
POV Nanas.
•
•
•
Hari ini Andro tidak ke sekolah karena harus menjalani masa skorsingnya, karena tidak ingin dia sendirian dia rumah, aku memilih dirumah saja menemaninya.
Aku tengah duduk di ruang tamu rumah dengan laptopku sebelum Andro datang dengan membawa laptopnya sendiri.
"Andro, ada apa sayang?" tanyaku pada Andro yang berdiri menatapku.
"Mom, mau ngasih tahu sendiri atau ngasih tahu langsung, akan sakit rasanya kalau aku sampai tahu sendiri," jawab Andro yang membuatku mendelik.
"Apa maksudnya, sayang?" tanyaku yang membuat Andro tidak menjawab, dia hanya mengembuskan napas panjang.
Wajah dingin dan tidak penuh senyum itu menaruh laptop dimeja kemudian mulai mengutak-atiknya, seusia dia, aku tidak tahu apa itu laptop tapi anakku yabg ini berbeda.
"Antonio Zach Chow," Andro membalikkan monitor laptop itu ke arahku sehingga aku bisa melihat foto seorang pria dari masa laluku. "Dia ayahku kan, seorang Presiden Direktur dari perusahaan yang bergerak di bidang properti."
Aku terdiam, bingung harus menjawab apa, aku menghela napas panjang mungkin sudah saatnya Andro tahu siapa ayahnya, dia sudah sangat dewasa untuk anak seusianya.
__ADS_1
"Iya, dia ayah kamu, kenapa kamu bisa tahu," jawabku yang membuat Andro terdiam tidak percaya.
"Sebuah artikel sembilan tahun lalu pernah merangkum berita tentang seorang Presdir yang diisukan memiliki hubungan sesama jenis malah berkencan dengan wanita," jawab Andro membuka artikel itu lewat laptopnya. "Dan wanita itu adalah, Mama."
Andro kembali membalikkan monitor laptop ke arahku memperlihatkan sebuah foto diriku dan Zach sewaktu berjalan di hotel yang diambil oleh paparazi, kenapa aku tidak pernah tahu akan berita ini.
"Tuan Zach adalah vendor utama dalam acara penghargaan yang mengundangnya Mommy kan? Dia ada diacara penghargaan itu malam ini, ayahku sendiri yang akan ada disana Mom, andai dia bukan vendornya aku tidak mungkin akan menjelajah tentangnya dan menemukan artikel ini," jelas Andro, benar-benar pemikiran yang sangat matang dan luas.
"Sorry, Andro," jawabku, Andro hanya mengangkat tangannya kemudian berjalan meninggalkanku di ruang tamu.
Aku duduk diruang tamu, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tak lama setelahnya aku memilih menengok Andro, dia tidak ada di kamarnya, jika kesal begini, aku tahu dimana dia.
Dia sudah pasti ada di kolam renang rumah, bukan berenang tapi meninju samsak, di usia delapan tahun dia sudah mempunya body yang bagus dan tinggi badan yang bagus, mungkin ketika dewasa dia akan menjadi pria yang sangat tampan.
Andro berjalan ke arahku kemudian memegang pipiku pelan. "Mommy dan aku harus pergi kesana, ini bukan salah Mommy, Mommy sudah melahirkan dan membesarkan aku, ini semua salah pria itu, dia yang tidak ingin bertanggung jawab, aku akan memastikan bahwa dia akan mendapatkan balasan yang setimpal, Mom."
•
"Handsome, kamu akan menjadi bintang utamanya malam ini," Aku meraih tangan Andro dan turun dari mobil.
Red carpet sudah menyambut kamu saat turun dari mobil, kami masuk ke dalam gedung acara ini, disambut beberapa fotografer dan wartawan layaknya seorang artis.
Semua orang kagum, bahkan Andro sendiri yang menjadi pusat utamanya, dia dikenal sebagai designer ternama sama sepertiku, karena designnya yang bagus dan selalu menjadi trend center.
__ADS_1
Saat kami memasuki ruangan acara, sudah disambut dengan banyaknya tamu, aku memilih duduk di sebuah sofa bersama Andro.
"Good Night, Nyonya Syahnaz, senang kau bisa datang," ujar seorang pria, dia adalah Tuan Robin, pemilik acara ini.
"Senang menerima undanganmu, Tuan Robin," jawabku berdiri.
"Oh iya, Tuan Zach sini, kenalkan ini adalah Nyonya Syahnaz, Design ternama di Aussie saat ini."
Tuan Robin tampak memanggil seorang pria yang tidak asing ditelinga ku, bahkan Andro langsung berdiri.
Tak lama kemudian seorang pria muncul dan benar saja, dia adalah sosok sembilan tahun lalu, masih sama dan tidak pernah berubah.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan lupa like dan Komen yah~
__ADS_1