Fajar Menanti Senja

Fajar Menanti Senja
Part 23


__ADS_3

Mega yang niat awalnya untuk membujuk sang Mama jadi mengetahui sebuah kebenaran yang tertutupi rapat,Ia sangat kaget dengan apa yang di dengar nya.Pantas saja sang Mama selalu memperlakukan Fajar tidak adil,ternyata ini alasannya.


Mega tidak kuasa menahan sesak yang ada di dadanya, bagaimana jika sang Kakak yang mendengar ini semua sudah pasti hancur.


Tanpa di sadari air mata Mega sudah meleleh,Ia sungguh tidak percaya dengan bapa yang baru saja di dengar.


Ternyata alasannya ini"pantas saja mama tidak pernah pernah menyukai kak Fajar, tapi dia nggak salah,Ma...tidak seharusnya memperlakukan nya seperti ini"Mega membatin sambil duduk di lantai, sungguh dia merasa lemas bahkan kakinya serasa tidak kuat untuk menopang bobot tubuhnya.


Mendengar kenyataan pahit yang baru saja terungkap.


Setelah cukup lama Mega duduk di depan pintu kamar orang tuanya, akhirnya dia perlahan bangkit lalu berjalan untuk meningkatkan tempat itu.Ia berniat untuk menemui sang kaka, dengan langkah bontai dan rasa kecewa yang ada di hatinya dia berjalan perlahan untuk segera menuju kamar Fajar. setelah beberapa saat Mega sudah berada di depan pintu kamar sang kakak, lalu dia mengetuknya hingga beberapa saat pintu kamar sudah terbuka. Terlihat dengan jelas pria bertubuh tinggi berdiri tegak di hadapannya.


"ada apa? ini sudah malam bukannya istirahat!"kata Fajar sambil menatap lekat wajah sang adik yang terlihat sangat murung.


"boleh nggak aku tidur di kamar kakak? malam ini saja"pinta Mega terhadap sang kakak, dengan wajah penuh permohonan.

__ADS_1


"mata kamu sembab habis nangis? apa yang kamu tangisin?"


"aku tadi mendengar suara yang aneh jadi aku takut,nggak berani tidur sendiri di kamar "dusta Mega dia berharap dengan beralasan seperti ini sang kakak mengijinkannya untuk tidur bersama.


"kamu nangis gara-gara takut? "


"iya, boleh ya aku tidur di sini "rengek Mega terhadap sang kakak.


"terserah kamu deh"jawab Fajar sambil masuk kembali ke dalam kamarnya.


Setelah berada di dalam kamar Mega duduk di atas tempat tidur, sambil melihat ke sekeliling jika dilihat kamar yang ditempati Fajar itu sempit. Fasilitas yang mereka miliki pun berbeda, terkadang Fajar diperlakukan tidak adil. bahkan ke kampus saja sering menggunakan angkutan umum, berbanding terbalik dengan Sagara dan juga Mega yang selalu diperlakukan istimewa oleh sang Mama. Pantas saja Sagara tidak pernah menyukai Fajar, ternyata sekarang Mega tahu ini alasan dari semuanya yang selalu memperlakukan Fajar tidak baik.


Meskipun Mega sudah tahu akan kebenaran, akan tetapi dia tidak akan pernah mengurangi rasa sayang terhadap sang kakak. Walau bagaimanapun Fajar tidak salah, ini semua kesalahan dari kedua orang tuanya. Tidak pantas untuk dibenci atau diasingkan, Fajar juga tidak meminta dilahirkan dari rahim orang yang biasa disebut Bu Karlina itu sebagai pelakor.


"kenapa sih kamu itu tiba-tiba pengen tidur di kamar kakak,biasanya juga nggak pernah takut sama apapun. Aneh..."

__ADS_1


"aku ini adik mu,ka... masa iya nggak boleh tidur satu kamar, lagi pula aku ini perempuan pantas dilindungi sama kakak laki-laki"kata Mega sambil mengejutkan bibirnya.


"ya sudah cepetan tidur ini sudah malam nggak baik juga"kata pacar sambil mengambil bantal dan menarik selimut, dia berniat ingin tidur di atas sofa dan membiarkan sang adik tidur di atas kasur yang biasa ditempatinya.


Akhirnya Kakak adik itu tidur di dalam satu kamar, meskipun Mega hanya berpura-pura tidur terlebih dahulu.


Setelah memastikan bahwa Fajar sudah tertidur, Mega bangkit dari tidurnya lalu perlahan turun dari tempat tidur untuk menghampiri sang kakak yang sudah tertidur di atas sofa yang ada di kamar tersebut.


"Kakak aku sangat menyayangi kamu apapun yang terjadi nantinya jangan pernah tinggalin aku, kita ini saudara meskipun beda ibu. Meskipun aku sudah tahu kebenarannya tetapi tidak akan pernah mengubah rasa sayangku terhadapmu"ucap Mega dalam batin sambil menatap lekat wajah sang kakak.


Setelah cukup lama Mega menatap wajah sangkaka, akhirnya dia pun merasakan kantuk .Lalu berjalan perlahan dan naik kembali ke atas tempat.


Mega sudah mulai menutup matanya, pertanda dia sudah masuk ke alam bawah sadarnya.


Malam berlalu begitu cepat, tanpa terasa waktu pagi sudah tiba, Fajar yang sensitif akan pencahayaan.Ia mengerjapkan matanya karena merasakan sinar matahari yang masuk lewat celah jendela.

__ADS_1


Fajar pun membangunkan sang adik, sebab waktu sudah siang. Mega langsung bangun dari tidurnya, turun dari tempat tidur dan berjalan perlahan untuk segera keluar dari kamar Fajar. Setelah berada di luar kamar Fajar, tiba-tiba suara seseorang berteriak terhadap dirinya.


__ADS_2