
POV Nanas
•
•
•
Mendengar pesan yang diucapkan Andro diatas stage membuatku termenung, Andro mengatakan hal itu didepan ayah kandungnya sendiri tapi sayang ayah kandungnya tidak mengetahui hal itu.
Tapi yang paling terharu adalah ucapannya tentangku, sembilan tahun menjadi single mom aku sangat beruntung bisa memiliki anak seperti Andro yang bisa menguatkan hati ibunya.
Aku masih duduk di kursi tamu VIP, ternyata memang benar Zach tidak mengingat masa lalu kami, satu sisi ada kabar baiknya karena dia tidak akan menganggu hidupku, satu sisinya lagi, dia adalah pria brengsek yang melupakan wanita yang dia perko-sa dalam kondisi tidak sadar.
"Best Designer Of Year adalah sebuah penghargaan kepada insan Designer senior, diberikan kepada designer paling berbakat dan menonjol tahun ini," Aku bisa mendengar Zach berucap diatas sana.
Aku masih diam, tidak terlalu berharap menang, karena memang tidak bersemangat atas kehadiran Zach disini
"Dan pemenang kali ini adalah, Syahnaz Amanda Argantara," ujar Zach disambut tepuk tangan tamu lain.
Aku terdiam sejenak, tidak yakin kalau aku yang menang, aku berjalan ke atas stage dan menerima piala itu.
"Aku tidak menyangka, kalau kau sudah sesukses ini, baby," bisik Zach yang membuatku mendelik. "Aku tidak akan melupakan malam itu."
Dia masih mengingat semuanya, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus bersikap biasa saja, dia adalah pria sialan yang hanya ingin tubuh wanita, bukan ranaku mengurusi pria sepertinya.
"Terimakasih kepada semua pemirsa yang sudah menvoting saya, buat semua tim saya, karyawan saya dan tentunya anak saya Andro, piala di tahun ketiga ini Mommy persembahkan untuk kamu Nak," ujarku kemudian berjalan turun dari Stage.
Zach juga turun dari Stage tapi ke arah lain, aku dalam masalah besar kalau Zach mengetahui bahwa Andro itu anaknya.
__ADS_1
Aku duduk di tempat dudukku, aku tidak tahu dimana Andro kini, aku tidak melihatnya sekarang.
•
POV Zach.
Kehadiran Nanas membuatku tidak fokus apalagi saat dekat denganmu, aroma tubuh dan kecantikannya bertambah sudah, dan satu hal lagi.
Nanas adalah wanita pertama dan satu-satunya wanita yang kuajak berkencan dan aku tiduri, selama sembilan tahun aku tidak melakukan hal ini pada wanita apapun, karena prinsip ku adalah hanya cukup satu wanita.
Aku bisa saja membayar seorang wanita untuk ini, tapi aku tidak bisa melupakan hasratku kepada Nanas, apalagi dia masih sangat menarik.
Aku kucari tahu tentang dirimu Syahnaz maksudku Nanas.
Ting!
Sebuah pesan masuk ke ponselku, dari sebuah nomor kosong, bagaimana bisa.
Bagaimana bisa.
"Apakah kau yakin kalau Andro, bukan anakmu?" Setidaknya begitulah pesan yang aku baca.
Benar-benar penuh misteri, siapa pengirim ini, aku harus melacak IP dan mengetahui siapa sosok dibalik nomor ini.
"Nemo? nama samaran yang menarik," ucapku berjalan mencari Zian.
•
POV Andro.
__ADS_1
Aku menemukanmu Daddy, aku sudah berhasil membuatmu penasaran dan aku akan membuatmu mengajakku masuk ke dalam duniamu tanpa aku harus masuk sendiri.
Sorry Dad, dendam tetaplah dendam, sakit hatiku sudah teramat dalam, terlebih dari sikapmu yang seolah tidak peduli.
Maaf Dad, aku harus melakukan ini, setidaknya sampai aku benar-benar bisa menaklukkan dirimu.
Aku mengambil hpku, aku rasa aku tidak terlalu butuh hp, melihat kegiatanku yang setiap hari padat, menyentuh hp saja tidak pernah.
Tapi sekarang aku membutuhkan hp ini untuk mengirim sesuatu, teruntuk Antonio Zach Chow.
Ada sesuatu untukmu, semoga kau menyukainya dan akan aku pastikan setelah ini, kau akan sangat penasaran denganku.
"Apakah kau yakin Andro, bukan anakmu?"
Klik, dan pesanpun terkirim.
Saatnya menjalankan misi Finding Lost Daddy!
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Bocah 8 Tahun dengan EQ dan IQ setara mahasiswa dan orang dewasa itu tidak hanya ada di dunia halu, tapi di dunia nyata ada.
__ADS_1
Memang tidak banyak tapi pernah dengar berita anak delapan tahun menjadi mahasiswa termuda? Seperti itulah gambarannya.
Jangan lupa like dan komen.