
Setelah selesai makan malam,dan Ibu nya Fajar menyetujui akan menikahkan anaknya dengan Mentari.Dengan berbagai syarat yang di ajukan Nenek nya Mentari yaitu tidak boleh ada yang tahu bahwa Fajar di jodohkan.Fajar harus terlihat mencintai Mentari itu salah satu syarat yang harus di setujui ajar Ibunya Mentari tidak curiga dengan semua rencana ini.
Keluarga Fajar sudah siap untuk segera meninggalkan kediaman keluarga Mentari, sang nenek pun tersenyum penuh kebahagiaan.Dengan rencana yang sudah disusunnya, dan berharap bahwa semua rencana ini akan berjalan sesuai apa yang diinginkannya.Sebab keluarga Fajar sudah menyepakati semua perjanjian yang tertulis bahwa perjodohan ini hanya diketahui oleh mereka, bahkan ayah dan ibunya Mentari tidak boleh mengetahui semua ini. jika kedua orang tuanya tahu sudah pasti ini semua tidak akan terjadi.
Setelah setelah keluarga Fajar berpamitan untuk pulang, tinggallah Mentari dan juga sang Nenek yang masih berdiri di teras menyaksikan kendaraan yang ditumpangi oleh Fajar meninggalkan halaman rumah mereka.
"Apa kamu menyukainya?" tanya sang nenek terhadap Mentari.
"Siapa yang nggak suka sama laki-laki seperti Fajar, udah ganteng pinter penurut lagi "jawab Mentari.
"Baiklah, karena kamu cucu kesayangan ku.Maka akan ku kabulkan semua keinginan mu, meskipun harus menukar semua harta ku demi kebahagiaan mu"kata sang Nenek.
"Ah,Nenek.Terimakasih banyak, emang terbaik "ucap Mentari dengan suara manja nya,sambil bergelut di lengan sang Nenek.
"Apa sih yang nggak buat kamu"kata sang Nenek sambil mengusap lembut rambut Mentari, mereka terlihat sangat dekat sekali.Mentari nggak terlalu dekat sama sang Ibu, sebab sedari kecil waktunya lebih banyak bersama sang Nenek.
"Iya, pokoknya Nenek memang yang terbaik"
__ADS_1
"Ya sudah ini sudah malam, silakan istirahat, semoga esok hari lebih semangat untuk menyambut sang fajar"
Akhirnya Nenek dan Mentari menuju ke kamar masing-masing.
Di tempat lain
Selama di perjalanan Fajar diam dan membisu,Ia tidak habis pikir dengan apa yang di rencanakan keluarga nya bersama Neneknya Mentari.Terus apa untung nya Nenek Saidah melakukan ini, itulah yang ada di pikiran Fajar.
Semua orang sudah berada di kamar Masing-masing dan akan segera mengistirahatkan tubuhnya, setelah seharian beraktivitas.Waktu malam adalah untuk membuat pikiran dan tenaga kita pulih kembali setelah di bawa tidur
"Ma,apa nggak kasian sama Fajar,dia juga kan anak kamu"kata Hermawan menatap lekat wajah sang istri,ia berharap bahwa Karlina mengubah niatnya untuk menjodohkan Fajar kepada Mentari.
"Tapi dia kan dari kecil diurus sama kamu, bahkan Fajar juga sangat menyayangi kamu. Dan selalu nurut dan patuh terhadap apa yang kamu ucapkan "kata Hermawan.
"Sampai kapanpun dia adalah anak dari seorang pelakor yang sudah berhasil menghancurkan keluargaku pada saat itu, jangan pernah berharap aku akan memberikannya kasih sayang seperti aku menyayangi Sagara dan juga Mega. aku merawatnya karena terpaksa, kenapa dia tidak ikut meninggal bersama Ibunya"
"Sudah lah,Ma jangan ungkit itu lagi Papa minta maaf, semua itu bukan salahnya ini murni kesalahan Papa.Jangan jadikan Fajar sebagai pelampiasan kamu untuk membalas dendam terhadap Naila, jangan sampai kamu ucapkan ini semua sama Fajar! bisa hancur nanti hidupnya jika tahu yang sesungguhnya "kata Hermawan sambil menatap lekat wajah Karlina, sesungguhnya dia juga tidak ingin melukai istrinya dan juga Fajar. akibat kesalahannya di waktu dulu Fajar lah yang menjadi korbannya.
