
POV Nanas.
•
•
•
Aku mendorong sedikit tubuh Zach agar menjauh dariku, benar-benar membuatku merasa tidak akan pernah menyentuh Zach lagi.
"Ada apa Mom?" tanya Andro saat sudah mengakhiri lagunya, aku tahu Andro melihat ini jadi aku tidak akan menjawab segala pertanyaan Andro tentang ini semua.
Zach tanpa merasa bersalah sedikitpun, langsung kembali duduk setelah menodai bibirku, aku benar-benar menyesal tidak mengontrol diri dan harusnya aku tolak saja tawaran kerja ini.
Zian mengode Zach yang membuatku semakin yakin ini adalah rencana mereka berdua, aku benar-benar akan muak berada di samping dua pria ini.
Ting!
Lagi-lagi pesan dari sosok Nemo, siapa sih dia, benar-benar membuatku pusing tujuh keliling.
[Cinta dan benci itu beda tipis, makanya cinta bisa berubah jadi benci dan benci bisa jadi cinta]
Lagi-lagi sebuah pesan aneh yang membuatku memilih memblokir nomor ini dan anehnya ini nomor kosong yang berarti nomor tanpa pemilik.
Aku memilih mematikan teleponku kemudian menyimpannya dalam-dalam di tas karena tidak ingin diganggu lagi.
__ADS_1
"Ingin bernyanyi lagi?" tanya Zian pada Andro yang sontak membuatku menghentikan mereka.
"Sudah, sudah jam setengah dua, kalian tidak sadar tidak usah menyanyi lagi," jawabku yang membuat Zach tersenyum mesum kepadaku.
Kalau kau ingin membuat orang jatuh cinta tidak begini caranya Zach, dan hebatnya aku seperti di kekang tanpa sentuhan oleh Zach.
Benar-benar membuatku ingin mengumpat.
•
POV Andro.
Aku sengaja membiarkan Mommy dan Daddy melakukan itu, bukankah ini satu langkah yang pasti dan benar aku memilih meneror Mommy juga dengan pesan demi pesan yang mungkin akan membuat Mommy tidak tenang.
Aku melakukannya demi kebaikan bersama bukan, tidak ada yang tidak ingin keluarganya utuh.
Sudah jam dua ternyata, pesawat yang akan membawa kami dari Melbourne ke Jakarta akan berangkat sebentar lagi.
"Hm? Hujan?" ucapku pelan saat aku melihat Daddy tampak memegangi kepalanya.
Uncle Zian juga tampak melihat itu langsung terlihat panik dan mengeluarkan sebuah obat dari tasnya dan memberikannya kepada Daddy.
"Minum ini Zach, aku tidak sadar akan perkiraan cuaca hari ini, aku minta maaf," jawab Uncle Zian yang membuat dan Mommy saling menatap.
Ada apa dengan Daddy?
__ADS_1
Daddy tampak meminum obat itu yang membuatnya agak mendingan walaupun kami harus buru-buru masuk ke pesawat karena hujan semakin turun.
Tunggu.
Pluviophobia, apakah Daddy menderita hal yang sama? Aku pernah membaca sebuah artikel yang membahas ini, sebuah syndrome dimana orangnya akan mengalami gangguan kecemasan akibat hujan.
Tapi apa alasannya, kalau benar Daddy menderita ini, dan kalau benar ini juga bukan berita yang sangat bagus.
Ibu tiri Daddy selalu berusaha mencari kesalahan Daddy kalau dia tahu Daddy menderita penyakit semacam ini jelas ini akan menjadi Boomerang untuk melengserkan Daddy dari posisinya.
Logika saja, siapa yang ingin sebuah perusahaan dipimpin oleh orang penyakitan, benar-benar bahan observasi baru.
"Dad? Are you okay?" bisikku saat berada di samping Daddy. "I am worried."
"It's okay, I'm fine," jawab Daddy dari sorot matanya saja aku bisa melihat Daddy menyembunyikan sesuatu.
Okey kita lihat, seberapa jauh kemampuanku untuk mengetahui hal ini, sorry Daddy ini benar-benar demi kebaikanmu, aku harus mengetahui penyebabnya.
•
•
•
TBC
__ADS_1
Assalamualaikum
Andro mode detektif