
HILANG & DATANG
Sekolah - Kelas 2A
Maria sedang mencari kalungnya di setiap sudut kelas.
"kalungmu hilang?" Tanya Yuuki penasaran, karena melihat Maria mencari sesuatu sambil memegang sesuatu yang tidak ada di dadanya.
"Padahal Aku nggak pernah melepasnya," nampak raut penuh penyesalan dan rasa khawatir terpancar di wajah Maria.
Tap,tap,tap! "Biar Ku cari bersama Piyo," ucap Maria lalu berlari kencang keluar kelas meninggalkan Yuuki.
"Pi!" Jawab Piyo.
Plek! "Dimana?!" Ujar Maria sambil membuka Tutup Tong Sampah.
Brak! "Dimana?!" Maria membuka paksa pintu Ruang Klub Baseball.
Dimana?!, Dimana?!, Dimana?!" Maria berkeliling di setiap sudut Sekolah.
"Gawat! Pasti karena Aku lupa mencari Pangeran, saking senangnya berada di Kota ini."
"Apa ini hukuman dari Dewa Cinta...?!" Lanjut Maria sambil duduk tersungkur di lantai, merasa lemas karena kalungnya hilang.
Akh, Dewa, maafkan Aku...!" Batin Maria.
...*******...
Di Lorong Sekolah...
"Memakai perhiasan Ke Sekolah sih." Ucap Machi kepada temannya.
"Hihi... salah sendiri," lanjut temannya.
"Maria... Beli lagi saja, Kau kan kaya." Saut Machi kepada Maria yang sedang mengobrak-abrik rumput di Halaman Sekolah.
"Kalung itu, Harta Berharga yang nggak bisa di beli dengan uang...!" Jawab Maria kepada Machi.
"Te..ternyata sepenting itu ya? Sudah terlambat, tadi kan Kita lempar asal aja." Bisik Machi kepada temannya.
"Jangan-jangan Kalian..." Ucap Yuuki yang tiba-tiba muncul di belakang Machi, (sebenarnya sedari tadi Yuuki menyimak pembicaraan Machi dari awal).
Wiii!" Machi terkejut dengan kehadiran Yuuki yang tiba-tiba muncul dari belakangnya.
"Ha..habisnya..."
.
"Piyo..." Ucap Maria lemas.
"Pi?" Jawab Piyo sama-sama lemah, Karena dari tadi Piyo membantu Maria membantu mencari kalungnya.
"Seharusnya Aku Ke Kota ini mencari Pangeran kan, kenapa sekarang Aku malah mencari kalung...?"
Ahhh...sedih" Batin Maria murung.
Semangatku langsung turun," Maria menunduk.
.
Cring!" Tiba-tiba kalung Maria muncul di hadapannya.
Eeeeehhh?! "Kalungku!" Teriak Maria kaget.
"Kalau memang penting, pakailah, dan jangan sedih lagi!" Ucap Yuuki kepada Maria yang masih kaget.
"Tuan Yuuki... Kau mencarinya?" Tanya Maria dengan raut wajah yang berbinar-binar.
__ADS_1
"Nggak juga," jawab Yuuki biasa, sambil membelakangi Maria.
Tuan Yuuki... Bajunya di penuhi rumput..." Maria makin terpesona, setelah melihat bahwa di belakang baju Yuuki di penuhi dengan rumput, menandakan bahwa Yuuki benar-benar serius mencari kalung miliknya.
"...Kalau seperti itu terus... Nggak akan bisa menemukan Pangeran takdirmu lho..." Ucap Yuuki memperingatkan dan sedikit tersenyum.
"Tuan Yuuki... Terima Kasih." Senyum tulus terpancar dari raut wajah Maria.
"Pi!"
"Iya.." jawab Maria kepada Piyo.
.
Pangeran yang ditakdirkan untukku... Dengan Batu Permata itu, saat ini Kau berada di mana?" Ucap Maria dalam hati sambil melihat kalung miliknya.
"Nah! Mulai besok, Aku akan mencari Pangeran." Maria kembali semangat, dan tiba-tiba memutar tubuhnya untuk berlari.
Bruk!" Maria menabrak seseorang, sesaat setelah memutar tubuhnya untuk berlari.
Kyaa!" Maria kaget.
Duh, nggak lihat ke depan sih," batin Yuuki dalam hati, sambil melihatnya dari belakang.
.
"Lama nggak jumpa... Maria." Ucap lelaki yang ditabrak oleh Maria tadi.
Eh?" Maria terkejut dengan sapaan dari lelaki itu.
"Masih ingat Batu Permata ini?" Lanjutnya, sambil menunjukan Batu Permata.
Itu kan...!" Maria tambah terkejut dengan melihat Batu Permata di depannya.
