Fiktif Belaka

Fiktif Belaka
Cinderella? #2


__ADS_3

Menurut kabar dari Kota, Dia bukan Pangeran...


...°°°°°°°...


"Luki, Pemuda Cinderella... Dia mau di ajak kerja sama nggak ya? Pura-pura juga gak apa-apa." Ucap Lita penuh harap.


Lita, menjadi sangat tertarik, setelah mendengar cerita dari Pengasuhnya itu, sambil memikirkan sesuatu di imajinasinya, Ia melamun cukup dalam.


"Tapi kalau nggak ada Ibu Peri Penyihir, Dia nggak bisa datang Ke Pesta.." Ujar Sugi, memotong khayalan Putri Lita.


"Benar, Penyihir! Siapa ya yang jadi Penyihir, lalu menemui Pemuda itu?" Lita tidak marah dengan ucapan Sugi, melainkan Ia tertarik dengan ucapannya.


"Semua sibuk menyiapkan Pesta, Gak ada yang sempat menjadi Penyihir." Ucap Ria menjawab pertanyaan Lita.


Tentu Lita tidak bisa tinggal diam, karena impiannya sekarang, sudah tepat berada di depan matanya. Dengan tekad yang bulat, dan keinginan yang kuat, Lita memiliki ide kecil untuknya...


...******...


Di Depan Rumah Cinderella


Brum, brum!" Suara Mobil yang menjauh setelah menurunkan penumpangnya.


Tap! "Sepertinya Rumah yang itu." Ucap Lita sambil menunjuk Rumah besar yang ada dihadapannya.


Ya, rencana Lita sebelumnya adalah Dia sendiri yang menjadi Penyihir nya. Dia datang berdua dengan Pengawalnya Sugi, dengan semangat yang berapi-api, terlihat jelas di manik matanya, Dia melangkah maju.


"Ayo..!" Ucap Lita kepada Sugi.


"Nona Lita, lebih baik Saya saja yang jadi Penyihir, dan menemui Dia... Lihat, seperti ini." Ucap Sugi, sambil membuka mantel, dan menunjukan Kostum Penyihir Modern miliknya.


"Sempurna kan?" Lanjutnya sambil tersenyum bangga.


"Bukan begitu. Salah salah!" Ucap Putri Lita setelah melihat penampilan Pengawalnya itu.


Dan tanpa berlama-lama, Lita pun melakukan hal yang sama seperi Sugi. Dia membuka mantelnya, dan menunjukan Jubah Penyihir Tradisional.


"Penyihir itu seperti ini. Sugi, ikuti Aku terus, dan kawal Aku." Perintah Lita kepada Sugi, sambil memasang ekspresi serius di wajahnya.


"Jadi Pengawal Penyihir. Keren...!" Sugi terpesona melihat penampilan Putri Lita, dan Ia juga senang dengan tugasnya yang menjadi Pengawal Penyihir.


.


"Aku nggak yakin Dia mau bekerja sama dalam situasi ini. Supaya nggak ketahuan Ibu Tiri dan Kakak Laki-lakinya, Kita lewat Taman Yuk!" Ucap Maria sambil berjalan ke arah Taman, dan di ikuti oleh Sugi dari sampingnya.


Mereka sudah memakai mantelnya kembali, sambil melihat ke kanan dan kiri, Mereka berjalan, dan sedikit mengendap-endap sampai Taman.


Sesampainya di taman, Lita melihat ke arah jendela, dan disana terlihat seseorang yang sedang menata rambut.


"Itu dia kan? Yang sedang di tata rambutnya, itu pasti Ibu tirinya. Sepertinya Dia di suruh oleh Ibu tirinya." Ucap Lita menduga-duga.


Sraak srakk! "Sugi ikut melihat ke arah jendela, dan sembunyi di belakang rumput bersama Putri Lita.


...******...


Di Dalam Rumah Luki


"Wah... Bagus sekali! Terima kasih." Ucap seorang wanita yang tadi sedang di tata rambutnya. Sambil menatap pantulan dirinya di cermin, Dia terpesona dengan hasilnya yang sangat bagus.


