi keduanya.Sehingga Fajar sulit sekali untuk mendekat ke arah sang Mama, ada saja kelakuan Fajar yang membuat sang Mama sangat marah.
Yang tadinya Fajar mau sarapan, akhirnya ditunda akibat menjawab panggilan dari sang Mama, disaat dia kembali ke ruang makan. Dan ternyata anak-anak yang lain sudah selesai dengan sarapan paginya, tinggal dia sendiri yang harus sarapan tanpa teman-teman yang lain.
"Siapa yang telepon?"tanya Langit,dia baru mengajak bicara lagi Fajar dari kemarin.
"Mama"jawab Fajar singkat.
"Tumben Mamamu telepon,apa dia habis ke jedot tembok"
"Ya, walau bagaimanapun aku ini tetap anaknya"
Setelah cukup lama dan selesai dengan aktivitas sarapan paginya, Fajar dan juga teman-temannya akan segera menuju ke panti di mana mereka akan berbagi berkah bersama.
Waktu bergulir begitu cepat, Fajar dan juga teman-temannya sudah sampai di tempat tujuan, di kedatangan mereka disambut ramah oleh Pak Surya dan juga Ibu Pertiwi beserta anak-anak yang ada di sana. belum masuk ke acara inti mereka mengajak anak-anak yang ada di sini untuk bermain bersama dan bergembira, acara demi acara pun telah selesai dilaksanakan tinggal memasuki acara inti yaitu berbagi berkah seluruh anak-anak sudah berbaris dan mengantri.
Di ruangan ini terasa sangat ramai canda tawa anak-anak terlihat jelas, tetapi bagi Fajar ada yang kurang dia terus melihat ke arah pintu masuk.Berharap ada seseorang yang dirindukannya datang ke tempat ini, tetapi sampai dengan acara selesai orang tersebut tidak kunjung datang.
Acaranya selesai tempat sudah dirapikan kembali seperti semula, mereka sudah berpamitan dengan Pak Surya dan juga Ibu Pertiwi.Tiba-tiba ada seseorang yang mengucap salam dan betapa terkejutnya Fajar di saat melihat orang tersebut yang datang.
__ADS_1