"Masih ingat Batu Permata ini?" Tanya lelaki itu sekali lagi.
"Hei, hei! Kok langsung ketemu dengan mudahnya?" Saut Yuuki terdengar pelan.
"Ternyata... Benang Merah sebagai lambang takdir itu memang terhubung dengan Pangeran ya." Maria sangat terharu.
Dan Yuuki, sedari tadi Dia hanya merasa heran dengan keadaan ini dan juga kepada Maria.
Hmmm... "Senang bertemu denganmu, Maria." Ucap Pangeran dan langsung mencium tangan kanan Maria.
Tangannya dingin..." Maria terkejut karena saat Pangeran menggenggam tangan Maria, tangannya begitu dingin.
°Jurus Rahasia Serbuan Bunga Mawar!°
Waaaa!" Yuuki kaget karena Maria tiba-tiba menyerang dirinya.
"Nah, sudah ya." Ucap Maria lalu pergi meninggalkan Yuuki dan Pangeran.
Jurus macam apa ini?! "Hei Maria!" Batin Yuuki, lalu memanggilnya karena Maria pergi meninggalkannya begitu saja.
Sedangkan Pangeran, Dia hanya tersenyum melihat Maria pergi duluan.
"Ada apa sih?! Padahal Pangerannya baru saja ketemu..." Tanya Yuuki setelah berhasil mengejar Maria, dan sekarang Dia nampak seperti sedang melamun.
"Memang... Dia tampak begitu gagah." Ucap Maria sambil menggenggam tangannya, dengan tatapan seperti memikirkan sesuatu.
"Kalau begitu kenapa?" Tanya Yuuki memastikan.
Padahal Pangeran Ku sudah ketemu... Tapi kenapa...?" Batin Maria masih bertanya-tanya.
...*******...
Sekolah - Gerbang depan
__ADS_1
Bla, bla, bla"
Eh? Apaan tuh?" Saut salah seorang murid yang sedang berjalan dengan rombongannya.
Apaan nih?" Yuuki ikut terkejut setelah melihat penampilan Sekolah berubah.
(Motif Sekolah sudah berubah menjadi motif polkadot)
Tuing!" Maria tiba-tiba muncul di samping Yuuki.
"Habis, Sekolah ini tampak suram sih,"
"Jadi Aku minta bantuan dari desainer terkenal di dunia. Motifnya sama dengan gaunku." Ucap Maria dengan raut wajah berbinar-binar.
"Ternyata memang ulahmu ya." Ucap Yuuki menduga.
...********...
Di Halaman Sekolah, setelah waktu istirahat...
Jreng! "Ini masakan andalanku, Kue Tradisional Spesial. Makan bareng yuk!" Ajak Maria setelah memperlihatkan Cake buatannya kepada Yuuki.
(Kue Tradisional Spesial, dipanggang dengan irisan rumput laut dll)
Yuuki hanya bisa pasrah, karena tidak bisa menolak tawaran Maria.
.
"A..air..." Ucap Yuuki sambil mengisi gelasnya dengan Air keran yang ada di halaman sekolah. Berniat untuk minum setelah menghabiskan Cake buatan Maria.
"Manis, apa ini?Aqqq Yuuki terkejut setelah meminum air yang ia dapat dari keran halaman Sekolah ternyata manis.
(Keran Air yang bisa mengeluarkan jus)
"Sekalian saja, Aku juga sudah merombak keran airnya, silahkan nikmati minuman kesukaan kalian." Ucap Maria menjelaskan.
Hebaat!"
Enaak!"
Oke banget!" Ucapan murid-murid yang telah mencoba air keran rasa baru itu.
Hei, hei!" Batin Yuuki terkejut.
Ma.. maria.." Para Guru yang melihat kelakuan Maria.
"Kenapa Kau seenaknya," ucap Yuuki
"Yang lain nampak senang kok." Jawab Maria santai.
Tap,tap,tap! "Sepertinya menyenangkan sekali ya..." Saut Pangeran yang muncul entah darimana.
Halo! "Terakhir kita bertemu kemarin ya."ucapnya sambil mengedipkan mata, dan membawa setangkai bunga mawar di tangan kirinya.
Kau...!" Maria terkejut dengan kedatangan Pangeran.
"Ini charlo, murid pindahan dari Sekolah Elit." Ucap Pak Guru memperkenalkan Pangeran.
"Namaku Charlo Rinewall, salam kenal ya." Ucapnya sambil memancarkan aura ketampanan di depan semua murid cewek yang ada disana.
Kyaaaaaa!"
Dari SMP Elit itu?!" Ucap para Cewek yang terpesona dengan aura Pangeran.
Lagi-lagi, datang yang aneh.." ucap murid Cowok.
...°°°°°°°°°°...
__ADS_1