
KEPUTUSAN
Hari esok, di Sekolah - Kelas 2A
Saat Batu Permata kembali lagi disematkan pada kalung Harta Keluarga... Maka akan terjadi Pernikahan bahagia dengan Pasangan yang sudah di takdir kan. Padahal Ku pikir begitu." Ucap Maria dalam hatinya.
.
Maria... Apa benar, hari minggu nanti akan ada Pesta Pertunanganmu dengan Charlo?!"
Undangannya sudah di kirim."
Hebat ya, Satu Sekolah di undang." Pertanyaan banyak datang dari teman sekelasnya kepada Maria yang duduk termenung itu.
Maria sekarang menggunakan gaun berwarna hitam pekat tanpa motif, berbeda dari biasanya yang selalu menggunakan gaun bermotif polkadot, suasana hatinya pun sekarang sangat berbeda, Ia selalu termenung sejak datang Ke Sekolah.
"Wah . Wah.." Maria makin termenung setelah mendengar berita soal undangan dari teman sekelasnya.
Ternyata sudah menyebar ya..." Lanjut Maria dalam hati.
Romantis banget bisa bertemu dengan Pasangan yang sudah ditakdirkan ya .."
Tapi kenapa Gaunmu hitam pekat begitu?!"
"Gaun itu melambangkan suasana hatiku, iya kan Piyo."
"Pi..."
.
Aku harus gimana" Batin Maria bingung.
.
Di suatu tempat sudut sekolah...
"Ini Yuuki, Kau juga silahkan datang." Ucap Pangeran kepada Yuuki sambil memberikan satu surat undangan bertuliskan namanya.
"Pesta Pertunangan... Apa itu nggak terlalu cepat?" Tanya Yuuki.
"Aku nggak mau Maria berhubungan lebih jauh lagi denganmu." Jawab Pangeran jelas.
"Kehidupan kami berbeda dengan Rakyat Jelata seperti Kau.." tambahnya.
Yah, memang benar sih. Aku nggak bisa mengerti kelakuan orang kaya." Pikir Yuuki biasa, sambil mengingat kejadian yang sudah Maria lakukan, (dimulai dari warna sekolah yang diubah, sampai Helikopter waktu itu).
Hmmmm.. "Syukurlah, Kau melupakan kejadian waktu itu." Ucap Pangeran lalu pergi dari hadapan Yuuki.
"Eh...?" Yuuki bingung dengan perkataan yang dilontarkan Pangeran.
...*****...
Halaman Sekolah...
Kiiiii.... Yukiiii...... "
Pak, kepak, kepak, kepak kepak," Maria datang sambil menaiki kursi yang di angkat oleh beberapa burung besar berwarna putih.
"Apaaa?!" Yuuki terkejut, tapi bukan karena burung yang sedang mengangkat Maria, melainkan melihat Maria yang akan segera melompat dari atas kursi itu.
Bruk!"
"Kenapa selalu jatuh menimpaku sih?" Tanya Yuuki sambil menahan posisinya karena harus menahan Maria bersamaan.
"Apakah... Aku benar-benar akan menikah dengan Charlo? Aku harus gimana..." Ucap Maria kepada Yuuki sambil menangis di pelukannya.
Tap!" Yuuki membantu Maria berdiri.
"Kalau memikirkan masa depanmu... Mungkin Charlo merupakan pasangan yang paling tepat." Jawab Yuuki dengan tatapan serius.
Degh... "Kenapa . Tiba-tiba bicara begitu...?" Maria terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Yuuki.
Bahkan Yuuki juga menyarankan Ku untuk menikah... Kenapa....?! Kenapa....?!" Maria bertanya-tanya dalam hatinya.
Degh... Degh... Degh.." detak jantung Maria makin meningkat.
"Bukankah selama ini, Kau nggak peduli soal kaya atau tidak!!!" Ucap Maria marah sambil mencengkram erat kemeja Yuuki.
"Padahal Aku senang karena hal itu..." Lanjutnya.
