Fiktif Belaka

Fiktif Belaka
Cinderella? #1


__ADS_3

IMPIAN


Putri Lita punya impian bertemu Pangeran seperti dalam dongeng. Namun saat pesta ulang tahunnya yang ke 16, Ayahnya menyuruh Dia untuk memilih seorang pemuda sebagai pasangannya.


Putri Lita kebingungan, dan diam-diam minta tolong kepada Luki, seorang pemuda yang kehidupannya bak Cinderella...!?


...°°°°°°°°...


Cerita ini Fiktif, tidak ada hubungannya dengan orang, kelompok, atau kejadian yang sebenarnya.....


.


Kerajaan Miltonia Modern


Apa Kau tahu kisah seorang pemuda yang hidupnya seperti dalam dongeng?"


Pemuda itu punya Ibu tiri dan dua kakak laki-laki tiri. Hanya Dia yang tak pernah pergi ke pesta."


.


Namanya Luki, anak bungsu dari Keluarga Bangsawan, Ia melakukan seluruh pekerjaan Rumah Tangga sendiri." Cerita Ria, Pengasuh Lita.


"Itu sih cinderella!" Lita terkesima dengan cerita dari Pengasuhnya itu.


"Begitulah kabarnya," jawab Pengasuhnya itu.


"Apa pemuda itu ganteng?" Lita makin penasaran dengan pemuda yang di ceritakan itu.


"Iya, kalau enggak mana mungkin jadi gosip. Dia masuk Royal School, murid teladan, dan baik pada semua orang." Jelas Ria.


"Aku jadi ingin bertemu Dia, tapi Dia nggak mau pergi ke pesta ya..." Ujar Lita pelan, sambil memasang ekspresi seperti memikirkan sesuatu.


******


Di Dalam Ruangan Putri Miltonia


"Seorang putri menatap keluar jendela, menanti seseorang. Kelak pemuda itu akan menjadi orang yang layak baginya, dan datang menemuinya, pemuda itu berjanji. Pemuda itu Raja dari negeri seberang akhirnya ia datang menemui Putri."


Jelas Lita, bercerita ditengah acara minum teh.


"Seperti itu impianku," ucap Lita yang sedang berada di di meja tempat minum teh, bersama Ayah dan Sepupunya Erik.


Mendengar cerita itu, Erik menjadi tersenyum mengejek kepada Lita.


"Hei Lita, siapa Putrinya?" Ucapnya sedikit mengejek.


"Aku!" Saut Lita dengan ekspresi kesal kepada Erik.

__ADS_1


"Gak ada pemuda seperti itu, memangnya sehebat apa sih, Strategi Raja yang bisa menemui putri itu?" Lanjut Erik.


"Ya kan aku sudah bilang, itu impianku." Sambung Lita masih kesal kepada Sepupunya itu.


Melihat Erik yang masih memasang ekspresi mengejek kepada Lita, itu membuat Lita menjadi marah kepadanya.


Brak...! "Kenapa Erik selalu saja merusak impianku sih? Ini nggak ada hubungannya dengan Erik kan?" lanjut Lita sambil menggebrak meja.


"Sudah kubilang kan, Aku malu sebagai Sepupumu, iyakan paman." Ujar Erik, sambil melirik ke arah Ayahnya Lita, yang sedari tadi sedang memperhatikan Mereka.


Hah..." Hela nafas yang terdengar berat.


"Lita, lusa Kau sudah 16 tahun," ucap Ayahnya sambil memijit pelipis matanya.


"Sudah waktunya memikirkan Pacar, tapi setelah mendengar pemuda idaman Mu, Ayah jadi..." lanjutnya.


"Kan Ku bilang itu impianku. Kan boleh punya mimpi, ini mimpi anak perempuan! Tentang Pangeran Berkuda Putih." Ucap maria lantang, dengan raut ekspresi yang sangat yakin.


Dan bahkan, Dia menepuk dada nya, menandakan Dia serius dengan perkataannya.


"Daripada Kuda Putih, mendingan mobil mewah," ucap Erik, memotong omongan Lita.


"Itu lain..!" Jawab Lita tegas, dan membuatnya makin marah.


"Ayah dulu juga Pangeran loh," saut Ayahnya ikut menggoda Lita seperti Erik.


