Fajar Menanti Senja

Fajar Menanti Senja
Part 12


__ADS_3

"Permisi, Pak numpang tanya kalau rumah nya Pak Surya yang mana? " tanya orang asing tersebut.


"Di sini, kalau boleh tahu ada tujuan apa yah? " tanya Pak Surya.


"Ini kami dari kota ingin menjenguk Fajar yang sedang melaksanakan tugas akhir kuliahnya di sini"


"Owhh, Ayah nya Nak Fajar. Silakan duduk dulu,"kata Pak Surya dia sampai lupa mempersilakan tamunya untuk duduk terlebih dahulu.


" Iya, terimakasih banyak Pak. Kebetulan kami sedang buru-buru ingin segera bertemu dengan Fajar"


Di dalam kendaraan yang terparkir di depan rumah Pak Surya, ada dua wanita yang memperhatikan interaksi antara Pak Surya dan juga ayahnya Fajar, hingga beberapa saat terdengar suara perempuan memanggilnya.


"Cepetan dong, Pa... ngapain sih lama-lama di situ" kata seorang wanita yang berada di dalam kendaraan, dia enggan untuk turun. Bahkan merasa sangat risih melihat keadaan kampung.


"Iya, Ma... tunggu sebentar" jawab Pak Hermawan.


Pak Surya hanya tersenyum melihat pemandangan yang baru baginya, dia baru pertama kali melihat seorang perempuan meninggikan suara saat berbicara terhadap sang suami. Sebab selam dia menjalin rumah tangga dengan Pertiwi, tidak pernah mengangkat suaranya saat berbicara kepada sang suami. Tetapi kali ini Pak Surya sangat heran dengan apa yang di lihatnya pada saat ini.


"Silakan, itu sebelah sana yang mereka tempati" kata Pak Surya sambil menunjuk ke arah rumah yang sedikit jauh.Sebab antara rumah yang di tempati Fajar terhalang oleh bangunan panti asuhan.


"Baik lah, terimakasih banyak" ucap Pak Hermawan sambil bangkit dari duduknya lalu pergi untuk segera bertemu dengan sang anak.

__ADS_1


Setelah kepergian Pak Hermawan, Ibu Pertiwi membuka suaranya.


"Aneh yah ko ada perempuan berbicara seperti itu terhadap suami, emang nggak takut durhaka apa"


"Ibu... jangan berkata seperti itu nggak baik, biarkan saja itu bukan urusan kita" ucap Pak Surya sambil tersenyum tipis menatap wajah teduh sang istri, yang selalu rindu di saat jauh dan membuat lengkap kebahagiaan di keluarga.


"Iya, maaf"


"Jangan di ulangi yah nggak baik! "


Pertiwi pun mengangguk pertanda setuju dengan semua perkataan dari sang suami.


"Asalamualaikum?Ayah, Ibu, aku pulang" kata Senja dengan senyum mengembang di wajahnya, entah apa yang terjadi dengan dirinya bahwa hari ini dia merasakan sangat bahagia.


"Tumben masih siang pulang nya? "


"Tadi di sekolah ada acara dari mereka yang KKN, jadi nggak ada jam ngajar hari ini"


"Sepertinya anak Ibu lagi seneng banget ni"


"Apa sih, Bu... " jawab Senja sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya dengan bergantian,lalu duduk di samping sang Ibu.

__ADS_1


"Masuk dulu, dan bersihkan tubuhmu jangan biasakan seperti ini! " nasehat sang Ibu.


"Iya, Itu tadi kendaraan yang berhenti di depan rumah yang di sana siapa? "


"Itu orang tuanya Nak Fajar, tapi ko Mamanya seperti itu ya. Padahal anaknya baik "


"Astagfirullah... Ibu kan tadi sudah di bilang" kata Kata Pak Surya.


"Iya, maaf Ibu khilaf" jawab Pertiwi sambil menundukkan pandangan nya.


"Aku masuk dulu" kata Senja sambil bangkit dari duduk nya dan pergi berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.


Setelah Senja masuk ke dalam rumah, Pak Surya dan Ibu Pertiwi juga mengikuti Senja.


...****************...


Di tempat lain di waktu yang sama.


"Ini tempat nya, tapi bagus juga terlihat sangat rapi" kata Mega adik nya Fajar, dia melihat ke sekeliling rumah.


"Mana ada rapi,rumah butut seperti ini "kata Bu Karlina Manya Fajar, dia seperti jijik melihat ke sekeliling rumah bahkan.

__ADS_1


" Ma... bisa nggak sih bicara baik sedikit saja"


Di saat mereka sedang berbincang dengan hal yang tidak penting ada orang yang datang dengan mengucapkan salam.


__ADS_2