Selama ini... Yuki tidak pernah memperlakukanku secara berbeda... Tapi kenapa tiba-tiba seperti ini.." Batin Maria, sambil menunduk dan hampir meneteskan air matanya kembali.
"Kenapa Kau bicara seperti itu...?!" Tanya Maria sekali lagi. Dan beberapa saat kemudian, air matanya pun, akhirnya menetes.
Yuuki tidak melihat Maria sama sekali, dan mulai melangkah, pergi menjauh dari Maria.
.
Bwuusshh..." Suara angin melintasi Maria yang tinggal sendiri di Halaman Sekolah.
Werrr..." Selang beberapa lama, terdengar suara Jet yang melintas di atas Maria.
"Lho? Bukannya itu Jet Pribadi Keluarga Himemiya. Kok bisa?" Maria terkejut setelah melihat Jet itu melintas.
...*****...
Rumah Maria
"Maria!/Maria!" Teriak Ayah dan Ibu Maria sambil berlari.
"Ayahanda, Ibunda?! Kenapa ada disini?" Jawab Maria yang tidak menyangka dengan kedatangan mereka.
"Aku yang memanggil Mereka." Ucap Pangeran yang tuba-tiba muncul dari belakang Maria.
"Charlo..." Maria memasang ekspresi cemas.
Muncul dari mana sih?" Lanjutnya dalam hati.
"Ayahanda tidak marah, soal Aku kabur dari Rumah?" Tanya Maria khawatir
"Ayah sudah dapat informasi mengenai pantauan kondisi Maria disini ko!" Ayah Maria menjelaskan tentang seseorang yang memantaunya.
Eh... Sama saja dengan Penguntit dong!" Ucap Maria dalam hati.
"Ternyata, tiba-tiba Kau sudah mau mengadakan Pesta Pertunangan!" Sambung
Ekh!"
"Tidak Ayah sangka, bisa secepat ini..." Ayah Maria menangis sambil memeluk Maria. "Semoga Kau bahagia..." Lanjutnya.
Hiks.."Tidak sabar menunggu besok ya." Sambung Ibu Maria dan ikut memeluk Maria.
"Bahkan Ayahanda dan Ibunda juga sesemangat ini..." Maria kaget dengan pernyataan dari Ayah dan ibu.
__ADS_1
"Mari maju bersama Keluarga Rinewall!!" Ujar Pangeran memotong pembicaraan Maria.
"Besok.. waktunya Batu Permata ini, kembali pada kalungmu. Bukti Pertunangan kita." Lanjut Pangeran sambil menunjukan Batu Permata di depan Maria, sambil menyentuh kalung Maria.
"Jangan menyentuh kalungku!" Maria marah.
°Jurus Rahasia Serbuan Bunga Mawar Extra!°
Maria meninju Pangeran sekuat tenaga, karena berani menyentuh kalung miliknya.
Batu Permata yang selama ini Ku cari... Dan orang yang ditakdirkan untukku...Tapi yang paling penting..." Batin Maria sambil memikirkan kenangan indah bersama Yuuki.
...*****...
Di suatu tempat dekat Sekolah...
Plek,plek,plek "Pi!" Saut Piyo yang terbang ke arah Yuuki sambil membawa Amplop untuknya.
"Apa ini... Amplop? Surat dari Maria...?" Tanya Yuuki.
"Pi!" Jawab Piyo.
Setelah mendapatkan Amplop itu, Yuuki langsung membukanya.
Srek! "Yuuki Bodoooooh!" saat Yuuki membuka Amplopnya, tiba-tiba berbunyi suara Maria yang sangat kencang.
"Te..ternyata bukan Surat ya?" Yuuki masih terkejut dengan isi dalam Amplop itu.
"Apa Kau pikir Aku bisa bahagia asalkan ada uang?" Lanjut Rekaman Suara yang di pasang pada IC-chip di kertas itu.
"Aku tahu hal itu salah, sejak melewati waktu bersama Yuuki. Aku bahagia meski tanpa uang. Karena itu... ...
Ubahlah Takdirku Dasar Penakut...!" Pungkas dari rekaman itu.
"Apa?!" Yuuki kesal dengan pesan di akhir rekaman suara itu.
