
Setelah Langit masuk ke dalam Rumah, Fajar pun langsung mengikuti nya. Dia masih ingat dengan kejadian beberapa waktu lalu, pernah melihat seorang wanita di tengah malam. Sambil bergidik ngeri Fajar berjalan cepat sambil menutup pintu dengan keras.
Semua orang sudah berada di dalam rumah, akan memulai aktivitas malam dengan mengistirahatkan tubuhnya. Berharap esok hari akan lebih semangat menyambut mentari pagi dan memulai hari yang penuh semangat dengan penuh harapan bahwa hari esok akan lebih baik dari sebelumnya.
Fajar sudah berada di atas tempat tidur begitu juga dengan yang lain nya, mereka sudah mengarungi dunia mimpi tinggal Langit dan Fajar yang masih belum memejamkan matanya.
Di dalam keheningan malam Fajar berusaha untuk memejamkan matanya, tetapi saat itu pula bayangan wajah dan senyum Senja seketika muncul di dalam pikiran nya. Fajar pun senyum sendiri di kala mengingat wanita cantik dan shalehah itu, dalam hati kecil nya ingin sekali mendekati Senja tetapi tidak punya keberanian yang cukup. Fajar sangat sadar bahwa gadis seperti Senja sudah pasti menginginkan seorang lelaki yang baik pula, sedangkan dirinya hanyalah manusia yang penuh dengan dosa.
Waktu bergulir begitu cepat, akhirnya Fajar pun tertidur.
Di tempat lain.
Seorang gadis yang masih belum juga bisa memejamkan matanya, entah kenapa akhir-akhir ini Senja merasa kesulitan untuk tertidur. Padahal dia biasa di panggil putri tidur, di setiap ada kesempatan pasti dia langsung ke alam mimpi. Entah kenapa Senja mempunyai kebiasaan baru dengan sulit tertidur, padahal di sepertiga malam dia harus bangun lagi. Dan sekarang sudah pukul 1 dini hari belum juga tertidur.
Akhirnya Senja pun pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, berharap setelah itu akan ada rasa ngantuk datang.
__ADS_1
Setelah selesai dan Senja sudah keluar dari kamar dia duduk di atas tempat tidur, lalu naik dan merebahkan tubuhnya.
Dan pada akhirnya Senja pun memejamkan matanya, dan nafasnya sudah mulai teratur pertanda sang pemilik raga telah tertidur dan masuk ke dunia mimpi.
...****************...
Keesokan harinya seperti biasa, semua orang yang ada di muka bumi ini sudah memulai aktivitas nya. Ada yang di dalam ruangan dan ada juga di tempat terbuka, mereka tujuan nya sama untuk mencari nafkah untuk keluarganya hanya saja caranya yang berbeda.
"Ini kan hari libur, ikut yuk ke pengajian? " ajak Ibu Pertiwi terhadap sang putri, yang masih di sibukkan dengan aktifitas paginya yaitu menyiapkan sarapan untuk semua anak-anak.
"Ahhh... nggak ada tapi-tapian, pokoknya harus ikut ini acara satu kecamatan loh terus penceramah nya juga dari luar kota. Pasti sangat seru"
"Aku nggak suka keramaian dan ngantuk banget pagi ini, Bu... "
"Memangnya habis ngapain, jangan bilang kamu nggak tidur gara-gara terbayang-bayang wajah nya nak Fajar" kata Bu Pertiwi sambil tertawa kecil, dia sangat suka menggoda anak nya itu.
__ADS_1
"Ahhh... Ibu ada-ada saja, bagaimana bisa membayangkan orang lain yang baru saja di kenal" jawab Senja dengan raut wajah yang mulai memerah.
"Owhh... ternyata sudah sudah kenalan yah"
"Kemaren pas solat dzuhur di mesjid dekat sekolah kebetulan kita bertemu"
Percakapan pagi hari antara ibu dan anak itu, seperti nya sangat seru sehingga menciptakan canda tawa di antara keduanya. Aktivitas pun sudah selesai di laksanakan, dan sarapan sudah siap saji, sebentar lagi anak-anak di panti akan sarapan bersama.
Waktu bergulir begitu cepat, acara sarapan sudah selesai. Kini saat nya Senja mengikuti sang Ibu tercinta untuk ikut ke pengajian, begitu juga dengan anak-anak yang sedang KKN. Selalu ikut di setiap kegiatan yang ada di Desa ini.
Mereka semua pergi dengan berjalan kaki, sebab tempat nya tidak jauh juga dari Rumah Senja.Mereka semua berjalan beriringan, Ibu Pertiwi berada di paling depan sedangkan Senja dan yang lainnya mengikuti dari belakang.
Setelah cukup lama mereka berjalan akhirnya sampai juga di tempat tujuan, dan saat tiba di depan gerbang tanpa sengaja. Senja mengengol seseorang yang sedang membawa nampan berisikan makan untuk di bagikan kepada para jemaah pengajian.
"Maaf! " ucap Senja tanpa melihat ke arah orang tersebut.
__ADS_1