Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 36. Kondisi Yang Buruk


__ADS_3

POV Zach.





BRAK!


Apakah aku sudah mati, suara histeris itu menbawaku kepada ingatan yang tidak mengingat apapun, aku melirik sekitar, mereka semua terdiam, sampai aku membalikkan badanku dan ...


"ANDRO!"


Aku bergegas berlari ke arah Andro yang tertimpa oleh lampu dari atas, bagaimana semua ini bisa terjadi padahal keamanan di kantor ini sudah terjaga dengan baik, aku langsung meraih Andro ke dalam gendonganku.


Wajahnya sudah penuh darah, aku tidak tahu darimana asal darah ini yang penting ini membuat stigmaku semakin panik saja.


"Andro!" teriakku yang membuat semuanya kembali terdiam, aku menepuk pipi Andro pelan dan menangis disana, ah ada apa denganku, kenapa begitu banyak kaitan dengan anak ini. "Andro! Bangun ini Daddy! Kamu gabisa gini sama Daddy kamu sendiri!"

__ADS_1


Nanas berjalan ke arahku, dia sama terdiamnya, dia menutup mulutnya terkejut, tubuh mungil Genius ini sudah penuh dengan darah yang membuat semuanya terdiam seketika.


"Zian! Siapkan mobil segera kita bawa Andro ke rumah sakit!" Aku menggendong Andro kemudian berlari membawanya ke parkiran sedangkan Zian tampak menyiapkan mobil.


Entah kenapa sikap mereka semua lebih banyak diam seolah tidak terjadi apa-apa bahkan Nanas sendiri hanya diam tanpa ekspresi.


Aku masuk ke mobil yang di siapkan oleh Zian dan memerintahkan Zian untuk segera membawa mobil ini ke rumah sakit terdekat.


Nanas ada di sampingku yang membuat ku semakin khawatir akan kondisi Andro, bukan main lampu berat itu baru saja menimpanya, akan aku selidiki masalah ini, tak lama kemudian, Mobil kami sudah tiba di rumah sakit.


Aku segera menggendong Andro masuk ke dalam sana menuju ruang unit gawat darurat, para dokter dan perawat yang ada disana langsung menangani Andro, terlebih mereka mengetahui bahwa aku adalah Zach Choi, seorang Presiden Direktur terkenal di kota ini.


Aku terduduk di kursi tunggu saat mereka semua sedang menangani Andro, aku melirik Nanas, air matanya jatuh, dia mungkin bingung harus menanggapi apa masalah ini.


Aku berdiri dan berjalan ke arah Nanas bermaksud meminta maaf, karena aku merasa bersalah atas kejadian ini.


"Nas! Maafin aku, aku yang bertanggung jawab, harusnya aku yang ditimpa oleh benda itu bukan Andro, kalau kamu ingin memukul-"


PLAK!

__ADS_1


Sebuah tamparan jatuh di pipiku sebelum aku menyelesaikan kalimatku yang membuatku terdiam merasakan perih di pipi.


"Aku udah duga bahwa hal buruk akan terjadi saat Andro menerima kontrak kerja ini, Lihat sekarang, karena kebodohan kamu, kamu membahayakan nyawa Andro! Emang pantasnya tuh posisi kamu digantikan sekalian!" teriak Nanas yang membuatku terdiam.


Oke semua itu benar, hanya karena hal konyol untuk mendapatkan hati Nanas, hal ini harus terjadi, aku terdiam sepi bahkan air mataku jatuh karena hal ini.


"Sudah! Sudah! Jangan saling menyalahkan ini adalah murni kecelakaan, lebih baik kita semua fokus kepada kondisi Andro!" ujar Zian menengahi kami.


Nanas mundur beberapa langkah sembari menatapku tajam. "Aku benci sama kamu Zach!"


Sudah seharusnya, aku bahkan tidak layak disebut Daddy oleh Andro, sudah sepantasnya aku dibenci oleh Nanas, harusnya aku tahu diri bahwa aku siapa, aku bukan siapa-siapa dalam cerita ini, aku hanya pria bodoh yang mengusik kehidupan Nanas dan Andro.


"Permisi, kondisi Andro sedang kritis sekarang, kami membutuhkan donor darah segera," ujar seorang Dokter keluar dari ruangan itu.




__ADS_1


TBC


__ADS_2