...*******...
Hari Minggu - Gereja
Blushh!...dwarr!...blushh...dwar! "Suara ledakan dari Kembang Api yang sangat meriah.
Waaaa! "Maria cantik sekali" ucap Teman sekelasnya.
Gaun Pengantin."
Selamat ya." Teman-teman sekelas Maria banyak yang terpesona oleh kecantikannya saat menggunakan Gaun Pengantin.
Padahal ini Pernikahan bersama dengan Pasangan Takdir yang selama ini kuimpikan..." Batin Maria murung, tidak memperhatikan sama sekali ucapan teman-temannya.
.
"Nggak bisa kupercaya! Dia benar-benar Bertunangan dengan Charlo, terus Yuuki gimana nasibnya?" Ucap Machi kepada temannya, dan kebetulan Maria sedang berada di belakang Machi
"Aakh! Curang!" Ucap Teman Machi.
Ukh! "Aku juga ingin memakai Gaun dan menikah dengan Charlo." Lanjut Machi.
Mendengar ucapan itu, Maria...
Set, tap... "Kalau begitu,, silahkan..." Ucap Maria kepada Machi, yang muncul tiba-tiba dari belakangnya.
Hah?" Machi terkejut dengan tawaran Maria.
.
"Saatnya pesta dimulai!" Saut Pangeran yang sedang duduk di kursi Pelaminan bersama Machi yang sudah memakai Gaun cadangan milik Maria.
"Inilah gondola cinta.. Upacara turun-temurun Keluarga Himemiya.. Batu Permata akan kembali ke dalam kalung!" Saut Pangeran sambil mengajak Machi berdiri.
"Dengan ini, kita resmi bertunangan." Ucap Pangeran yang siap menyematkan Batu Permata ke kalung.
Waaa!"
Plok! Plok! Plok!" Sorak ramai dari teman-teman.
Eh...?" Pangeran terdiam, karena saat Ia akan menyematkan Batu Permata itu, ternyata Kalungnya tidak ada di leher Machi.
"Kalungnya nggak ada?!"
"Apa maksudnya Maria?!" Pangeran marah, lalu membuka tutup wajah Machi.
"Charlo..." Ucap Machi setelah penutup wajahnya di lepas.
Waaaa!" Pangeran sangat terkejut, karena yang berada di balik pentutup wajah itu bukan Maria, melainkan orang lain.
"Kau bahkan nggak menyadari kalau Tunanganmu itu salah. Ternyata Charlo memang nggak punya Cinta ya." Teriak Maria yang berada di lantai dua tepat dibelakang Pangeran.
Eh...?!" Pangeran langsung memalingkan pandangannya ke arah suara Maria.
"Aku tidak bisa Menikah dengan Orang Seperti Itu!!!" Tambah Maria.
Wwaa!"
Apa...?!" Teman-teman Sekelas Maria merasa bingung dengan pernyataan darinya.
"Maria.. kenapa?!" Tanya Ayah Maria yang sama terkejutnya dengan yang lain.
"Maafkan Aku, Ayahanda, Ibunda." Jawab Maria kepada orang tuanya.
Brak! "Kau akan menentang Peraturan Keluarga Himemiya?! Padahal Aku Pemilik Batu Permata ini." Teriak Pangeran sesudah membuka Pintu di lantai dua dengan keras.
"Pernikahan itu bukan dilakukan demi Batu Permata ini.. Tapi Demi Kebahagiaan." Jawab Maria dengan ekspresi yang yakin.
"Ti.. tidak..." Pangeran tidak terima dengan perkataan Maria.
"Kau pikir bisa, dengan bersikap manja seperti ini?! Ayo turun!" Ucap Pangeran sambil berusaha menarik Maria yang sedang berdiri diatas tiang dan memeluknya erat.
"Tidaaak!" Maria menolak dengan keras permintaan Pangeran.
Brak! "Itu bukan manja namanya." Teriak Yuuki setelah mendobrak Pintu Gereja.
"Charlo.. Aku nggak akan menyerahkan Maria padamu..!" Tegas Yuuki berkata.
