
POV Nanas.
•
•
•
Aku tidak tahu ada apa ini sebenarnya, aku sedang berada di kamar hotel saat Dilon datang dan mengajakku berbicara, awalnya aku menolak tapi dia memaksa.
Seperti tidak ada perasaan bersalah dalam hatinya, Dilon malah memaksaku untuk datang ke tempat ini, dan dia memintaku menyaksikan akad nikah dari Zach dan calonnya.
Benar-benar menyebalkan, bukan karena aku cemburu atau bagaimana yah, lagipula aku tidak di undang juga kan, dan faktanya pun Zach itu pembohong, katanya hanya aku tapi dia malah ingin menikahi wanita lain.
Sudahlah, kalaupun iya harusnya aku tidak harus mempermasalahkannya karena jelas aku tidak mencintai apalagi menyukai Zach.
Aku duduk diantara semua tamu, sementara Dilon juga duduk disampingku, dia menatap kedepan, entah darimana Zach, dia menatap Zach yang baru datang untuk melakukan akad.
Lihat saja, akad nikah begini pun dia kabur-kaburan.
"Kau darimana Zach? Kau bikin panik saja," ujar Tuan Antonio ~Ayah Zach.
Aku sudah berkenalan tadi karena sewaktu kesini aku memperkenalkan diri sebagai klien dan partner kerjasama dari Zach.
"M-Maaf, tadi ada urusan sebentar."
__ADS_1
Urusan mendesak apa dia sampai menghilangkan diri pada acara akad nikahnya, kecuali dia diculik saat akad nikah tapi itu tidak mungkin.
"Sudah cepat duduk dan lanjutkan semuanya!" pinta Tuan Antonio yang membuat Zach mengangguk.
Zach kembali duduk, akad nikah akan segera di langsungkan, lcd besar itu menampilkan wajah kedua mempelai dari dekat, memuakkan bukan, aku sudah cukup gumoh untuk melihatnya secara langsung.
Aku diam saja, dia benar-benar akan menikah, aku yang di unboxing, wanita lain yang dia nikah, dasar Zach menyebalkan.
Astaga Syahnaz, seharusnya aku tidak seemosi ini apalagi aku tidak menyukai Zach.
"SAYA TERIMA! EHM- SAYA TIDAK BERSEDIA MENIKAHI NONA JIA!"
Hah!?
Tunggu, aku tidak salah dengarkan, aku melirik sekitar, semua mata terpandang ke arah Zach yang langsung bangkit, bahkan Tuan Antonio dan Nyonya Lisa juga ikut berdiri.
"Sudah Yah! Zach sudah dewasa, Zach sudah bisa menentukan pilihan Zach sendiri, sediktator-diktatornya ayah, Ayah tidak berhak mengatur hal sedetail ini dalam hidupku!" ungkap Zach tegas.
Semua terdiam, akupun ikut terdiam, benar yang ada disana itu Zach, aku tidak pernah melihatnya seserius ini, setidaknya dalam sembilan tahun terakhir karena aku baru bertemu dengannya lagi beberapa hari ini.
"Jaga ucapanmu Zach! Duduk dan lanjutkan akadnya!"
"TIDAK! AYAH INGIN APA? MELENGSERKAN JABATANKU? INI BELUM MENYALAHI PERJANJIAN KELUARGA KITA, AKU MASIH ADA SATU TAHUN SEBELUM GENAP EMPAT PULUH TAHUN UNTUK MENCARI PENDAMPING SENDIRI!"
"Ini yang terbaik Zach!"
__ADS_1
"Yang terbaik menurut Ayah! Belum tentu untuk aku! Maaf Yah, bukannya aku ingin melawan orang tua tapi terkadang beberapa orang tua tidak mengerti maksud dan tujuan anaknya!"
Perdebatan diantara keduanya semakin panas, aku yakin besok pemberitaan akan heboh dengan hal ini.
"Lantas, keinginanmu, Apa sekarang!?" tanya Tuan Antonio terdiam.
Zach menghela napas panjang, dia menundukkan kepalanya kemudian berangsur menatap Papanya. "Zach sudah memilih seorang pilihan dan dia pertama dan satu-satunya!"
Tuan Antonio tampak mengernyitkan dahinya mungkin bingung tapi feelingku tidak bagus atas ucapan Zach tadi.
Zach berjalan ke arahku, ini tidak seperti yang ku inginkan kan? Maksudku yang kupikirkan kan?
Zach kini benar-benar berada didepanku, dia menarik tanganku dan membawaku ke depan Tuan Antonio, aku tertunduk perlahan.
"Dia yang akan menjadi calon istriku!"
Hah!? Pria ini sudah gila!
•
•
•
TBC
__ADS_1
Assalamualaikum