
"Ah.. Nggak masalah.." Jawabku.
Jujur, Aku merasa sangat bingung dengan orang yang berada di depanku, mungkin bingung kurang tepat, tapi aneh, entah kenapa cowok ini....
Setelah Ia tertawa layaknya nggak ada masalah, tiba-tiba Ia menjadi terdiam, dan menatapku layaknya baru melihat hal baru di depannya.
Grep!" Cowok itu tiba-tiba berdiri, lalu menyentuh kedua pipiku!
"Kau... Mirip sekali dengan Maple Bear.." Ucapnya dengan mata yang terpesona.
"Hee.!?" Aku langsung kaget pada saat itu juga.
"Matanya!! Terutama matanya!! Kau siapa? Maple apa?" Tanya Cowok itu beruntun, Ia sangat antusias, layaknya anak kecil yang baru melihat mainan baru.
"Maple? A.. Aku Yu..." Jawabku namun tidak Aku lanjutkan.
Masa Aku mirip sama Maple Bear sih, ingin rasanya Aku memarahi Dia sekarang, tapi sekarang bukan saatnya untuk itu!!
Dzig!!" Aku menendang Cowok itu dengan keras, bahkan Ia sampai terpental jauh kebelakang.
"Mulai hari ini, Aku bekerja sambilan disini sebagai penyortir data." Ucapku kepada Cowok itu.
Namun Cowok itu malah melamunkan hal lain sambil terbaring disana.
"Hei Kau!! Dimana Wakil Presdirnya!?" Teriakku kesal.
"Hah? Aku Wakil Presdirnya..." Ucap Cowok itu seraya tersenyum.
"Aku Nino, salam kenal ya Beruang manis..." Lanjut Nino dengan santai, lalu Ia bangkit berdiri.
Hah!? Cowok yang kelihatan konyol ini, ternyata....
.
"Gadis Beruang..." Saut Nino, namun tidak Aku tanggapi.
Ya, Aku tidak menanggapinya, karena lagi sibuk membereskan semua mainan yang berserakan ini, tapi Dia...
__ADS_1
"Apa Kau selalu diam aja seperti ini!?"
"Hei Kau..."
"Hei hei hei hei...." Hari ini di penuhi oleh kebisingan Nino.
Ingin Aku menjawab, tapi sebelumnya Aku disuruh untuk tidak genit, jadi daripada salah paham, Aku lebih memilih menutup mulut, Aku berusaha untuk tidak terpancing oleh Nino.
Nino adalah Wakil Presdir, Putra dari Presdir, tapi dengan kelakuannya yang seperti itu, mana mungkin Aku bisa suka sama Cowok Kaya Dia.
"Tolong jangan pedulikan Saya!!" Teriakku dengan keras, karena Nino selalu menggangguku, entah mengajak mengobrollah, mainlah, pokoknya Ia seperti anak kecil yang ingin Aku tabok sekali saja.
Esoknya...
Saat ini Aku sedang menatap Foto Nino di sebuah majalah, di Foto itu, tampak Ia seperti orang konyol, tapi dapat kuakui, Dia sebenarnya cukup tampan...
"Ada apa?" Tanya Nino yang tiba-tiba muncul di depanku.
"Nggak ada apa-apa!" Jawabku kaget.
Tap!" Tanpa sengaja sikutku menekan sebuah tombol saat Aku mundur karena kaget tadi.
Swuushh.." Muncul bola yang keluar dari mesin itu, untungnya bola itu tidak mengenaiku.
Karena, Nino langsung memelukku sehingga kami berdua terjatuh ke lantai. Gedubarkk!"
Deg!" Jujur saat ini jantungku sedang berdegup kencang, karena Nino sedang berada di atasku, dan masih memelukku erat.
"Hati-hati, karena disini banyak benda aneh." Ucap Nino, tampak raut khawatir di wajahnya.
"Ba.. Baik.." Jawabku gugup.
Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat ini, Wakil Presdir yang terlihat konyol itu, tapi sekarang.
Apa itu benar Dia? Apa barusan Aku salah lihat?" Batinku bertanya-tanya.
Aku merasa saat ini waktu sedang berhenti, karena entah kenapa, Aku menatap wajah Nino sangat lama, dan mungkin ekspresiku sekarang, sedang sangat terpesona padanya.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" Tanya Nino, namun tidak Aku jawab, entah kenapa, saat ini pandanganku tiba-tiba menjadi buram.
.
Ng...!?" Lirihku membuka mata perlahan.
Lho?" Aku terkejut, karena sekarang sedang berada di atas Sofa yang empuk.
Oh iya, tadi kepalaku..." Batinku memikirkan kejadian sebelumnya.
Sekarang Aku sedang berada di Sofa, mungkin tadi Aku pingsan, dan di bawa kesini oleh Nino.
Tek tek tek tek.." Suara seseorang sedang mengetik, dan berhasil memecah lamunanku.
Pandanganku teralihkan ke arah suara itu, dan ternyata suara itu di hasilkan oleh Nino yang sedang bekerja.
Nino, sedang bekerja?" Batinku merasa aneh dengan pemandangan di depanku ini.
Baru pertama kali Aku melihat ekspresi wajahnya yang seperti itu, orang ini, ternyata pandai...
Jujur Aku terpesona saat melihatnya, wajahnya yang serius itu, seolah Aku melihat sosok dirinya yang berbeda, dan itu membuatku sedikit tertarik padanya.
"Lho... Kau sudah sadar?" Ucap Nino yang melihat ke arahku tanpa sengaja.
"Maaf ya, seharusnya Aku disini untuk membantu, tapi malah merepotkan..." Jawabku dan langsung beranjak dari sofa.
Wuushh..." Angin sepoi-sepoi itu seakan sengaja mendorong tubuhku.
Bruukk!!"
"Ups." Gumam Nino.
Ya, sekarang Aku sedang berada di pelukannya, seolah angin sepoi tadi sengaja mendorongku untuk jatuh di pelukan Nino.
"Ahh.. Terima kas.." Belum Aku beres mengucapkan terima kasih.
"Kau baik-baik saja, Nona Beruang?" Ucap Nino dengan tatapannya yang membuatku terbungkam.
__ADS_1
...°°°°°°°°°...