
BINGUNG
Sekolah - Kelas 2A
"Ada apa Maria?" Tanya Yuuki penasaran karena melihat Maria melamun sambil menatap kalung miliknya.
"Nggak..." Jawab Maria singkat.
Padahal Dia Cowok yang selama ini kucari..." Batin Maria gelisah memikirkan soal Pangeran.
.
Teng, teng, teng, teng!" Suara bel sekolah menandakan istirahat.
Di depan pintu kelas 2A....
"Hei, hei, charlo!"
"Rambut pirang dan mata biru, Kau benar-benar keren!" Lanjut dari Cewek teman sekelasnya.
"Aku kan orang Perancis." Jawabnya sambil tersenyum.
(Di Kota Kecil Pinggiran Paris ini, banyak bukan keturunan murni dari sana, dan hampir semua, memiliki mata hitam atau coklat)
Bla, bla, bla, bla".
(Pangeran benar-benar populer di sana)
Kenapa Kau pindah dari SMP Elit?"
Sudah punya pacar?" Beragam pertanyaan muncul.
"... Pacar sih nggak ada... Tapi kalau Tunangan ada."
"Aku datang untuk bertemu wanita yang memiliki kalung yang pas untuk di sematkan batu permata ini." Lanjut Pangeran sambil memperlihatkan Batu Permata.
"Kalung...?"
"Jangan-jangan yang waktu itu di cari si Maria..." Ucap Machi.
"Jadi charlo adalah Sang Pangeran yang di cari Maria?!" Obrolan Kelompok Machi itu setelah mendengar ucapan Pangeran.
Maria mendengar obrolan itu, namun Ia tidak memperdulikannya, lalu berniat untuk pergi keluar. Sesaat Ia baru saja mau keluar., tiba-tiba Ia di serang oleh kumpulan Cewek itu.
"Nggak bisa begitu! Setelah Yuuki, sekarang giliran Charlo?!" Ujar Machi sambil mendorong Maria hingga hampir terjatuh.
Kyaaa!"
Bruuk!" Maria menahan dirinya dengan memegang meja.
Ternyata kalian menyukai Yuuki juga ya?" Batin Maria sambil membetulkan posisinya.
"Aduh... Hakku rusak..." Hak sepatu Maria lepas, saat Ia menahan agar tidak jatuh tadi.
"Padahal ini Sepatu kesayanganku." Sambil melepas Sepatu itu, Maria memasang raut wajah sedih.
"Pi.." Piyo juga ikut sedih.
"Kau nggak apa-apa Maria?" Tanya Yuuki setelah melihat kejadian yang menimpa Maria.
"Biar Ku suruh Desainerku untuk membuatkan Sepatu yang lebih indah ya." Ucap Pangeran kepada Maria.
Waah senangnya," ujar para Cewek itu yang mendengar ucapan Pangeran.
Yuuki yang kesal dengan ucapan Pangeran itu, lalu Dia mendekat kepada Maria dengan cepat.
"Bodoh. Jangan main beli saja," Yuuki mengambil Sepatu itu dari Maria.
Masih bisa diperbaiki." Pikir Yuuki setelah melihat keadaan Sepatu Maria.
.
Beberapa saat kemudian...
"Ini benda kesayanganmu kan. Nih sudah di perbaiki." Yuuki mengembalikan Sepatu Maria yang sudah di rekatkan kembali dengan lem.
Setelah Ia menerima Sepatu itu dari Yuuki, terpancar aura kagum dari raut wajahnya.
Sebenarnya, Aku punya 100 pasang Sepatu yang sama, karena merupakan kesayanganku..." Maria ingat dengan koleksi sepatunya di Rumah.
Tapi, rasanya senang sekali." Batin Maria masih terpesona kepada Yuuki.
"Terima Kasih.." Ucap tulus Maria kepada Yuuki.
"Membetulkan sepatu seperti itu sih, bukan cara Orang Kaya banget... Danlagi, ngapain Kau memelihara Anak Ayam Murahan ini." Ucap Pangeran setelah melihat Maria terpesona karena Yuuki.
"Pi?!" Piyo marah.
"Piyo bukan peliharaan! Dia adalah Sahabatku." Maria marah, sambil mengarahkan Piyo kepada Pangeran.
"I...Iya." Pangeran terkejut dengan respon Maria, dan berusaha untuk tidak memperpanjang hal itu.
...******...
Kantin
__ADS_1
"Waktunya makan siang." Ucap Pangeran, sambil berjalan masuk kedalam Kantin.
Eh..?! "Makan Siangnya sesederhana ini..?!" Pangeran terkejut dengan Menu Sekolah ini.
Charlo?" Ucap Murid yang sedang mengantri di belakangnya.
.
