
Dua bulan setelah kejadian itu.
Fajar sudah kembali ke kota dan menjalani hari-hari seperti biasanya. Hubungan nya dengan Senja semakin dekat, bahkan Fajar terang-terangan menyatakan perasaan nya saat dia hendak kembali ke kota. Dia berjanji terhadap Senja bahwa akan kembali ke Desa setelah dirinya lulus kuliah.Mereka selalu berkomunikasi via telepon atau media sosial lainnya.
Banyak pihak yang kecewa saat mereka mengetahui bahwa Fajar dan Senja saling mencintai, termasuk Langit dan Guntur. Bahkan Guntur pernah mengancam Senja, bahwa dia akan melakukan hal yang nekat jika Senja terus Menolak nya. Tetapi Senja tidak menghiraukan itu semua sebab cinta tak bisa di paksakan, dia berfikir jika Guntur benar mencintai Senja.Tidak mungkin melakukan hal yang akan mengancam keselamatan hidup Senja. Semua orang berfikir bahwa Guntur bukan cinta terhadap Senja lebih tepatnya ini sebuah obsesi, ingin mendapatkan sesuatu yang belum di miliki dan akan melakukan apapun. Cinta yang sesungguhnya yaitu mengikhlaskan dia bahagia bersama orang lain.Dan puncak cinta tertinggi adalah, selalu mencintai meskipun tidak di cintai dan selalu membersamai di setiap hembusan nafas dan do'a meskipun itu tidak di inginkan.
Pak Surya dan Ibu Pertiwi sangat mendukung keputusan anak nya dengan memilih Fajar bukan Guntur. Sebab kedua orang tua Senja juga tidak setuju anak semata wayangnya akan hidup bersama orang seperti Guntur yang tempramental, takutnya Senja jadi pelampiasan di setiap kemarahan Guntur nantinya.
Dan setelah hari itu juga Senja mengundurkan diri di tempat dia menjadi pendidik.
__ADS_1
Senja sekarang lebih fokus ke panti yang di urus orang tuanya, mungkin ini lebih baik daripada harus bekerja di tempat orang lain. Jadi lebih banyak waktu bersama anak-anak yang tinggal di panti.
Berbanding terbalik dengan keluarga Fajar, mereka semua tidak setuju apalagi sang Mama,atas hubungan nya dengan Senja. Hanya Mega yang menunjukkan respon baik terhadap hubungan kakaknya, Pak Hermawan buka tidak setuju tetapi dia takut terhadap istrinya.
Pak Surya termasuk suami yang takut terhadap istrinya, bukan istri yang patuh dan taat terhadap suami.
Di rumah Fajar.
"Ada acara bersama teman-teman" jawab Fajar.
__ADS_1
"Nanti malam ada acara bersama keluarga Mentari mama harap kamu pulang tepat waktu"
"Acara apa sih, Ma... Nggak perlu aku ikut" kata Fajar dengan raut wajah yang tidak suka, atas permintaan sang mama.
"Ini demi kelangsungan perusahaan kita, hanya kamu yang bisa menyelamatkan nya"
"Kenapa harus aku, kan masih ada Papa sama ka Sagara. Lagian aku tidak punya uang untuk menyelamatkan perusahaan"
"Bukan uang yang mama Minta, cuma kamu mesti menuruti semu keinginan mama. Ini semu demi keluarga kita, ingat Mega masih butuh biaya banyak untuk kuliah nya begitu juga dengan kamu. Dan bagaimana Mama dan Papa bisa hidup di sisa usia ini tanpa kemewahan ini semua" kata sang Mama dengan wajah penuh permohonan. Fajar belum bisa mencerna dari perkataan yang di ucapkan sang Mama, bantuan apa yang di maksud. Jika uang jelas Fajar tidak punya.
__ADS_1
"Ma... Jika kita harus bangkrut, mungkin ini semua teguran dari sanga kuasa bahwa selama ini kita telah mengabaikan nya. Jadikan ini semua pelajaran"
"Kamu itu ngomong apa sih,apa sih susah nya nurut sama orang tua" kata sang Mama dengan nada bicara yang sedikit meninggi.