"Yuuki..." Maria terpesona oleh perkataan Yuuki.
"Sini Maria!" Pinta Yuuki agar Maria turun dari tempatnya.
Klek! "Maria. Bahaya, cepat kesini,!" Saut Ibu dan Ayah Maria yang ikut naik ke lantai dua.
"Tidaak!" Jawab Maria tegas menolak.
Tap!" Maria loncat dari lantai dua.
__ADS_1
Meski tidak ada Payung ataupun Parasut... Tapi.. ada Yuuki di sini...!" Batin Maria yakin, sambil melompat dengan tersenyum ke arah Yuuki.
Bruk! "Wah, tangkapan bagus!" Ucap Maria setelah Yuuki berhasil menangkapnya.
"Duuuh! Aku nggak mau lagi jadi bantal." Jawab Yuuki dan ikut tersenyum bahagia.
"Mulai sekarang, Kau mau menerimaku apa adanya..?" Tanya Maria.
"Yang bisa berurusan denganmu, hanya Aku saja kan..." Jawab Yuuki.
Tap! Tap! Tap! "Tunggu!" Teriak Ayah dan Pangeran sambil berlari mendekat ke arah Maria.
"Ayo!" Yuuki segera berdiri, lalu menggenggam tangan Maria untuk mengajaknya berlari.
Tangan Yuuki begitu hangat..." Batin Maria terkejut dengan perasaan nyaman seperti yang sudah lama ia kenal saat Yuuki menggenggam tangannya.
"Mariaaa!" Teriak Ayah Maria sekali lagi.
Tap!
Tap!
Tap!
"Tertangkap!" Ucap Ayah Maria yang berhasil menangkapnya sebelum Maria berlari.
Kyaaa!" Maria berusaha untuk melepaskan diri dari Ayah.
"Lepaskan Aku!" Teriak Maria.
"....ng?" Ayah Maria tidak menghiraukan perkataannya. Dan sekarang, Ia seperti mengingat sesuatu setelah melihat Yuuki.
"Lho? Dulu kita pernah bertemu kan?" Ucap Ayah sambil melepaskan Maria, dan berusaha mengingat-ingat sesuatu sambil mendekat ke arah Yuuki.
Eh?" Yuuki bingung dengan perkataan dari Ayah Maria.
"Oh iya! Kau ini anak laki-laki yang waktu itu pernah menolong Maria saat tersesat kan!" Ucap Ayah setelah benar-benar yakin dengan ingatannya.
Hah?" Maria membatu, berusaha mencerna perkataan dari Ayahnya.
"Ayahkan orang dewasa, jadi masih ingat.. Wah... sudah lama ya,"
Aaakkh! "Hancur sudah!" Pangeran kesal setelah melihat keadaan itu.
"Padahal kupikir, bisa menikah dengan rencana yang sempurna ini " tambah Pangeran.
Eh?!" Maria, dan yang lainnya terkejut dengan ucapan dari Pangeran.
"Cha.. Charlo?! Apa maksudnya semua ini?!" Teriak Maria sambil mencengkram kerah baju Pangeran.
...*****...
...Flashback dikit...
"Menikahlah denganku!" (Momen setelah Maria memberikan Batu Permata kepada Yuuki).
"Saat itu... Aku melihat semuanya." (Charlo yang saat itu, kebetulan baru pulang dari tempat Ia membeli makanan untuk dibawa pulang.
"Itu kan, Batu Permata terkenal milik Keluarga Himemiya!... Gimanapun caranya, Aku menginginkan Permata itu." Pikir Charlo, karena mengetahui kebenaran dari Batu Permata itu.
Setelah Maria pergi dari hadapan Yuuki, Charlo segera mendekat kepada Yuuki sambil membawa makanan yang baru Ia beli.
"Hei! Tukar Batu Permata itu dengan sepuluh Kota Monster Choco dong!" Ucap Charlo sambil membawa tumpukan dus Choco untuk di tukar dengan Batu Permata milik Yuuki.
"Horeee! Boleh nih.." Yuuki langsung menyetujuinya, karena Kota Monster Choco itu berisi kartu yang sangat terkenal kala itu.
