
Hai, sudah lama Kita tidak bersua, maaf Aku jarang up ya, sebenarnya banyak cerita singkat yang ingin Aku up disini, tapi sayangnya ada tapi, hhe... Dahlah baca aja cerita terbaruku ya. 🤗🤗🤗
.
Dear My Guardy
Bercerita tentang orang tua Siska yang menugaskan seorang anak lelaki bernama Sio, untuk menjadi Pengawal Pribadi Siska saat keduanya bepergian.
Sio sebenarnya sangat terkenal karena prestasinya di Sekolah, dan mereka merahasiakan dari Sekolah bahwa mereka tinggal bersama.
Sio tampak mendambakan sebuah "Keluarga". Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan keluarganya?
Simak kisahnya ya...
...“ψ(`∇´)ψ...
...°°°°°°°°°...
"Ke, kenapa?" Tanyaku.
"Papa sudah bilang, tiba-tiba kami dapat tugas ke luar negri!" Jawab Papa.
"Mana bisa kami meninggalkan putri Kami yang manis sendirian kan?" Lanjutnya dengan senyuman, seolah hal yang sedang Dia rencanakan ini bukanlah masalah besar.
Aku tidak menjawab perkataan Papa, karena saat ini Aku sedang menatap bingung, atau mungkin aneh lebih tepatnya, ke arah seorang yang tidak Aku kenal di depanku.
"Jadi, untuk sementara, Dia akan tinggal bersamamu, Kamu tidak perlu khawatir." Ucap Papa sambil merangkul anak lelaki sepantaranku itu.
__ADS_1
Saat ini Aku hanya bisa membatu bingung, tentunya dengan satu pertanyaan besar di benakku, Siapa Dia?
Aku tahu orang tuaku aneh, tapi menyuruh putrinya tinggal bareng cowok seumuran yang tidak di kenal!?
"Namaku Sio..." Ucap Sio memperkenalkan diri dengan ramahnya.
Tidak tidak...!" Batinku menolak.
"Ini aneh banget!!" Teriakku pada Papa.
"Pagi-pagi begini, Papa bilang apa! Padahal bisanya overprotektif! Ini sangat mengkhawatirkan daripada sendirian kan? Kalau begini..." Ocehanku pada Papa.
"Ha aha ha... Nggak khawatir kok." Jawab Papa santai dengan tawa ringannya.
"Dia Bodyguard yang bisa di percaya, iya kan? Sio paham? Kalau melakukan yang tidak-tidak pada Siska..." Ucap Papa dengan senyuman sinis.
"Saya akan *Seppuku!" Jawab Sio tegas.
"Eh?" Gumamku aneh.
"Soalnya Siska bikin cemas dan manis, jadi tolong jaga Dia ya." Ucap Papa sambil memegang pundak Sio tanda memberikan kepercayaan padanya.
Aku tidak habis pikir dengan Papa, bagaimana bisa Dia setenang itu, dan Mama?
"Kalau Sio, Mama takkan khawatir, mohon bantuannya..." Ucap Mama yang baru datang setelah selesai berkemas.
Hahh... Ternyata Mama pun sama saja, apa mereka benar-benar khawatir padaku? Ah.. Keadaan ini membuat pikiranku menjadi kacau.
__ADS_1
"Siska, tunjukkan kamar yang kosong ya." Lanjut Mama sambil berjalan ke arah pintu menyusul Papa.
"Eh...!? Tungg...." Belum selesai Aku berkata, mereka berdua sudah menghilang dari pandanganku.
"Siapa sebenarnya orang ini...!? Tunggu! Kalian serius!?" Teriakku pada Papa dan Mama yang sudah berada di dalam mobil.
"Dia anak Kami!" Jawab Papa sambil melambaikan tangannya.
Bruumm...." Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Papa dan Mama pergi begitu saja meninggalkanku.
Seharusnya saat ini Aku menjadi kesal atau marah, tapi karena ucapan Papa tadi..
"Ki, kita saudara yang terpisah... Kamu Adikku?" Tanyaku pada Sio yang berada di dalam.
"Kamu bodoh ya?" Jawab Sio tidak peduli, dan apa-apaan itu, tatapannya...
Kenapa ini, sikapnya.. Kenapa Dia berubah!?" Batinku bertanya-tanya.
"Mereka berdua baik hati, memperhatikanku seperti anak sendiri, itu maksudnya. Aku permisi masuk." Jawab Sio sambil melangkah pergi.
"Eh! Tunggu, ini aneh! Kamu sungguhan akan tinggal disini? Lalu, keluargamu? Tak keberatan?" Tanyaku bertubi-tubi padanya.
"Aku hidup sendirian." Jawab Sio singkat.
"Eh... Kok bisa? Wah, Aku iri. Keluargaku super ketat, ada jam pulang segala." Ucapku malah terpesona.
"Siska." Ucap Sio sambil mendekat ke arahku, lalu Ia tanpa ragu menarik daguku begitu saja, Aku tidak tahu apa yang akan di lakukannya.
__ADS_1
"Asal tahu saja, Aku membencimu..." Ucap Sio dengan tatapan dinginnya, dan itu berhasil membuatku melotot terkejut.
...°°°°°°°°°...