
Setelah sampai di rumah nya Surya, mereka semua masuk setelah di persilahkan oleh pemilik rumah. Pada saat ini yang membuka pintu yaitu Senja,dan mereka semua di persilakan duduk di ruang tamu. Senja kembali ke dalam dan memanggil sang ayah untuk segera menemui tamunya.Fajar terus memandang perempuan itu hingga sudah tidak bisa di lihat lagi, setelah beberapa saat Pak Surya datang menemui keluarga Fajar tetapi sudah rapi seperti hendak pergi ke mesjid. Fajar menjelaskan tujuan nya datang ke rumah pak Surya, yaitu untuk bertanya penginapan terdekat di daerah sini. Dan Pak Surya menyarankan agar mereka menginap di rumah nya saja, sebab masih ada beberapa kamar yang kosong.
Bagi Hermawan sih nggak masalah jika harus tidur di mana saja asal bisa istirahat untuk malam ini, tetapi beda lagi dengan Karlina dia sejak datang ke rumah pak Surya menelisik dari setiap sudut ruangan.
"Kenapa harus di penginapan, toh di sini masih ada beberapa kamar. Teman-teman perempuan Fajar juga tinggal bersama anak-anak di sebelah sanah" kata Pak Surya sambil menunjuk ke arah bangunan yang ada di samping rumah nya, tetapi masih tersambung ke rumah utama.
"Iya, Ma... kita menginap di sini saja! udah sore juga" kata Hermawan sambil menatap lekat wajah sang istri.
"Serah.. Papa" jawab Karlina dengan nada bicara yang jutek.
"Ya sudah nanti ke kamar di antar oleh Senja" kata Pak Surya sambil memangil anak gadisnya untuk mengantar tamu ke kamar yang akan di tempati.
Tidak berselang lama, Senja sudah ada di hadapan semuanya dan Mengajak keluarga Fajar untuk segera ke kamar.
__ADS_1
"Terimakasih banyak, Pak" ucap Fajar dengan nada bicara yang lembut dan santun, jika diliat dari kelakuan Karlina ini sangat jauh beda dengan sikap Fajar yang seperti ini, mungkin Fajar mengikuti sifat sang Ayah.
"Sama-sana ,Ya sudah, silakan ikut sama dia. Saya ke mesjid dulu! sudah adzan" kata Pak Surya sambil bangkit dari duduknya.
Pak Surya melangkahkan kakinya dengan perlahan untuk segera menuju mesjid, sebab sudah ada panggilan untuk solat berjemaah.
Setelah beberapa saat ternyata Fajar mengikuti pak Surya hingga sampai di mesjid mereka bersama.
Fajar ikut solat berjemaah di mesjid yang sama dengan Pak Surya tetapi Pak Hermawan tidak. Mungkin tidak beda jauh dengan Fajar, sang ayah ataupun Ibunya sama sekali jauh daripada agama. Jadi wajar jika Fajar kurang paham akan pendidikan soal agama, sebab kedua orang tuanya tidak mengajarkan nya untuk itu.
Di dalam kamar keluarga Fajar sedang duduk di atas tempat tidur yang yang ada di sana,tiba-tiba pintu kamar di ketuk. Lalu Mega bangkit dari duduk nya untuk segera membuka pintu kamar.
"Maaf mengganggu, ini mukena takutnya mau solat" kata Senja sambil menyerah kan benda tersebut.
__ADS_1
Mega mengulurkan tangan nya mengambil nya, sambil berkata "terimakasih"
"Sama-sama" jawab Senja sambil tersenyum tipis, lalu berpamitan untuk kembali.
Setelah Senja pergi, Mega pun menutup kembali pintu kamar lalu menyerahkan Mukena terhadap sang Mama.
"untuk apa itu? " tanya Karlina terhadap sang anak.
"Untuk solat, Ma... masa mau di pakai selimut, kan nggak lucu" jawab Mega sambil duduk kembali di samping sang Ayah.
"Kamu saja yang solat, lupa bacaan nya juga"
"Mama, bukan nya ngajarin yang bener sama anaknya! " ucap Mega.
__ADS_1
...****************...
Semua jemaah yang ada di mesjid sudah pulang ke rumah masing-masing. Tetapi Fajar masih mengobrol bersama pak ustadz yang ada di sana, dia selalu mencuri waktu santai nya untuk belajar agama. Tidak terasa waktu bergulir begitu cepat, sudah saatnya Fajar dan juga pak Ustadz kembali ke rumah dan beristirahat setelah seharian beraktivitas. Fajar pulang hanya sendiri, sebab teman-teman yang lainnya tidak ke mesjid pada malam ini. Di saat Fajar sedang berjalan tiba-tiba di hadang oleh segerombolan orang tidak di kenalnya.