Fiktif Belaka

Fiktif Belaka
Sweet Nightmare #1


__ADS_3

Halo apa kabar !!


Salam kenal !!


Terima kasih sudah membaca ceritaku, Aku bahagia sekali !!! Aku juga bahagia sekali bisa membuat cerita-cerita seperti ini.


Saking bahagianya Aku sampai berguling-guling


⊂( ̄(エ) ̄)⊃


Tapi Aku tahu, jika cuman sampai disana ceritaku akan makin membosankan, jadi Aku terus ubah temanya nih, dan sekarang Aku akan membuat horor romantis.


Sebenarnya gak ada horornya, ya tapi begitulah 😊


Selamat membaca, kisah cinta seorang gadis yang pindah rumah ke tempat paling angker, dan di tempat itu, Dia bertemu dengan seorang pria tampan, dan sering di rumorkan, bahwa Dia adalah seorang hantu 🌝


Aku mulai ya ☺


...°°°°°°°°°°°...


Sweet Nightmare #1


Aku Seki, Aku adalah Gadis SMA biasa, dan yang membuat Aku luar biasa cuman 1 hal, yaitu sekarang Aku akan tinggal di Rumah besar yang tidak terawat ini.


Aku bilang begitu, karena tampak dari luar Rumah ini sangat tua, mungkin lebih tepat di sebut Mansion daripada Rumah, karena nuansa klasiknya sampai membuat bulu kudukku menari hebat.

__ADS_1


Sebenarnya Aku tidak mau, tapi mulai hari ini, ini adalah Rumahku...


Jujur, Aku sangat takut saat baru sampai di Rumah ini, bahkan kakiku sedikit gemetaran saat berjalan ke arah gerbang, dan mungkin ini cuman halusinasiku saja.


Entah kenapa, sedari tadi terdengar suara gagak sedang berpesta suara, dan itu membuat Aku berpikir, pasti disini banyak hantunya.


Mungkin bukan hanya Aku saja, tapi siapapun yang melihat Rumah ini, akan mengurungkan niatnya langsung, dan Aku jamin itu.


Haahh.... Kenapa harus Rumah ini!? Mama kejam... Mama seenaknya memutuskan Rumah baruku..." begitulah isi pikiranku sekarang.


Namun sebanyak apapun mengeluh, Aku tahu itu tidak akan berguna, dan lagi, badanku sudah sangat lelah, lebih baik berpasrah saja sambil melangkah ke dalam Rumah ini. Hahh....


Kriiettt!!" Derit pintu terdengar sangat nyaring saat Aku buka.


Hiiiyyy..... memangnya tidak ada Rumah lain selain ini apa?" Gumamku sambil bergidik ngeri melihat aura dalam Rumah ini.


"Permisi, Aku Seki, yang rencananya akan tinggal disini." Sautku, sambil melihat keseluruh penjuru rumah di depan pintu.


Aku berdiri disana bukan tanpa sebab, pasti kalian juga bisa menebaknya, Aku masih sangat takut, apalagi disini sangat sepi, dan kenapa juga pintunya tidak dikunci, Aku takut ada apa-apa di dalam.


Tapi sayangnya ketakutanku masih kalah dengan rasa lelah ini, bagaimana tidak, Aku menghabiskan 4 jam perjalanan kesini tanpa tidur, dan itu sangat membebani tubuhku.


Dengan rasa takut bercampur capek, Aku memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam.


Dan sial, baru juga tiga langkah Aku menginjakkan kaki di Rumah ini. Kreeekk!!!

__ADS_1


Gyyaaaaa...." Teriakku kencang.


Braaakkk...!!!"


Tenang saja itu bukan suara hantu, klise banget jika harus seperti itu :)


Inginnya sih Aku bilang begitu, tapi sayangnya pikiranku sekarang tidak sejalan dengan hatiku.


Bahkan siapapun pasti akan sepertiku, apalagi tadi Aku jatuh dari atas, karena lantai kayu pijakanku tadi roboh, jika ada orang yang masih bisa tenang, Akan Ku nikahi Dia.


Sekarang, rasa sakit mulai menjalar di seluruh tubuhku, bahkan Aku mencoba untuk berdiripun hasilnya nihil, Aku terlalu lelah untuk berdiri, apalagi ditambah tadi jatuh, mmm.. rasanya enak banget.


Dengan susah payah Aku mencoba untuk berdiri, dan tanpa kusangka, mata bodohku ini menangkap sesuatu yang tidak ingin Aku lihat.


Gyaaaa....!!!!" Teriakku kencang saat melihat seseorang di depanku.


Nampak seorang lelaki tinggi berjalan santai di simpang kamar depanku, tentunya Aku tidak melihat bagaimana rupanya, karena Ia sedang menghadap ke arah sana.


Dan saat Aku berteriak tadi, Dia langsung melirik ke arahku, raut wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup oleh poni rambut yang panjang, dan hanya menyisakan sebelah mata yang sedang menatap tajam ke arahku.


Sial, belum juga 10 menit Aku berada disini, tapi Aku sudah dua kali mengalami kejadian buruk, dan apa-apaan itu, apa Dia hantu?


Tentunya Aku tidak sempat berpikir apapun pada saat Aku melihat tatapan matanya itu, dan pastinya seperti orang pada umumnya, Aku langsung pingsan pada detik itu juga.


Bruukk!!" Sesaat sebelum pingsan pun Aku masih tahu, bahwa Aku menjatuhkan tubuhku dengan keras di lantai.

__ADS_1


...°°°°°°°...


__ADS_2