Fajar Menanti Senja

Fajar Menanti Senja
Part 15


__ADS_3

"Mau apa kalian? " tanya Fajar terhadap beberapa orang yang menghadang nya.


"Kita bermain-main sebentar yuk! sepertinya seru juga yah" kata seseorang muncul dari arah belakang.


"Saya buru-buru mau pulang"


"Eitt, tunggu dulu kenapa mesti buru-buru. Kenalan aja kita belum! " kata Guntur sambil menatap tajam wajah Fajar.


"Lepaskan, saya tidak ada urusan dengan kalian" kata Fajar sambil memberontak saat, beberapa orang mencekal tangan nya. Jelas Fajar kalah dari mereka semua jika di lihat dari jumlah nya. Mereka lebih banyak sedangkan Fajar hanya sendirian.


"Apa kamu bilang? tidak ada urusan? justru urusan ku dengan kamu itu jauh lebih penting dan harus kamu ingat, jangan pernah berani mendekati Senja dia itu calon istri saya! dan untuk apa kamu membawa keluarga mu ke rumah Senja"


"Owhh jadi ini karena Senja, baru juga calon istri belum sah juga jadi suaminya. Dan itu masih hak bersama,tapi jika di lihat dari sifat kamu yang seperti ini nggak mungkin Senja mau jadi istri kamu" Fajar berkata dengan nada bicara sedikit penekanan.


"Jaga bicara mu! "

__ADS_1


"Berani nya keroyokan, cuiihh...cemen,coba kalau berani satu lawan satu" Fajar berkata sambil meludah ke arah samping.


"Berani kamu nantangin" Guntur sudah di penuhi amar.


"Lepaskan dia! " perintah nya kepada dua orang yang mencekal tangan Fajar.


Mendengar intruksi dari Guntur langsung di lepaskan.


"Ayo kalau berani lawan aku sekarang" kata Guntur .


Dengan satu serangan yang di berikan Fajar untuk Guntur sudah berhasil membuat laki-laki itu terhuyug, hingga nyaris jatuh jika tidak di tahan oleh beberapa orang yang ada di belakang nya.


"Segitu saja kemampuan mu, ayo serang aku! " kata Fajar.


Guntur pun berusaha membalas pukulan yang di berikan Fajar, tetapi usahanya sia-sia. Fajar berhasil menghindari semua itu dengan mudah dan bisa membaca gerakan Guntur.

__ADS_1


Kali ini giliran Fajar yang membabi buta menghajar Guntur habis-habisan, orang yang ikut bersama nya juga ikut menghajar Fajar. Tetapi dengan mudah nya mereka semua di kalah kan.


Setelah semua terkapar di jalan akibat pukulan yang di hadiahkan Fajar untuk mereka semua.


"Makanya jangan sok menjadi jagoan" ucap Fajar sambil mengusap ujung bibir nya, yang tadi terkena pukulan dari salah satu yang mengeroyok nya. Meskipun Fajar jago taekwondo, jika lawan nya keroyokan tetap saja sedikit kesulitan.


"Tunggu pembalasan ku" kata Guntur dengan nada bicara sedikit bergetar, sebab dia menahan rasa sakit akibat pukulan yang di hadiah kan Fajar untuk dirinya.


"Jangan banyak omong, dan mengancam orang. Obati dulu tuh semua luka kamu sebelum seluruh tulang-tulang mu ku hancurkan" kata Fajar sambil menendang salah satu dari mereka lalu, pergi berlalu untuk segera menuju tempat istirahat.


Fajar berjalan sedikit cepat agar segera sampai di rumah tempat nya beristirahat, setelah beberapa saat dia sudah sampai. Tanpa basa-basi Fajar langsung membuka pintu lalu menjatuhkan tubuh nya di atas sofa yang ada di ruangan tersebut. Di sana ada beberapa teman nya yang masih menunggu kedatangan dirinya.


Melihat Fajar sedikit engos-engosan langit pun bertanya "Kamu itu seperti habis ngebajak sawah saja, itu juga keringat. Terus itu ujung bibir mu kenapa lebam seperti itu?" tanya Langit.


"Tadi habis membasmi cecunguk yang menghalangi jalan" jawab Fajar dengan santai, sebab sekarang rasa capek yang di rasa tadi sudah mulai berkurang.

__ADS_1


"Ini minum dulu" kata salah satu teman nya sambil menyodorkan gelas yang berisikan air putih.


__ADS_2