Ya, wanita itu adalah Ibu Tirinya Luki, dan Dia tadi sedang di tata rambutnya oleh Luki.


"Luki emang apa-apa bisa, Kau lebih hebat daripada Pelayan yang berpengalaman." Tambah Ibu Luki.

__ADS_1


Khu khu khu. "Ibu terlalu memuji, ini kan demi penghematan." Jawab Luki sambil tersenyum dan tertawa kecil.


Klak!" Suara pintu yang dibuka.


"Ah, sepertinya Kakak-kakaknya datang." Ucap Maria yang sedang memantau ke arah jendela.


"Luki, maaf ya, Kau gak bisa ikut Ke Pesta." Ucap salah satu Kakaknya yang mendekat ke arahnya.


"Luki lebih baik nggak pergi, soalnya susah kalau sampai tertangkap Cewek-cewek aneh." Ucap Kakanya yang satu lagi.


"Banyak sekali Cewek yang sombong, Kami akan mencarikan anak baik-baik untuk Luki." Lanjutnya.


Mereka berdua adalah Kakak tirinya Luki, dan Mereka berniat datang, untuk menjemput Ibunya.


"Nanti Kami bawa oleh-oleh kok!" Ucap Kakaknya itu, sambil melompat dan memeluk ke arah Luki.


"Aku nggak butuh, tolong jangan lakukan hak yang sia-sia." Jawab Luki, sambil berusaha melepaskan pelukan Kakaknya.


"Ngomong-ngomong, kalian makan disana ya, biar hemat uang makan."


"Ok baik, kalo bisa nanti Kami bawakan roti." Jawab Kakak-kakaknya.


"Sana pergi, ikut Mobil Paman. Soalnya kita nggak bisa memanggil Mobil, hush hush." Ucap Luki menyuruh Mereka segera pergi.


"Baik, Kami pergi dulu ya." Jawab Kakaknya, sambil melambaikan tangan, Mereka pergi.


...******...


Kembali Ke Putri Lita...


"Sepertinya semua suka pada Luki, kenapa begitu?" Ucap Lita merasa bingung dengan apa yang Dia lihat.


"Dia mengantarkan Kakak-kakak Tirinya sambil tersenyum, sepertinya Dia orang baik. Kalau tiba-tiba adalah Penyihir, Dia kaget nggak ya?" Tanya Lita kepada Sugi.


"Ayo Kita Ke Dapur! Dia pasti disana." Saran Sugi.


...*****...


Pintu Belakang Rumah Luki


"Aku akan mengetuk pintunya." Ucap Sugi kepada Lita.


"Selamat sia..." Saat Sugi baru akan mengetuk Pintunya, bahkan ucapannya pun belum selesai.


Klek." Suara gagang pintu itu turun.


Braak!! "Waaa.." Pintu itu menghantam wajah Sugi yang berada tepat di depannya.


"Eh? Ada apa? Kalian siapa?" Tanya Luki dengan wajah tanpa dosa.


"Ka..Kami Penyihir yang datang menemui mu." Jawab Maria sambil berpose ala Penyihir.


"Apa Kau nggak mau pergi ke Pesta, Cinderella?" Tanya Sugi sambil mengusap keningnya.


"Nggak terima kasih." Blam!' Luki menolaknya langsung, sambil menutup pintu itu.


"Eh?" Putri Lita terkejut dengan reaksi dari Luki.


"Tunggu sebentar, tolong buka pintunya, Luki! Ada yang ingin Ku bicarakan!!" Brak,brak!!' Teriak Sugi sambil menggedor pintu.


Brak! "Salesman pergi saja..!" Jawab Luki sambil membuka pintu tiba-tiba.

__ADS_1


Tap!" Sugi berhasil menghindari pintu itu, dan menangkapnya dengan segera sebelum kembali di tutup oleh Luki.


