
"Kenapa kalian belum bersiap-siap,sebentar lagi berangkat loh.Malah enak-enakan santai di sini"kata sang Mama dengan suara yang menggema,di ruangan tersebut.
"Iya,Ma..."jawab mereka berdua dengan bersamaan.
Fajar dan Mega langsung bangun dari duduknya dan menuju kamar masing-masing, untuk segera membersihkan tubuhnya.Setelah mendengar teriakan dari sang Mama yang menyuruhnya untuk segera merapikan diri.
Setelah beberapa saat semuanya sudah rapih dan kembali ke ruang tengah, tetapi Fajar belum juga keluar. Entah kenapa anak itu menjadi super lelet. Padahal sang Mama udah bilang cepetan, eh tetap saja mengabaikan.
"Coba liat kakak kamu? lagi ngapain kenapa belum keluar juga. jangan sampai kita telat sampai di sana"
"Kita mau ngapain sih, Ma...aku nggak suka dengan cara yang seperti ini.Kak Fajar juga anak Mama jangan di korban kan untuk anak yang lain"kata Mega sambil menatap lekat sang Mama
"kamu itu tahu apa sih? masih kecil juga"jawab sang Mama dengan nada bicara yang meninggi.
"Tapi,Ma..."
"Sudah jangan banyak omong,cepat panggil kakak kamu!"
__ADS_1
Sangat sulit untuk merubah keputusan sang ,Mama yang sangat keras kepala jika sudah bilang A maka harus A nggak akan berubah jadi B.
Terkadang Mega merasa heran dengan sifat sang Mama yang begitu keras dan terbalik dengan sang ayah yang lembut.
Mega langsung berdiri dan melangkahkan kakinya untuk segera memanggil sang Kakak, setelah beberapa saat dia sudah sampai di depan pintu kamar Fajar dan mengetuk nya terlebih dahulu,dan setelah menunggu akhirnya pintu di buka.
"ada apa?"
"Ayo cepetan! kata Mama juga nanti telat loh"
"Iya,ini juga sudah siap "
"Kamu ngapain aja sih di kamar,telat nanti"kata sang Mama dengan nada bicara yang judes.
"Maaf"
"Ya sudah ,ayok kita berangkat"ajak sang Mama dengan penuh semangat.
__ADS_1
Dengan penuh semangat Bu Karlina berjalan lebih dulu untuk segera menuju kendaraan yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan, setelah beberapa saat semuanya sudah berada di dalam kendaraan tersebut dan siap untuk berangkat.
Dengan perlahan Pak Hermawan menginjak gas dan melajukan kendaraannya, kendaraan melaju dengan kecepatan sedang.Selama di perjalanan tidak ada satupun yang berbicara, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.Apalagi Fajar dia teringat terus tentang perempuan yang ditinggalkannya di Desa yang sudah mengambil separuh hatinya, laki-laki itu tidak bisa berpikir waras memang benar jatuh cinta itu seperti orang gila kebanyakan melamun dan bengong.
Perjalanan yang mereka lalui sangat lancar tidak ada hambatan sedikitpun, sehingga cepat sampai di tempat tujuan.
Pak Surya memarkirkan kendaraannya di depan rumah mewah yang mereka tuju, kedatangan mereka disambut hangat oleh pemilik rumah.
Mereka langsung diarahkan untuk menuju ruangan di mana mereka akan melangsungkan makan malam bersama keluarga tersebut, semuanya sudah berkumpul dan duduk di tempat yang sudah disediakan dan beberapa jamuan yang menyambut mereka.
Fajar melihat ke sekeliling rumah ini rumah mewah tetapi terlihat sangat sepi, seperti tidak ada penghuninya.Padahal di rumah ini ada beberapa orang yang tinggal menurut pengakuan dari mereka, yang menyambut kedatangan keluarga Fajar hanyalah seorang perempuan yang sudah tak lagi muda dan anak gadisnya.
"Apakah ini anak gadis ibu?"hanya Mega terhadap perempuan yang ada di hadapannya.
"oh dia itu cucu saya satu-satunya, kebetulan kedua orang tuanya lagi ada pekerjaan di luar kota jadi tidak bisa menghadiri acara pertemuan ini "kata sang ibu yang sudah tidak lagi muda tetapi masih terlihat sangat cantik.
Fajar mengerutkan alisnya mendengar pernyataan dari orang tersebut, kenapa sang Mama bilangnya ini acara penting yang harus dihadiri.Sedangkan kedua orang tua perempuan itu tidak ada, jika memang ini penting seharusnya keluarga dari perempuan itu juga harus hadir. tetapi ini kenapa malah tidak hadir, Fajar mencium ada yang tidak beres dengan hal ini.
__ADS_1
Cukup lama mereka melakukan makan malam bersama,dan mengobrol tentang kerjasama perusahaan yang akan dilakukan oleh perusahaan dari keluarga Mentari bersama keluarga Fajar yaitu dengan satu syarat Fajar harus mau menikah dengan mentari tetapi ini tidak boleh diketahui oleh kedua orang tua mentari bahwa pacar dijodohkan dengan mentari, harus diketahui oleh kedua orang tua dari mentari bahwa Fajar itu sangat mencintai mentari.Sebab kedua orang tua dari mentari sangat menentang soal perjodohan dan tidak setuju, makanya sang nenek merencanakan ini agar kedua orang tua dari mentari tidak mengetahui, bahwa ini adalah perjodohan. Meskipun perusahaan dipegang oleh ibunya dari Mentari kekuasaan sepenuhnya masih ada di tangan sang nenek, tadi sudah pasti apa yang diminta sang nenek untuk menyelamatkan perusahaan dari keluarga Fajar pasti disetujui oleh ibu dari Mentari.