
Hari sudah semakin larut, Senja sudah berada di dalam kamar yang sudah di siapkan oleh Luna, entah kenapa perempuan itu sangat baik. Akan tetapi itu semua terbalik dengan sang Mama dan Mentari dari tatapan nya sudah menunjukkan bahwa dua perempuan itu kurang suka dengan kehadiran Senja.
Senja dan keluarga nya tidak menghiraukan itu semua,yang terpenting bagi mereka Luna yang selalu bersikap baik terhadap nya.
Semua orang telah beristirahat sebab sudah terlalu malam untuk tetap terjaga dari tidur, Senja berusaha sekuat hati untuk tidak memikirkan hal lain.Ia sedang berfikir bagaimana caranya agar cepat berangkat ke luar Negeri untuk menggapai cita-citanya. Ia selalu berfikir positif bahwa ini jalan terbaik dari sang kuasa untuk kehidupan nya, ia berusaha menenangkan hatinya dan menutup mata dengan perlahan.
Pak Surya dan Bu Pertiwi berada di ruangan lain, mereka belum tertidur sebab kedua orang tua pasti mengkhawatirkan keadaan anaknya. Mereka tahu bahwa Senja pasti hancur hanya saja nggak bakal ada orang lain yang mengetahui bahwa dirinya sedang terluka, itulah hebatnya Senja. Bahkan saat melihat Fajar menyematkan cincin di jari Mentari, Senja terlihat sangat santai seolah tidak ada yang terjadi.
Waktu bergulir begitu cepat, pagi telah tiba.
Hari ini pak Surya dan keluarga akan kembali ke Desa, tetapi Luna selalu mencari alasan agar mereka semakin lama berada di kota.
Ibu Pertiwi meminta agar berbicara empat mata bersama Luna dan itu semua di setujui.
__ADS_1
Kedua perempuan itu sudah berada di dalam ruangan yang tertutup, ini adalah ruang kerja milik Luna.
"Ada hal penting apa yang ingin di sampaikan, sehingga meminta berbicara berdua? " tanya Luna terhadap Pertiwi di sini mereka terlihat sangat dekat sekali.
"Kamu mengenal Fajar sudah lama atau belum? "
"Belum lama, hanya saja keluarga nya datang melamar dan mereka saling mencintai ya aku sih mendukung apa yang mereka mau" jawab Luna
"Kenapa aku bisa bodoh seperti ini, maafkan aku! Sungguh tidak tahu apapun, akan ku coba berbicara terhadap Mentari"
"Sekitar beberapa bulan ke depan Senja akan melanjutkan pendidikan nya di luar Negri mungkin ini hal yang tepat,bagi Senja untuk melupakan apa yang terjadi di sini"
"Apa kamu nggak bisa melarang nya, bagaimana jika aku merindukan nya? "
__ADS_1
"Seharusnya kamu bisa mengambil keputusan, sudah saat nya dia mengetahui jati diri yang sesungguhnya. Jujur dalam hati ku yang paling dalam, nggak mau kebenaran itu terbongkar. Akan tetapi aku juga tidak mau egois dengan menginginkannya dia selalu bersama ku, sedangkan ada yang lebih berhak".
" Aku pun sangat rindu akan hari itu tiba, di mana selama ini hanya di kenal sebagai orang asing. Yang seharusnya bisa memeluk nya setiap saat, dan ini hanya bisa melihat dari kejauhan "kata Luna dengan raut wajahnya yang sedih.
" Mungkin kenyataan ini akan melukai Senja tapi dia juga berhak tahu akan kebenaran "
"Bagaimana jika dia membenciku, dan aku belum siap untuk itu"
"Senja anak yang baik, pasti menerima mu"
"Selama ini juga aku bertahan dengan rasa bersalah, dan terus berpura-pura menjadi donatur yang kamu kelola itu semua hanya untuk dekat bersama nya. Dan ada alasan aku untuk melihat senyum nya dan memastikan bahwa dia baik-baik saja, kamu pikir aku nggak terluka dengan keadaan ini. Yang ku khawatirkan sejak dulu yaitu keselamatan nya dari orang-orang yang berusaha untuk menyingkirkan nya, termasuk Mama"
"Apa dia nggak curiga? mungkin kamu yang telat menyadari"
__ADS_1