"Hari ini, untuk merayakan kepindahan Ku... Kalian semua akan Ku traktir masakan Perancis." Ucap Pangeran yang menyajikan Hidangan Mewah di Kantin, setelah Ia memesannya beberapa menit yang lalu.
Sepertinya lezat"
Hebaaat" Murid lainnya terpesona.
"Ayo makan " Ucap Pangeran kepada Maria yang baru datang, sambil membawakan satu menu mewah kepada Maria.
"Wah, sudah lama..." Maria tergiur dengan Hidangan itu.
"Eh... Tapi Kami sudah buat menu masakan sekolah." Saut Ibi Kantin.
"Lebih enak Masakan Perancis ah!" Jawab murid yang sudah memakan Hidangan dari Pangeran.
Benar!" Saut yang lainnya.
"Padahal sudah dibuatkan.." Ibi Kantin merasa sangat kecewa.
Hebat!"
Mewah banget!" Ramai murid yang tergiur dengan Hidangan dari Pangeran.
.
"Lho, Yuuki?" Maria bingung setelah melihat Yuuki lebih memilih Masakan Ibi Kantin.
"Aku lebih memilih ini." Ucap Yuuki.
"Kenapa?" Tanya Maria bingung.
"Inikan sudah dibuatkan." Jawab Yuuki.
"Nggak apa-apa kan?" Saut Pangeran yang ikut dalam obrolan.
"Dia pasti gak tahu rasa Masakan level atas." Lanjut Pangeran dengan tatapan mengejek.
Yuuki membalas tatapan itu dengan sinis.
"Duh, maaf ya, Aku kurang memahami perasaan Rakyat Jelata sih..." Ucap Pangeran meledek.
"Charlo!" Teriak Maria.
"Makanya, Aku nggak ingin mau berhubungan dengan orang-orang kaya macam kalian." Lanjut Yuuki serius.
Hegh..." Maria terkejut dengan pernyataan Yuuki.
Yuuki..." Batin Maria.
"Ayo pergi Maria." Ucap Pangeran, lalu membawa Maria pergi dari hadapan Yuuki.
Maria pergi meninggalkan Yuuki karena di bawa oleh Pangeran. Perlahan Maria menjauh, Ia melihat raut wajah Yuuki yang tampak sedikit murung.
...*******...
Taman
"Maria.. Maria..." Saut Pangeran kepada Maria yang sedang melamun kencang.
"Tertawalah, kan lagi menikmati tea-time." Lanjutnya.
(Mereka menggelar tea-time di taman dekat lapangan tempat para murid olahraga).
Hah?!" Maria tersadar dari lamunannya.
"Iya, iya, maaf, ini Cake buatan Ku." Ucap Maria sambil mengeluarkan kotak berisi Cake Spesial buatannya.
Waaah..."Short Cake, atau Choco Cake ya.." Pangeran berbinar-binar, mengharapkan sesuatu yang enak dalam kotak itu.
Maria lalu meletakan Cakenya yang masih terbungkus oleh kotak di meja.
"Makanan Favoritku, Cake Tradisional Spesial." Maria membuka tutup kotak itu, dan memperlihatkannya kepada Pangeran.
Pangeran membatu setelah melihat penampilan luar dari Cake buatan Maria,
"Ya... Yang ini nanti saja ya." Ucap Pangeran sambil memindahkan tempat duduknya Ke Samping Maria.
Kleeeek!" Kotak berisi Cake Maria di geser menjauh oleh Pangeran.
"Hm... Cakenya..." Ucap Maria tampak bingung.
"Maaf ya, Aku nggak bisa makan makanan dengan bahan kualitas rendah begini." Ucap Pangeran dengan nada lemah lembut.
"Sekarang kan Kita lagi berduaan, gimana kalo Kita membicarakan tentang masa depan kita." Lanjutnya sambil merangkul pundak Maria.
Sedihnya, padahal Aku sudah berusaha membuatnya..." Batin Maria sambil melihat Cakenya yang di pindahkan begitu jauh.
Tapi Yuuki... 'pahit..rasa macam apa ini' Meski berkata sejahat itu, tapi Dia tetap menghabiskan semuanya.
__ADS_1
Hah?!... 'padahal sudah dibuatkan..' Maria ingat dengan perkataan Yuuki sebelumnya di Kantin.
'ini Benda Kesayanganmu kan...' tentang Sepatu.
Yuuki... Selalu menjaga perasaanku " dalam hati Ia berpikir.
Tapi Aku... Malah tidak sadar sama sekali..."lanjutnya dalam hati.
"Maria." Ucap Pangeran. Lalu, bukannya menjawab, Maria malah...
Gratak! "Aku memang bodoh...!" Maria seketika beranjak dari tempat duduknya, lalu berteriak.
