
"Assalamu'alaikum" ucap Fajar terhadap kedua orang tua nya beserta adik perempuan.
"Waalaikumsalam" jawab sang Ayah, Ibunya bukan menjawab salam malah melihat dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.
"Kamu di sini belum lama, kenapa sudah kucel seperti ini apa nggak pernah mandi atau apa? " tanya sang Mama.
"Apa kabar, Ma, Pa,? "
"Baik, kamu sendiri bagaimana? " tanya sang Ayah.
"Baik, Pa. Yuk masuk dulu? " ajak Fajar terhadap mereka.
Sang ayah berjalan mengikuti Fajar begitu juga dengan Mega, tetapi bagi bu Karlina serasa berat untuk melangkahkan kaki ikut masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Mereka semua duduk di ruang tengah dengan beralaskan tikar,keluarga itu saling bertukar cerita. Selama hampir dua minggu mereka tidak bertemu, apalagi adik perempuan nya yang merasakan sangat rindu. Yang biasa selalu ada yang menjemput atau mengantarkan nya setiap mau pergi ke mana pun, tetapi setelah Fajar pergi KKN Mega harus mandiri.
"Ka, tadi aku lihat ada perempuan di sana. Pake hijab tapi orang nya sangat cantik dan indah di pandang" kata Mega sang adik perempuan yang selalu di sayang Fajar.
"Ahh...mana ada cantik, tubuh di bungkus seperti lontong saja bagus! " bu Karlina menimpali ucapan Mega.
"Memang yang cantik menurut Mama itu yang seperti apa? " tanya Pak Hermawan.
"Mentari itu yang cantik, levelnya juga sama dengan kita bukan perempuan kampung"
"Sejak kapan kamu punya kata-kata bijak seperti itu, ya sudah itu Mama bawa makanan. Bagi sama temen-temen mu, itu semua titipan dari Mentari. Tadinya dia mau ikut tapi ada acara dadakan, hanya nitip itu untuk kamu" kata Bu Karlina.
"Iya, terimakasih banyak tapi bilangin lain kali nggak usah repot-repot seperti ini. Di sini juga banyak yang jualan"
__ADS_1
Waktu bergulir begitu cepat, tidak teras hari sudah hampir gelap. Bagi pak Hermawan terasa sebentar saat bersama Fajar, tetapi bagi Karlina terasa seabad berada di Desa ini.Kalau saja bukan ada tujuan tertentu untuk merayu Fajar, nggak mungkin dia mau datang ke Desa ini.Rasa tidak rela bagi Hermawan saat melihat wajah Fajar, yang sebentar lagi akan di tinggalkan lagi.
"Nggak menginap saja di sini, sudah terlalu sore lagian Papa juga Capek nyetir! " kata sang anak menghawatirkan keadaan orang tuanya, bagi Fajar sang ayah butuh istirahat terlebih dahulu untuk melanjutkan perjalanan nya esok hari. Jika pulang sekarang Fajar khawatir akan terjadi sesuatu terhadap kedua orang tuanya, Bagi Hermawan tidak masalah jika harus menginap di sini tetapi bagi Karlina itu sangat tidak mungkin.
"Nginep aja yuk, Ma... capek juga butuh istirahat, perjalanan kita bukan waktu sebentar loh" kata Hermawan terhadap sang istri dengan nada bicara penuh permohonan, sungguh dia merasakan lelah sekali dan butuh istirahat.
"Iya, sih... Ma" Mega juga ikut menimpali.
"Kalau nggak pulang kita mau menginap di mana masa harus tidur di lantai. Yang ada badan Mama sakit semua" jawab Karlina dengan nada bicara yang judes.
"Kan, bisa minta bantuan Pak Surya untuk mencari penginapan di dekat sini jika Mama nggak mau tidur di tempat ini. Yang penting jangan pulang malam ini tunggu besok saja, lagian ini sudah gelap sebentar lagi hujan" kata Fajar.
"Terserah kalian saja lah! " jawab Karlina dengan nada bicara kesal.
__ADS_1
Setelah cukup lama bernego dengan Karlina akhirnya, dia mau menginap di sini. Hermawan dan juga Fajar pergi ke rumah Pak Surya untuk bertanya penginapan terdekat di daerah sini, kali ini Karlina juga ikut turun dari dalam kendaraan di ikuti oleh Mega. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi kedatangan keluarga Fajar ke rumah Senja. Karlina sedikit merubah sikap nya tidak seperti tadi.