
Waktu sudah menjelang pagi informasi soal Senja belum ada, Bumi merasa kebingungan sebab ini bukan lah daerah kekuasaannya.
Orang-orang yang di perintahkan nya belum juga memberi kabar, rasa cemas sudah mulai menyelimuti dirinya. Ia tidak akan memaafkan siapapun yang berani mengusik keluarga nya, sudah cukup semua penghinaan dan penderitaan yang di dapat pada tempo lalu. Sekarang tidak ada maaf lagi bagi orang yang berani Macam-macam dengan keluarga nya. Ia terus diam memutar otak bagaimana ia menemukan Senja dengan cepat, lapor polisi pun sia-sia sebab belum ada satu kali dua puluh empat jam sejak terjadinya Senja hilang.
"Apa di daerah sini tidak ada yang memiliki CCTV di rumahnya? siapa tahu bisa terekam dari punya mereka" tanya Bumi terhadap Surya yang dari tadi diam tanpa kata sebab ia bingung harus berbuat apa. Ini terlalu kaget baginya, bahkan rasa bersalah menghinggapi hatinya. Andai saja ia tidak lalai mungkin ini semua tidak terjadi terhadap Senja.
"Ada di rumah sebelah sana! " jawabnya sambil menunjuk ke arah rumah yang ada di sebrang jalan.
"Semoga ada titik terang keberadaan nya, siapapun yang sudah berani bermain dengan ku. Maka tidak akan pernah ada ampun" ucap Bumi sambil mengepalkan tangan nya.
Ponsel Bumi tiba-tiba berdering, ia langsung merogoh nya dari saku dan menjawab panggilan tersebut.
Percakapan Bumi bersama orang kepercayaan ternyata membawa informasi yang baik, bahwa mereka sudah menemukan lokasi keberadaan Senja.
"Baiklah, cepat kalian pergi ke sana! jangan sampai kehilangan jejak nya lagi" kata Bumi di akhir percakapan nya melalui sambungan telepon. Ia memutuskan sambungan telepon nya dengan sepihak.
"Apa ada kabar? " tanya Surya.
"Sekarang kita harus segera ke sana! "
"Ayok"
__ADS_1
"Aku ikut"ucap kedua perempuan itu dengan bersamaan.
" Kalian tunggu di sini saja, terlalu berbahaya bagi kalian jika ikut "kata Bumi.
" Tapi dia juga anak ku! "jawab Pertiwi dengan mata yang sembab ia tidak berhenti menangis meskipun Luna terus menenangkan nya, Luna juga merasakan hal yang sama tetapi dia lebih bisa mengendalikan perasaan nya. Seolah tak terlihat sedih di hadapan orang lain, padahal hatinya hancur di saat ia ingin memeluk sambil berkata bawa dia itu ibu Senja mengapa hal ini terjadi.
" Iya, aku juga ngerti tapi ini terlalu bahaya untuk kita.. percaya sama mereka pasti Senja Baik-baik saja, dia anak yang baik pasti Tuhan juga akan menolong nya. Percayakan semuanya terhadap kuasa-Nya "ucap Luna dengan nada suara yang lembut, berusaha untuk membuat Pertiwi mengerti dengan keadaan seperti ini terlalu bahaya jika ikut bersama mereka.
" Di sini saja, bersama Luna nanti akan secepatnya kami kasih kabar"kata Surya sambil mengusap kepala sang istri, ia berharap Pertiwi akan mengerti keadaan saat ini bukan lah hal yang tepat untuk ikut meskipun sangat menyayangi Senja.
Akhirnya Pertiwi manut apa yang di katakan suaminya, dan kedua peria yang sudah tidak lagi muda itu tetapi masih terlihat gagah apalagi Bumi terlihat lebih tampan dari sebelum nya. Akan terpesona bagi kaum perempuan yang melihat nya, tetapi cinta Bumi hanya untuk satu perempuan yang sudah berhasil melahirkan anaknya yaitu Luna. Meskipun sudah puluhan tahun mereka berpisah tetapi tidak mengurangi rasa cinta nya untuk Luna, bahkan tidak ada tempat bagi perempuan lain di hatinya.
Mereka pergi dengan menggunakan kendaraan milik Bumi, untuk segera menuju lokasi di mana orang kepercayaan sudah mengirim kan nya.