"Itu lain..!!"


.


"Besok di pesta ulang tahun, pilihlah seseorang untuk jadi pasanganmu. Harus!"


"Itu tugas putri, lihatlah kenyataan." Tambah Ayahnya dengan tegas.


"Apa..?!" Lita terkejut dengan perkataan dari Ayahnya itu.


"Ayah tidak menyuruh Mu menikahi orang itu, atau mengumumkannya secara resmi. Berdansa lah dengan orang yang kau pilih, Ayah akan memperhatikannya." Pungkas Ayah lita mengakhiri obrolan.


******


Di Kamar Lita


Lita sedang duduk di kursi membelakangi Sugi, Pengawalnya Lita. Ia sedang membenamkan wajahnya di antara kedua tangannya.


"Kau akan melakukan itu Nona Lita?!" Saut Sugi, kepada Lita yang sedang sangat murung.


"Sepertinya Kau sudah paham, Nona Lita itu Putri pertama Miltonia, nggak baik kalau ada Pangeran yang datang dan membawamu pergi." Ucap Pengasuhnya yang ikut menasehati Putri Lita.

__ADS_1


Lita masih terdiam menunduk membenamkan wajahnya itu, Ia merasa kesal sekaligus marah, karena tidak ada yang mau mengerti dirinya.


"Cuma mau mengingatkan, ada Erik Sepupumu, Calon Pewaris Tahta Kerajaan." Tambah Pengasuhnya.


Mendengar perkataan itu, Lita langsung mengubah posisinya. Sambil memasang ekspresi sangat kesal, Ia...


"Orang itu nggak akan jadi Raja!" Tegas Lita berkata kepada Ria.


*****


Kejadian tadi - setelah minum teh...


"Tapi...." Ucap Maria yang tidak melanjutkan perkataannya di depan Ayahnya.


Lita langsung pergi dari Ruangan itu, Dia tidak ingin meneruskan perdebatan yang tidak ada artinya itu.


Haaahhh..." Hela nafas yang sangat dalam dari Putri Lita, Dia melangkah goyah meninggalkan Ayah dan Erik.


.


"Lita, kalau mau, Kau bisa memilihku. Aku kan sudah kenal sekali dengan Lita." Ujar Erik yang mengikutinya dari belakang.


"Aku akan menghancurkan mimpi Lita satu persatu, menyenangkan bukan?" Lanjutnya sambil tersenyum licik.


"Barusan juga Kau merusak mimpiku kan!? Cuma Kau yang sama sekali nggak akan Ku pilih!" Jawab Putri Lita kesal.


Khu khu.." wajahmu itu! Manis lho, Aku suka sekali kalau Lita lagi marah. Kalau begitu, Aku akan selalu menempel padamu di Pesta, supaya Kau hanya bisa memilihku." Ucap Erik menggoda Lita sambil tertawa.


Flashback off


*****


Di Kamar Lita


"Erik mesum. Kasihan, padahal Dia populer karena penampilannya keren." Ucap Lita setelah menceritakan kejadian sebelumnya.


"Jadi, kalau Tuan Erik dipilih menjadi pasangan Nona, pasti penggemarnya ngamuk. Tuan Erik itu cerdik, sepertinya dia benar-benar akan melakukan itu.." Ujar Sugi setelah mendengar cerita dari Lita.


Mendengar perkataan dari Sugi, Ria menjadi marah, lalu Dia mendekat ke arahnya, dan..


"Sugi... Kau itu Pengawal siapa!?" Ucapnya sambil mencengkram kerah bajunya.


.


"Siapa dong? Apa nggak ada orang lain?! Bangsawan Muda seperti dalam dongeng. Kalau disuruh memilih, lebih baik memilih yang seperti itu.." Rengek Lita kepada Pengawalnya Sugi sambil memukul mukul dadanya.


"Karena itu Saya dipanggil? Nggak ada... Saya cuma orang biasa..." Jawab Sugi bingung dengan kelakuan Nonanya itu.

__ADS_1


Hmmm..."Ada orang yang seperti dalam dongeng, tapi agak beda." Ujar Ria memotong pembicaraan Lita dengan Sugi.


...°°°°°°°°°°...


__ADS_2