
Hari yang seharusnya di sambut dengan penuh senyuman dan kebahagiaan, tetapi Fajar hilang semangat saat sang Ibu bilang akan pergi ke rumah temannya dan akan ada hal penting yang di bicarakan. Fajar sudah bisa menebak bawa pertemuan kedua keluarga itu akan berdampak buruk terhadap hubungan Dirinya dan Senja.
Dengan langkah kurang semangat, Fajar berjalan keluar rumah untuk segera bertemu temannya di kampus dan mempersiapkan skripsi.
Fajar pergi ke kampus dengan mengendarai kendaraan roda empat yang biasa di gunakan nya.
Dengan penuh hati-hati Fajar melajukan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, selama di perjalanan Fajar terus lah kepikiran soal Senja betapa dia merindukan gadis itu. Yang selalu membuat dirinya tenang dan nyaman ketika berada di dekat wanita itu.
Waktu bergulir begitu cepat, Fajar sudah sampai dan mereka sedang duduk ngobrol di kantin yang berada di sana. Biasanya Fajar selalu bisa mencairkan suasana, entah kenapa hari ini dia terlihat seperti orang yang punya beban pikiran yang berat.
__ADS_1
"Kenapa sih Jar... dari tadi itu minuman cuma di aduk-aduk saja, kasian dia loh nunggu di minum" kata Langit sambil menatap lekat wajah sahabat nya itu yang terlihat kusut.
"Iya, nggak biasanya loh kamu seperti ini... ada masalah cerita dong sama kita" Mendung juga heran dengan sikap sahabat nya hari ini.
"Nggak apa-apa ko, hanya rindu suana Desa KKN" jawab Fajar asal, nggak mungkin juga dia bicara kepada sahabat nya sial pertemuan nanti malam.
"Kangen Desa nya atau Mojang yang ada di sana" ledek Langit sambil tertawa kecil, di ikuti oleh Mendung. Mereka berpikir bawa Fajar saat ini sedang merindukan Senja sang pujaan hati.
"Di sana lebih adem dan nyaman jauh dari keramaian, membuat pikiran dan hati jadi tenang. Bahkan masyarakat di sana jauh dari kemewahan dan hal itu membuat kita merasa nyaman" kata Fajar sambil menatap lurus ke depan.
__ADS_1
"Terus kamu mau pindah ke Desa, biar hidup kamu nyaman bersama sang pujaan hati" kata Langit dengan nada bicara mencibir.
Percakapan di antara para sahabat sudah menghabiskan waktu yang cukup lama, sudah waktunya mereka mengakhiri dan pulang ke rumah masing-masing. Langit pergi bersama Mendung, mereka sekarang sudah sah menjadi sepasang kekasih. Langit sudah ikhlas melepaskan Senja untuk Fajar begitu juga Mendung lebih memilih melupakan cintanya untuk Fajar dan mulai merajut kasih bersama Langit.
Di tempat lain.
Senja sedang bermain bersama anak-anak yang ada di panti, sekarang lebih banyak waktu di rumah. Sebab setelah kejadian itu Senja lebih memilih berhenti mengajar dan fokus ke panti asuhan yang di kelola kedua orang tuanya. Senja juga sudah mendapatkan tawaran mengajar di tempat lain, tetapi wanita itu belum bisa untuk mengajar di tempat baru sebelum pendidikan Sarjana nya selesai.Ia merasa bahwa ilmu yang dia punya belum layak untuk di bagi ke orang lain.
Senyum perempuan itu semakin terpancar di wajahnya, saat bermain bersama anak kecil.Ternyata anak kecil yang tak berdosa, sungguh membuat Senja melupakan sejenak rasa rindunya untuk sang pujaan hati. Yang sudah satu bulan tidak bertemu, mereka berkomunikasi hanya lewat sambungan telepon atau aplikasi chat.
__ADS_1
Di saat Senja sedang menatap lekat seorang anak kecil yang tertawa terbahak-bahak, terdengar suara yang mengagetkan dirinya.