Fajar Menanti Senja

Fajar Menanti Senja
Part 24


__ADS_3

Mega masih mematung di depan kamar Fajar, di saat suara teriakan menggema di ruang itu.


"Astaga,ini masih pagi kenapa teriak-teriak" kata Mega sambil menatap lekat wajah sang Mama yang terlihat sangat marah.


"Habis ngapain dari kamar Fajar? "


"Tidur" jawab Mega dengan singkat.


"Mama nggak suka dengan apa yang kamu lakukan, jangan pernah lakukan ini lagi" kata sang Mama dengan penuh penekanan.


"Dia itu kakak ku, kenapa nggak boleh "


"Jangan pernah membantah ucapan orang tua, sudah sana pergi mandi! nanti siang kita akan pergi keluar untuk membeli perlengkapan untuk acara lamaran"kata sang Mama, sambil pergi berlalu meninggalkan Mega yang masih berdiri.


Setelah sang Mama tidak terlihat lagi, ia juga melangkahkan kakinya untuk segera pergi ke kamarnya dan melaksanakan ritual pagi nya. Sebelum beraktivitas di luar sana, Mega termasuk anak yang resik dan suka akan kebersihan.

__ADS_1


Waktu bergulir begitu cepat, dengan berat hati Mega harus mengikuti kemauan dari sang Mama. Menghabiskan waktu seharian untuk berkeliling dan mencari barang untuk di bawa pas acara lamaran nanti, rencana sudah di susun dengan rapi. Agar Ibu dari mentari tidak mengetahui bahwa ini semua acara perjodohan, dengan kekuasaan yang di miliki Nenek nya Mentari ini semua berjalan sesuai dengan rencana.Fajar anak yang nurut dia walaupun sangat mencintai Senja, akan tetapi cinta kepada keluarga itu yang lebih besar.


Fajar juga belum siap untuk jujur terhadap Senja dengan apa yang terjadi dengan hidup nya. Rencana lamaran akan di laksanakan minggu depan dan sekaligus merencanakan untuk tanggal pertunangan antara Fajar dan Mentari. Ia selalu berdoa semoga ada jalan terbaik untuk hubungan nya dengan Senja.


...****************...


Di tempat lain.


Hari-hari senja di lalui seperti biasa, gadis sederhana yang sangat ceria selalu membuat orang merasakan nyaman saat berada di dekat nya.


Pagi ini Senja bersama ibu tercinta dan Ayah nya, sedang duduk di teras belakang hanya sekedar minum teh bersama.


"Ayah, Ibu, bagaimana kalau aku melanjutkan pendidikan ke Kairo. Teman ku ada yang akan berangkat ke sana ini permintaan dari kampus yang menjadi lulusan terbaik nanti akan melanjutkan S2 di sana dengan gratis, asal memenuhi syarat .Dan aku salah satu mahasiswa yang mempunyai kesehatan itu" kata Senja terhadap kedua orang tuanya, awalnya ia enggan untuk mengutarakan niatnya untuk pergi ke Negara sebrang. Entah kenapa keinginan nya semakin kuat menguasai hatinya. Ia berfikir nggak ada salahnya jika menerima tawaran dari pihak kampus untuk melanjutkan nya di sana.


"Yakin ingin pergi ke sana? bagaimana dengan Ayah dan Ibu yang sudah tua" kata Pertiwi.

__ADS_1


"Apa nggak ngasih ijin, Ayah, Ibu"


"Ayah selalu mendukung apa yang menjadi keputusan mu, hanya saja bagaimana dengan Fajar apakah dia memberi ijin? " tanya pak Surya.


"Pasti mas Fajar ngizinin kalau aku bilang, lagian kita juga belum berencana untuk menikah. Kata nya dia akan datang melamar ku jika sudah mempunyai uang yang cukup"


"Walaupun hati ibu berat untuk jauh dari mu, tetapi jika itu cita-cita yang ingin di gapai ada di sana, Maka pergilah... Doa ibu selalu membersamai" kata sang ibu sambil mengelus punggung tangan sang anak dengan penuh cinta.


"Aku janji akan cepat menyelesaikan pendidikan di sana, biar segera kumpul bersama lagi"


"Rencana kapan berangkat nya? " tanya Pak Surya.


"Mungkin pertengahan tahun ini berangkat, setelah semua persiapan nya selesai. Lagian aku kan belum di wisuda meskipun udah lulus"


Keluarga kecil yang harmonis, itulah impian semua orang. Sebetulnya untuk menjadikan itu semua sangat lah mudah hanya saja kita sebagai manusia yang mempersulit nya. Terkadang dari sepasang suami istri sama-sama ingin di mengerti padahal bukan seperti itu konsep nya.

__ADS_1


__ADS_2