Fajar Menanti Senja

Fajar Menanti Senja
Part 16


__ADS_3

"Ini minum dulu" kata salah satu teman nya sambil menyodorkan gelas yang berisikan air putih.


Fajar mengulurkan tangan nya mengambil gelas yang berisi air putih itu, lalu meneguk nya sampai tandas tanpa sisa setetes pun.


"Ada apa sih? coba kamu cerita siapa tahu kita di sini bisa bantu" tanya langit lagi terhadap Fajar, sambil menatap lekat wajah sahabat nya yang terlihat sangat lelah


"Tadi pas mau pulang dari mesjid di hadang oleh beberapa orang yang tidak di kenal, tetapi ada sih satu orang yang aku kenal. Kalian ingat nggak pas kita kunjungan ke sekolah di mana tempat Senja mengajar, nah di situlah bertemu orang tersebut" kata Fajar sambil mengingat namanya, sebab Fajar juga bertemu dengan Guntur baru sekali. Itupun hanya sepintas.


"Maksud kamu, temannya Senja yang sudah mukulin kamu? "

__ADS_1


"Bukan dia yang mukulin aku, lebih tepatnya dia yang babak belur. Ngapain coba macam-macam dengan Fajar"


"Owh, aku baru ingat yang kemaren menatap kamu dengan sinis itu kan saat dekat dengan Senja. Dasar laki-laki pengecut beraninya keroyok, kira lapor Pak Surya saja bahwa keamanan kita terancam gitu" kata salah satu dari mereka.


"Ah... seperti nya ide bagus, takutnya mereka kembali melakukan hal yang tidak kita duga. Jika kita sudah laporan, nanti Pak Surya yang membicarakan nya sama pihak terkait.Biasanya orang seperti itu akan nekat melakukan apapun" kata Langit.


"Ini bukan berlebihan, hanya menjaga keselamatan kita di Desa ini. Lagian masih mending kamu yang di keroyok, coba kalau aku sudah pasti menjadi dendeng balado oleh mereka"


"Sudah lah... ini waktu nya istirahat, biar besok kita bisa beraktivitas dengan baik waktunya mata terpejam" kata Fajar sambil bangkit dari duduknya, lalu berjalan perlahan untuk segera menuju tempat tidur. Meskipun nggak terkena pukulan dari para berandal jalanan tetapi tenaga nya hampir habis di pake menghajar mereka semua.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua mengambil posisi untuk tidur, dan mengistirahatkan tubuhnya. Agar esok hari bangun dengan segudang semangat dan harapan, bahwa hari esok akan lebih baik dari hari kemaren. Sebab hari ini akan menjadi pelajaran di hari selanjutnya.


Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa mereka semua sudah berada di alam bawah sadar. Hening itulah yang terjadi di tempat peristirahatan mereka, yang terdengar deru nafas semua orang yang sedang mengarungi mimpi, entah itu mimpi indah atau mimpi buruk.


Di tempat lain di waktu yang sama.


Keluarga Fajar sudah berada di kamar yang sudah di siapkan oleh Senja, Karlina sudah tertidur dengan pulas begitu juga dengan Hermawan tetapi entah kenapa Mega belum bisa memejamkan matanya, padahal kamar yang di tempat itu sangat rapih dan nyaman untuk di tempati. Mega bangkit dari atas tempat tidur lalu turun dan berjalan perlahan, di buka pintu kamar dia langkahkan kakinya. Entah mau ke mana tujuan nya, sebab Mega merasa gelisah dan tidak karuan padahal cuaca sangat dingin. Cocok sekali untuk mengistirahatkan tubuh.


Di saat sudah berada di ruang tengah, Mega di kagetkan dengan suara perempuan yang bertanya terhadap nya. Lalu Mega mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara, terlihat seorang perempuan yang sangat cantik dan sederhana tetapi itu semua malah terlihat semakin cantik di mata Mega.

__ADS_1


__ADS_2