
Hai, kembali di Fiktif Belaka, kali ini Aku membawa cerita baru lagi, rasanya senang sekali mengubah-ngubah Genre seperti ini.
Mungkin, cerita ini nantinya akan sangat singkat, Aku harap kalian dapat puas setelah membaca ceritaku.
Selamat Membaca 😚😚😚
...••••••••••••...
Take Me To Toy Land #1
📞📞📞📞
"Apa ini dengan Nona Yui? Saya dari Pt.Dandai, selamat Anda berhasil lulus wawancara..."
.
Di hari yang tenang, tanpa campur tangan gerimis atau sang surya, Aku mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan.
Horee!!! Dengan begini, Aku bisa pergi ke dunia Sylvania Family!!" Teriakku dalam hati.
Hanya kata itu yang bisa Aku lontarkan sekarang, entah bagaimana lagi Aku harus berekspresi, pokoknya ini adalah hal manis yang selama ini Aku impikan.
...••••••...
O iya, Kita kenalan dulu sejenak, namaku adalah Yui, Aku Anak SMA biasa, namun memiliki impian yang luar biasa.
Walau bisa di bilang sederhana, tapi ini adalah mimpiku yang paling berharga. Walau Aku anggap itu sebagai mimpi, tapi orang lain malah menganggap hal ini obsesi.
Tapi gak salah juga sih, karena Aku sangat suka dengan mainan, salah satunya adalah Sylvania Family. Saking sukanya dengan Sylvania Family, Aku sampai ikut kerja sambilan di perusahaan mainan.
Dan ternyata Aku lolos, bak dapat tiket togel berhadiah ratusan juta, Aku sangat teramat senang.
Dan sekarang, Aku sedang di depan gedung perusahaan itu, pemandangan ini sangat istimewa, karena ini menjadi awal dari kebahagiaanku yang baru, dan gedung tinggi itu akan menjadi saksinya.
Gedung yang berhasil membuat Aku terpesona sebentar, tapi bukan karena kegagahannya yang berdiri tegak menembus awan itu, alasannya sangat sederhana, dan pasti kalian juga tahu.
Lalu, dengan hati yang siap, perasaan yang tenang, Aku melangkahkan kakiku untuk menginjak dunia baru.
__ADS_1
.
"Mulai hari ini, Kau akan bekerja mendampingi Wakil Presdir. Ini merepotkan, banyak sekali Pekerja Sambilan yang mengincar Wakil Presdir..." Jelas Hana, Hrd Perusahaan ini.
"Mengincar.. Wakil Presdir!?" Gumamku terkejut.
"Tapi Kamu berbeda kan?!" Tanya Hana tanpa melihat ke arahku.
"A.. Aku sih karena suka dengan Silv..." Jawabku ragu, namun belum juga selesai...
"Aku juga benci alasan yang sepele, seperti 'karena Aku suka mainan' atau semacam itu..." Potong Hana serius.
Gluk!" Seketika Aku meneguk salivaku dengan keras.
Entah apa yang pernah terjadi disini, emang Wakil Presdir itu gimana sih orangnya, sampai-sampai Aku kena peringatan seperti ini.
Hahh... Sepertinya ini akan merepotkan." Keluhku dalam hati.
"Kau disini untuk bekerja, Aku harap Kau tidak menatap Wakil Presdir dengan genit.." Lanjut Hana.
Sambil pikiranku kemana-mana, mataku tanpa sengaja melihat hal yang tidak Aku duga, apalagi kalau bukan Sylvania Family.
"Ada apa?" Tanya Hana yang mendengar langkah kakiku terhenti.
"Ah, itu adalah salah satu produk perusahaan Kami, Sylvania Family.." Jelas Hana yang melihatku sedang menatap Sylvania Family.
Aku sedikit tidak mendengar penjelasan Hana, karena sekarang mataku masih fokus melihat kumpulan beruang imut disana.
Sylvania Family adalah Rumah Boneka, namun dengan nuansa modern yang sangat imut, penghuninya adalah para Boneka Beruang, dan mereka sering di sebut Sylvania Friends.
Tapi yang berhasil membuat mataku terkunci hanyalah satu, yaitu Maple Bear dengan kostum baru yang imut, bahkan karena saking senangnya, kakiku melangkah mendekat tanpa sadar.
Grep!" Aku mengambil Maple Bear itu.
Dengan kelembutan dari bahan yang berkualitas, serta ekspresinya yang menggemaskan, semua itu bikin candu, Aku tidak tahan lagi dengan keimutannya.
Ahh... Imutnya, tapi Aku tidak boleh berekspresi seperti biasanya..." Batinku.
__ADS_1
Ya, Aku harus menahan ekspresi ini disini. Mungkin sekarang Bu Hana sedang terkejut melihatku, dan Aku juga sadar, bahwa sekarang ekspresiku nampak seperti memiliki dendam pada Maple Bear ini.
.
Ruang Wakil Presdir
Akhirnya Aku sampai juga di tempat ini, rasanya Aku sudah berjalan puluhan kilo meter hanya untuk mencapai tempat ini, sungguh berat. Hahh....
Tapi hal itu bukanlah yang harus kupikirkan sekarang, karena sekarang saatnya!!
Gubraakk!!" Sebelum Aku mencapai pintu, Aku mendengar suara kegaduhan di dalam Ruangan itu.
Ckrekk!! "Ada apa..!?" Tanyaku setelah membuka pintu dengan cepat.
Jujur, pada saat ini adalah hal yang paling tidak kuperkirakan, mungkin jika itu orang lain, maka Dia juga akan sama kagetnya denganku sekarang.
Ruangan yang kuperkirakan akan sangat nyaman sebagai lingkungan kerja, tapi ternyata kenyataan menolak imajinasiku itu. Apa ini!?
Di dalam Ruangan ini sangat amat berantakan, penuh mainan yang berserakan memenuhi seluruh penjuru ruangan ini.
Dan disaat Aku sedang memandangi seluruh bagian disini, tiba-tiba Aku mendengar sesuatu.
"Toloong!! Tolong Aku!!" Teriak seseorang meminta tolong.
Aku dengan cepat mencari sumber suara itu, dan hal ini mengejutkanku, karena tidak jauh dari hadapanku, ada orang yang sedang terkubur, dan hanya menyisakan bagian tangannya saja yang melambai.
Hiii..." Bulu kudukku langsung berdiri.
Niatnya Aku mau kabur saja, tapi entah kenapa secara instan tubuhku langsung berlari ke arah tangan itu.
"Apa Kau baik-baik saja!?" Teriakku sambil mengobrak abrik tumpukan mainan itu.
"Nggak apa-apa kok, makasih ya... Haha, Aku terkubur di tumpukan Mainan ini..." Ucap orang itu seraya tersenyum.
Padahal Ia baru saja tertimbun oleh banyaknya mainan, tapi sekarang Ia malah tersenyum hangat, layaknya itu bukanlah masalah besar baginya.
...°°°°°°°°°°°...
__ADS_1