Di tempat lain.
"Cepat kamu bawa dia ke kamar ! " perintah laki-laki yang sangat terobsesi dengan Senja, jika ia tidak mendapatkan nya dengan cara baik maka semua cara akan di lakukan. Termasuk dengan cara kotor seperti ini.
"Baik bos.. " lalu mereka membawa Senja ke tempat yang sudah di perintahkan oleh sang bos.
Senja di bawa ke sebuah kamar yang sudah di siapkan oleh Guntur, ini Villa terletak di sebuah bukit pemandangan menghadap ke laut jauh dari keramaian kota. Bahkan tempat ini tidak banyak yang tahu, Guntur sengaja memilih tempat ini agar tak terdeteksi keberadaan nya.
__ADS_1
"Hati-hati jangan sampai dia terusik tidurnya! "
Mereka semua hanya mengangguk, obat bius yang di berikan kepada Senja itu termasuk ke dalam dosis yang sangat tinggi pasti akan sadarkan diri esok hari di saat Guntur telah melancarkan semu aksinya.
Setelah Senja berada di atas tempat tidur dengan mata tertutupi dengan pakaian tidurnya. Guntur mendekat ke arah Senja lalu menatap nya dengan lekat.
"Kamu itu sangat cantik, sehingga aku tergila-gila kenapa tidak mengerti itu bahkan penolakan yang selalu ku terima. Apa aku kurang ganteng di bandingkan dengan laki-laki yang kamu pilih itu, bahkan aku jauh lebih baik darinya" ucap Guntur dalam batin sambil mengelus wajah Senja dengan penuh cinta, hasrat Guntur mulai menggelora di saat tangannya menyentuh lembut nya kulit wajah Senja dan bibir ranum itu sangat menggoda sekali.
Guntur naik ke atas tempat tidur lalu memposisikan di samping Senja, layak nya sepasang suami istri mereka berada di atas kasur yang sama. Bagi Guntur ini sangat menyenangkan dan penuh perjuangan untuk sampai berada di titik ini, Senja masih berada di alam bawah sadarnya.
Guntur sudah tidak bisa lagi mengendalikan hasrat nya seperti ada magnet yang menarik dirinya untuk melakukan itu, otak jahat dan pikiran ingin memiliki Senja seutuhnya sudah menguasai mungkin dengan cara ini ia bisa memiliki Senja. Ia membuka pakaian yang di kenaikannya satu persatu hingga tersisa boxer ia akan melanjutkan aksi selanjutnya yang sangat tidak bermoral, jika di liat dari latar belakang pendidikan Guntur orang yang berpendidikan dan di besarkan oleh keluarga terhormat dan itu semua tidak menjamin perilaku seseorang jadi baik.
Di saat Guntur sudah berada di atas tubuh Senja dan akan membuka pakaian yang di kenakan Senja tiba-tiba, suara keras dan pintu di dobrak. Betapa terkejut nya Guntur di saat melihat orang yang datang dan berhasil menemukan keberadaan nya dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Dengan gerakan cepat Bumi menarik Guntur dari atas tempat tidur lalu menghajar nya Habis-habisan sampai babak belur, bahkan tidak ada perlawanan sedikit pun dari Guntur.
"Kamu sudah apakan akan saya, sekarang terima akibatnya" ucap Bumi sambil terus menghajar Guntur, cairan merah sudah mengalir dari ujung bibir dan hidung nya.
Guntur sudah terkulai tak berdaya beberapa orang suruhannya juga sudah terkapar menahan kesakitan, ia hingga tidak mendengar keributan di luar saat para pengawal Bumi menghajar semuanya. Kecantikan yang di miliki Senja sudah berhasil menghipnotis Guntur hingga tidak mendengar apapun yang ada di sekitarnya.
Surya langsung menuju tempat tidur dan membangunkan Senja tetapi itu semua tidak ada respon, apa mungkin Senja sudah meninggal.
"Hentikan... ayo lebih baik kita cepat bawa Senja, dia tidak mau merespon apapun! " kata Surya terhadap Bumi.
__ADS_1
Seketika Bumi menghentikan aksi nya, lalu mendekat ke arah Senja.
Dengan gerakan cepat ia mengambil alih Senja lalu di gendong, dan memberi perintah terhadap para pengawal untuk mengurus bajingan tengik macam Guntur.