...Flashback off...
...******...
"Kupikir dengan memanfaatkan Batu Permata ini, Aku bisa menikah dengan Keluarga Himemiya... sekarang, menjadi keluarga Himemiya hanya tinggal mimpi..." Ujar Charlo sambil berlutut dan sangat termenung.
"Jadi, Yuuki adalah anak laki-laki itu..." Maria menjadi panik setelah mengetahui fakta sebenarnya dari Pangeran.
Eekkh?! "Nggak ingat sama sekali..." Jawab Yuuki sambil berusaha memikirkan kejadian waktu itu.
"Memang sih, Aku mulai agak ingat dengan Monster Choco setelah mendengar penjelasannya... Tapi Batu Permata? Kenangan? Soal apa sih..." Yuuki menyerah untuk mengingat dan kembali ke raut wajahnya yang biasa.
"Nggaaak... Dia menukar Cintaku dengan Coklat..." Maria syok dengan pernyataan Yuuki.
"Kenangan indahku... Kalah dari Coklat..." Maria termenung sambil berlutut.
"Aku memang nggak bisa membeli Batu Permata seperti yang dimiliki Charlo..." Saut Yuuki kepada Maria, dan Maria mulai menghentikan kesedihannya, lalu bangkit berdiri kembali.
Seet! "Tapi ini untukmu... Aku beli di Toko Kue..." Lanjut Yuuki setelah mengeluarkan sesuatu dari dalam saku kanannya.
Puht! "Ini kan, Batu Permata Mainan." Ucap Maria sambil menahan tawanya.
Hush..! "Untuk sementara.. sabar dulu dengan yang ini. Kalau sudah dewasa, pasti akan ku belikan." Ucap Yuuki.
Maria menghentikan tawanya, lalu berubah ekspresi menjadi sangat terpesona dengan Yuuki.
"Iya!" Jawab Maria lalu melompat ke arah Yuuki untuk memeluknya.
Ternyata, Benang Merah tanda takdir itu memang terhubung dengan Pangeranku..." Batin Maria sangat bahagia.
"Oh iya." Maria melepaskan pelukannya dari Yuuki, lalu mengambil Batu Permata itu dari Yuuki.
Dengan cepat Maria mengeluarkan Lem Super yang entah dari mana.
"Hei.. di pakaikan apa itu." Ucap Yuuki sambil melihat Maria melapisi Batu Permata pemberian Yuuki dengan Lem, lalu menempelnya di Kalung miliknya.
"Ini, sudah lengket! Pas dengan bentuk hatiku." Saut Maria sambil menunjukan Kalung miliknya yang sudah di tautkan Batu Permata pemberian Yuuki
Eh?! "Nggak apa-apa tuh, dipasang di Kalung Harta Keluarga?!" Tanya Yuuki kepada Maria.
.
"Wajah yang begitu bahagia..." Ucap Ayah dan Ibu Maria yang terharu melihat Maria. (Kadang orangtua bisa berlaku bodoh, hanya untuk membahagiakan anak mereka).
"Nah Maria, Pasanganmu kan sudah ketemu, sudah waktunya kembali ke Perancis." Ucap Ayahnya mengingatkan.
"Nggak! Aku sudah punya tujuan baru di Kota ini." Jawab Maria langsung.
"Supaya Aku bisa dilamar oleh Yuuki! Aku akan akan berjuang untuk itu..." Tambah Maria yang tersenyum tulus, sambil menggandeng tangan Yuuki.
"Jadi itu tujuannya?!" Ayah dan Ibu Maria kaget dengan pernyataan Maria.
...°°°°°end°°°°°...
Cerita Abstrak pertama dariku sudah selesai.
Kalian juga, Semoga bisa jatuh cinta, dan membuat bnyak hal Romantis ya. Dengan begitu, di masa depan nanti, kalian akan menikmati "Pernikahan" yang indah...
__ADS_1
Pangeran Yang Ditakdirkan - selesai...
Jangan Lupa Tersenyum.. salam hangat ~dhalp