__ADS_1
" Kamu jaga perasaan anak haram itu, tapi tidak pernah mengerti dan menjaga perasaanku.Jika saja kamu ingat betapa sakit dan hancurnya aku saat kamu datang membawa bayi yang baru lahir hasil dari perselingkuhanmu dengan orang lain apa kamu mikir waktu itu sakit dan hancurnya aku . Enggak kan! "kata Karlina dengan ada bicara yang mulai meninggi.
"Maafin Papa! dendam juga tidak akan bisa mengubah segalanya.Jika saja bisa kembali ke masa lalu maka tidak akan pernah mengkhianatimu "kata Hermawan dengan wajah sendunya.
Hermawan sangat menyesal dengan apa yang terjadi di kehidupannya di masa lalu, gara-gara dia tidak setia terhadap Karlina akhirnya Fajar anak dari istri kedua menjadi korban dari pelampiasan amarah Karlina.
"Aku bisa memaafkan mu, tetapi tidak bisa untuk melupakan rasa sakit yang pernah dirasakan waktu dulu.Melupakan itu tidak semudah yang diucapkan apalagi itu sebuah penghianatan"
"Apa yang harus Papa lakukan? agar Mama bisa menerima Fajar, ini sudah 20 tahun Mama bersama pacar apa tidak ada sedikitpun tempat di hati Mama untuknya"
"Ini sudah malam aku capek,jangan pernah bahas ini lagi.Kamu bujuk anak kesayanganmu itu agar mau menikah dengan Mentari dan jangan pernah dia berbicara kepada siapapun bahwa ini adalah perjodohan.Kalau kamu tidak berhasil membujuknya, maka aku akan memberitahu anak itu bahwa dia adalah bukan darah dagingku.Dia hanyalah anak pelakor yang meminta belas kasihan dariku"ucap Karlina sambil naik ke atas tempat tidur lalu menutup tubuhnya dengan selimut tebal, sungguh dia juga tidak ingin melakukan ini terhadap Fajar tetapi rasa sakit yang dilakukan oleh suaminya menuntut dia untuk balas dendam terhadap anak itu. Padahal waktu sudah cukup lama,tetapi Karlina belum bisa berdamai dengan keadaan.
Hermawan mengusap wajahnya dengan kasar, dia frustasi dengan keadaan pada saat ini. Di sisi lain ia sangat sayang terhadap Fajar,ia juga tidak ingin mengorbankan anaknya untuk kepentingan bisnis, di sisi lain ia juga tidak bisa menolak keinginan Karlina. Sebab jika perempuan itu sudah murka maka semuanya akan berantakan, termasuk Fajar bisa saja diusir dari rumah ini.
Hermawan sangat bingung dengan semua keadaan ini, dia sangat sadar bahwa ini adalah semua berawal dari kesalahannya.
setelah kejadian itu perusahaan yang dipegang oleh Hermawan diambil alih oleh Karlina, sebab perusahaan yang dikelola Hermawan adalah warisan dari bapaknya Karlina. setelah kejadian itu Hermawan tidak mempunyai kekuasaan terhadap perusahaan, bahkan dia hanya sebagai wakil direktur di perusahaan itu jadi kekuasaan sepenuhnya ada di tangan Karlina.Awalnya perusahaan ini berkembang sangat pesat, tetapi karena waktu itu Hermawan mempunyai wanita lain sehingga dia tidak fokus terhadap perusahaan.Terjadilah korupsi di perusahaan itu, sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Setelah perselingkuhan Hermawan terbongkar,akhirnya Karlina mengambil alih perusahaan itu.Dia bisa membayar sisa-sisa hutang pada waktu itu sehingga perusahaan bisa berjalan normal lagi.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh Hermawan dan juga Karlina, ternyata pembicaraan mereka ada yang mendengarkan.Betapa terkejutnya orang tersebut di saat mendengar semua yang diucapkan oleh Karlina, pantas saja Karlina tidak pernah menyayangi Fajar ternyata ini alasannya.