"Ayo sekarang Nona Lita." Ujar Sugi sambil tersenyum.


Blam! "Permisi." Ucap Lita dan Sugi setelah masuk ke dalam Rumah Luki.


"Apa-apaan kalian?! Aku nggak menyuruh kalian masuk!" Ucap Luki kesal kepada Mereka.


"Kami kan Penyihir yang akan menyihir Cinderella." Jawab Putri Lita tenang.


"Siapa yang Cinderella? Ku panggil Polisi lho! Dasar Penyusup!" Ujar Luki Marah, dan memasang ekspresi mengancam tepat di depan wajah Putri Lita.


"Su..Sugi, kenapa beda dengan rumornya?" Ucap Lita syok dengan apa yang di lihatnya.


"Sikapnya beda sekali dengan yang tadi." Tambah Sugi.


"Rumor?!" Luki bingung dengan ucapan dari Lita tadi.


"Ya, Kami dengar, ada orang yang nasibnya seperti Cinderella, karena itu Kami datang menemui mu." Jelas Sugi kepada Luki.


"Aahhh, keadaanku memang seperti itu. Cuma Ibu dan Kakak-kakak tiriku, memanjakan Ku. Sejak kecil Aku anak yang manis, pintar, dan bisa apa saja, jadi mereka mengandalkanku."


"Yaaa, itulah yang diincar, kalau Aku nggak menangani keuangan disini, mungkin Keluarga ini sudah bangkrut. Ibu dan Kakak-kakakku sangat boros, sejak Ayah nggak ada, terasa sekali pengaruhnya."


"Untuk melindungi Rumah ini, Aku memecat semua Pelayan, semua Pekerjaan Rumah, Aku yang kerjakan." Jelas Luki kepada Lita dan Sugi.


"Hebat." Lita memasang ekspresi kagum sambil mendengar cerita Luki.


Dia cukup percaya diri, Dia tahu itu susah, tapi Ia terus berusaha. Apa Dia benar-benar Bangsawan Muda?" Batin Lita bertanya-tanya.


"Tentu saja, seharusnya Rumah itu jadi milikku." Tambah Luki.


Sugi dan Lita hanya mengangguk mengiyakan semua perkataan Luki.


"Aku bermaksud mendepak Kakak-kakak, juga membajak Rumah ini. Tentu saja Aku akan melakukan penghematan dan bersih-bersih."


"Haha, sebelumnya Aku memegang Pekerjaan Rumah Tangga. Nggak rugi Aku bersikap ramah, mudah sekali menangani Kakak-kakak, Aku juga dapat tambahan Toko." Luki menjelaskan semua rencananya.


Tentu saja, Lita dan Sugi terkejut dengan perkataannya itu.


"Memangnya, nggak apa-apa, menceritakan itu kepada Kami?" Tanya Sugi.


"Haaa? Kalian bukan di pihak Mereka kan?" Tanya balik dari Luki.


"Biarpun ada yang memberitahu Mereka tentang keburukan Ku, nggak akan ada yang percaya. Karena kalian nggak akan bisa mengubah citraku." Jelas Luki.


"Lalu, kalian ada urusan apa denganku?" Tanya Luki.


"Kami ingin membuatmu bisa pergi Ke Pesta di istana, seperti dalam dongeng..." Jawab Sugi.


"Kami sudah merencanakannya, tapi bagaimana menurutmu, Nona Lita?" Tanya Sugi.


"Apa Luki ingin pergi Ke Pesta?" Ucap Lita bertanya.


"Boleh juga, soalnya Aku nggak pernah kontak dengan orang lain. Kalau Aku pergi, Aku bisa makan, lumayan hemat uang makan." Jawab Luki.


Hanya demi Makanan dan Kontak!?" Dalam hati, Lita terkejut.


Tapi, bagaimana dengan kenyataannya? Benar kalau Dia sesuai dengan kabarnya, pasti karena Dia pandai bersandiwara." Pikir Lita.


...°°°°°°°°°°°...

__ADS_1


__ADS_2