Fiktif Belaka

Fiktif Belaka
Sweet Nightmare #2


__ADS_3

Entah berapa lama Aku memejamkan mata, dan entah bagaimana caranya Aku sampai ke sofa yang empuk ini.


Hahhh... Kalau tahu begini jadinya, lebih baik Aku ikut Ayah yang kerja di luar negeri...


Sesaat Aku sedang menyesali pilihanku ini, bahkan mataku masih buram karena begitu nyaman berbaring disini, tiba-tiba...


Swuushhh..." Aura dingin menghampiri tanganku yang sedang menelungkup di dekat wajahku, bahkan aura dingin itu, berhasil membuat mataku terbuka lebar.


Dan benar saja, aura dingin itu bukan hanya perasaanku belaka. Ahh... Sial! Apa itu tangan?" Batinku mulai merinding.


"Kau sudah sadar ya?" Ucap seorang Pria dengan wajah yang tertutupi poni, persis seperti yang kulihat saat sebelum Aku pingsan, dan lagi, siluet matanya yang terlihat sedikit itu membuat Aku terperanjat kaget.


Hah!?" Ternyata Dia sedang menggenggam tanganku! Saking terkejutnya tadi, Aku bahkan tidak tahu kapan Dia mengambil tanganku.


Uh... Tangannya begitu dingin, jika kalian sering main di dalam kulkas, rasa dingin melebihi itu.


Kyaa.....!!!" Teriakku langsung kabur dari hadapannya.


Aku tidak mau lagi berada disini, Aku tidak kuat dengan hal begituan. Tapi, apa Aku bisa kabur dari sini? Aaa... Sial sial sial sial sial sial....!!!!


.


Sreeekk..." Suara gerbang yang cukuo berat.


Aku nggak mau lagi..!! Untung saja Aku bisa keluar dari Rumah itu...

__ADS_1


Slash... "Eh?.."


Gubraakk!! "Aduhh....!" Sial, kenapa Aku bisa jatuh sih, apa ini tandanya Aku sudah terkena kutukan... Ahh batinku sekarang sedang campur aduk.


Tak tak..." Suara seseorang sedang mendekat.


"Kau nggak apa-apa?" Lagi-lagi dengan suara yang khas itu...


"Aku ini bukan hantu kok... Namaku Iyan, Aku Pemilik Rumah ini..." Jelas Iyan, walau Aku tidak memintanya.


Pemilik Rumah!?" Pikirku dan ingat akan sesuatu.


Jujur, pada saat itu rasanya Aku akan pingsan kembali dengan mudah, bahkan sedari tadi tangan dan kakiku sangat kaku untuk di gerakan.


Tapi setelah mendengar penjelasannya, Aku sedikit menjadi lega.


Kembali Lagi Ke Rumah


"Sepertinya Orang Tuaku dan Orang Tuamu berteman baik." Ucap Iyan lembut, tapi yang buat Aku salfok bukanlah suaranya, melainkan tetesan air yang menetes di garis wajahnya yang tampan.


Ya, Dia sangat tampan ternyata, Aku bisa tahu itu saat Ia mengangkat poni rambutnya setelah cuci muka. Jika saja Dia menunjukan dirinya seperti itu dari awal.


Mungkin, walau Dia hantu, Aku akan tetap memilih untuk bersamanya.


"Disini masih banyak kamar yang tersisa, jadi Kau bebas memilih kamar yang mana saja.." Jelas Iyan masih merapihkan rambutnya itu.

__ADS_1


Aku tentunya tidak mendengar ucapannya tadi, bagaimana bisa mendengar, sedangkan Aku fokus melihat ketampanannya itu.


Deg deg..." Kalian tahu, seandainya kalian sedang naik Roler Coaster setinggi 50 meter, pasti sekarang degup jantung kalian akan sama sepertiku.


Grep..." Secara refleks, Aku langsung menggenggam tangan Iyan yang sedang merapihkan rambutnya itu.


Dag dig dug... "Kau tampan sekali Iyan..." Ucapku sambil memasang wajah yang sangat terpesona padanya.


"Hah!?" Jawab Iyan tidak mengerti, namun Ia ikut menatap manik mataku yang sedang berkilauan.


"Kenapa Kau sembunyikan!? Kenapa Kau sembunyikan!? Seharusnya wajah tampanmu di perlihatkan pada dunia! Sayang sekali kan, kalau harus di tutupi pakai poni!!" Celetukku layaknya anak kecil yang baru melihat mainan baru.


"Gara-gara ponimu juga Aku jadi salah sangka, Aku pikir Kau hantu!! Oh iya.. Gimana kalau poninya di potong!" Ucapku tanpa membiarkan Iyan bicara.


"Hah!?" Iyan masih dengan kebingungannya, jika Aku jadi Dia, mungkin Aku sedang kehabisan kata-kata untuk keadaan ini.


"Selain itu, Aku nggak bisa bicara denganmu dengan mata yang tertutup begitu, Aku ingin bicara denganmu sambil menatap matamu!!"


"Habis, kalau sambil melihat matamu, Aku jadi nggak takut, Aku juga ingin tahu tentang Iyan, boleh nggak!?" Celotehku tiada henti.


Mungkin, Iyan sekarang sedang ilfeel kepadaku, karena sejak Aku berhenti bicara, Dia hanya diam saja tanpa merespon. Mungkin Aku terlalu bersemangat...


"Heee... Baru pertama kali ada yang bilang begitu..." Ucap Iyan seraya tersenyum manis, bahkan sangat manis, melebihi gulali yang ada di Film Squid Game.


...°°°°°°°°°...

__ADS_1


Jangan lupa Like 😊


__ADS_2