Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 12. Heart Treatment


__ADS_3

POV Zach





Masih kecil dia sudah memiliki pemilihan kata-kata yang benar-benar membuatku tertegun, kau sama seperti Mamamu, Andro.


Benar-benar membuatku sangat penasaran dan ingin mengoleksi lebih banyak kisah tentang kalian berdua.


"Selanjutnya kami meminta kepada Vendor utama, Tuan Zach kembali naik ke atas stage untuk mengumumkan pemenang penghargaan puncak," Pembawa acara itu memanggil namaku.


Aku naik ke atas stage, penghargaan puncak ini adalah sebuah penghargaan secara keseluruhan, Most Popularity, jelas ini adalah pilihan sosial media, entah siapa yang akan mendapat penghargaan ini.


"Baik terimakasih, tidak terasa kita sudah sampai di penghujung acara, dan penerima penghargaan puncak ini adalah," Sudah bisa kembali ditebak. "Syahnaz Amanda Argantara dan Andrianto Andromeda!"


Hebat! Aku semakin penasaran, pasangan ibu dan anak ini memborong hampir semua piala dalam acara ini.


Bukan pesonanya lagi tapi aku benar-benar terbuai dengan keduanya, ARGH ZACH! Kenapa kau harus memikirkan seorang anak dan ibunya, sedang ibunya pernah kau tiduri dulu.


Nanas dan Andro naik keatas stage menerima piala dan mengucapkan pesan dan kesan mereka, menandakan acara selesai.


Aku turun dari stage, kulihat beberapa orang sudah bersiap pulang, sedang Nanas juga sudah siap-siap, karena memang tinggal acara penutupan.


"Nanas, tunggu," ucapku menarik tangan Nanas.

__ADS_1


Nanas menatapku kemudian mendelik. "Namaku Syahnaz, Tuan."


"S-Sorry, biar aku antar pulang, bagaimana?" tanyaku yang membuat Nanas reflek menggeleng.


Pendekatan macam apa ini, aku ingin memaksa namun Andro malah angkat bicara.


"Boleh, Uncle, lagipula sudah malam, takut ada apa-apa," ujar Andro, entah kenapa dia berpihak kepadaku.


"Tapi mobil Mommy, gimana Andro?" tanya Nanas kepada Andro.


Andro hanya bersikap santai dan cuek. "Kita bisa memanggil seorang supir untuk mengambilnya besok."


Nanas tampak menyerah, akhirnya aku akan mengantar Nanas ke rumahnya, kabar baiknya aku akan mengetahui dimana tempat tinggalnya.


Nanas dan Andro, dua orang yang sangat menarik, genius dan mempesona.


"Apa kabarmu, Nas, jangan canggung begitu," ucapku karena aku melirik Andro sudah tidur di jok belakang.


"Sebenarnya ada niat apa dirimu, Zach?"


"Tidak ada, aku hanya terpesona untuk kesekian kalinya pada wanita yang pertama kali merebut keperjakaanku," jawabku. "Satu-satunya bukan hanya pertamakali."


"Ck," Dia berdecak, secara harfiah akulah yang memperko-sa Nanas dulu, bukan keinginan Nanas.


Tak lama kemudian kami sudah sampai di rumah Nanas, aku membantu Nanas keluar menggendong Andro masuk ke dalam rumah.


"Tidak apa-apa aku masuk?" tanyaku pada Nanas.

__ADS_1


"Taruh saja, Andro di sofa nanti aku yang pindahkan ke kamar," jawab Nanas.


Aku berjalan ke sofa dan menaruh Andro disana, sebelum pergi aku mengecup keningnya. "Good night Baby boy."


"Terimakasih, Zach," ujar Nanas.


Aku mengangguk kemudian pamit namun sebelum aku pergi Nanas malah menahanku.


"Zach, aku harap ini pertemuan terakhir kita."


"Aku tidak bisa memastikan itu Nas, karena aku rasa kau sudah mencuri seluruh hatiku malam ini," jawabku.


"Itu hanya obsesinya Zach, besok-besok pasti kau sudah lupa."


Mungkin obsesi, tapi hanya Nanas yang membuatku tidak alergi kepada wanita.


Aku tidak menjawab lagi, aku berjalan menuju mobil dan meninggalkan Nanas disana.


"Aku akan melakukan apapun itu Nanas, aku akan mengulang kejadian sembilan tahun yang lalu."





TBC

__ADS_1


Kalau Zach balik ke Nanas gimana yah?


__ADS_2