"Maria..?" Pangeran terkejut karena Maria tiba-tiba pergi meninggalkannya.
"Aku baru sadar, berapa banyak pun uang... Nggak akan ada artinya, kalau isi hatinya kosong!" Maria berkata sambil membelakangi Pangeran, lalu pergi.
Pangeran hanya bisa terdiam setelah mendengar perkataan Maria.
.
Saat ini juga... aku ingin bertemu Yuuki...!" Batin Maria membara.
...******...
Di lain tempat - di suatu jalan...
Yuuki sekarang sedang berjalan santai sendirian, tapi Ia terkejut dengan banyaknya lembaran kertas yang berjatuhan dari langit.
Sewaktu Yuuki mengambil kertas yang bertebaran itu satu, Ia terkejut, karena ternyata isinya merupakan pencarian orang hilang atas nama dirinya.
...?!" Yuuki tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.
Weeerr.... 'Sasaran di temukan' ucap Maria di dalam helikopter yang berada tepat di atas kepala Yuuki.
"Yuuukiiiii....." Teriak Maria.
Yuuki yang pada saat itu sedang membatu melihat poster orang hilang itu, menjadi tersadar setelah mendengar teriakan Maria.
"A... Uwaaaaa....." Yuuki makin terkejut, setelah Ia melihat ke arah sumber suaranya, ternyata Maria malah sedang melompat dari atas Helikopter.
Wush!" Parasut bermotif polkadot terbuka dari belakang punggung Maria.
Waaaa!"
Bruaaak!" Karena jaraknya terlalu dekat, jadi Maria kehilangan kendalinya dan berakhir menabrak Yuuki, dan mereka berdua terjatuh sehingga terbaring di jalan.
"Ngapain Pakai Heli..?" Tanya Yuuki yang bingung dengan kelakuan Maria.
"Aku ingin bertemu Yuuki." Jawab Maria dan melepaskan parasut yang menutup tubuhnya.
"Kan besok bisa bertemu di Sekolah."
"Aku nggak bisa menunggu selama itu!" Jawab Maria sedikit teriak.
"Aku takut di benci Yuuki... Aku .. sangat-sangat takut." Lanjut Maria sambil meneteskan air matanya.
Huaaaaa!" Maria menangis sejadi-jadinya, lalu memeluk Yuuki yang baru saja berdiri.
"Dasar.." Ucap Yuuki yang melihat Maria sedang menangis di pelukannya.
Tap! "Kau ini, benar-benar Nona yang aneh ya..." Sambung Yuuki, sambil membalas pelukan Maria, dan mengusap lembut rambutnya dari belakang.
Yuuki... Selalu hangat dan baik." Maria terpesona dengan yang telah di lakukan oleh Yuuki.
"Lho, mana Charlo? Dia Pangeran impianmu kan?" Tanya Yuuki, sambil melepas pelukan Maria darinya.
"Bukan!" Jawab Maria spontan.
"Lho kenapa?" Yuuki bingung dengan jawaban yang diberikan Maria.
"Habis... Tangannya..." Ucap Maria sambil seperti memikirkan sesuatu.
"Tangan?" Tanya Yuuki yang tidak mengerti.
"Tangan Charlo begitu dingin." Lanjut Maria, sambil mengingat kembali sejak pertemuan pertamanya dengan Pangeran di halaman sekolah waktu itu.
"Dulu... Tangan anak laki-laki itu... Begitu hangat. Charlo bukan Pangeran yang selama ini kucari!" Tegas Maria berkata.
"Bukankah panas tubuh itu, setiap hari juga sama?" Ucap Yuuki sedikit bingung dengan ucapan Maria.
Tap,tap,tap.. " sebelum Maria membalas perkataan Yuuki, seseorang datang menghampiri mereka.
"Maria... Kau masih juga bersama lelaki seperti itu?" Saut seseorang itu yang ternyata adalah Pangeran.
"Dengan menyematkan Batu Permata ini di dalam kalung, maka pernikahan kita akan terwujud." Lanjutnya sambil mendekat ke arah Maria.
"Kau pasti akan menaati peraturan yang sudah ada turun-temurun di keluarga Himemiya kan?"
"Nah... Tidak seharusnya Kau berada disini," pungkas Pangeran sambil menyentuh wajah Maria.
"Karena Hari Minggu nanti, akan di adakan Pesta Pertunangan kita..." Lanjut Pangeran semakin mendekatkan tubuhnya kepada Maria, dan sekarang dalam posisi memeluk.
Yuuki...!" Batin Maria, dan menunjukan ekspresi yang sangat terganggu oleh Pangeran.
"Maria...!" Respon Yuuki setelah melihat keadaan itu.
__ADS_1
...°°°°°°°°...