
POV Author ^_^
Kangen gak? Maaf yah Author masuk rumah sakit 4 Hari dan harus istirahat total dan baru boleh ngetik hari ini~
Lovyu sudah nunggu :)
•
•
•
Zach menatap dalam wajah yang ada di hadapannya, itu benar-benar adalah wajah Andro yang masih beku dalam ingatannya.
"An-ndro?" tanya Zach beralih duduk tapi langsung dilarang oleh Dokter yang membuat Zach kembali tidur.
Zach merasakan masih pusing dibagian kepala tapi tangannya masih menangkup wajah dalam Andro.
"Kamu masih hidup?"
"Aku jelaslah Masih Hidup, orang aku gak kenapa-napa, kok," jawab Andro yang membuat Zach langsung memeluk putranya itu.
Zach menangis memeluk Andro, rasanya dia sudah kehilangan pijakan hidupnya jika saja Andro pergi meninggalkannya.
Zach tidak memikirkan apa yang terjadi selama ini dia hanya butuh satu penjelasan, dia melirik Zian yang berdiri bersama Nanas.
"Kau mengalami koma selama dua bulan, yah dua bulan, lebih tepatnya tujuh puluh empat hari, sejauh ini koma-mu baik-baik saja, tapi dua hari lalu kau kritis dan diobservasi yang membuat hari ini kami harus membuat keputusan, berusaha lagi dengan memindahkanmu ke ICU atau menyerah dengan melepas alat bantu bertahan hidupmu," jelas Zian kepada Zach.
Untuk orang koma selama itu, mungkin beberapa orang akan memilih menyerah kan nasibnya tapi sepertinya Zach berada di pilihan yang tepat.
"Berterima kasihlah kepada Nanas dan Andro, dia yang memperjuangkan mu disaat Tuan Antonio dan Nyonya Lisa mengusulkan untuk melepas alat bantu bertahan hidupmu," jelas Zian kembali.
Zach berusaha mengingat sesuatu, dia mengingatnya, bukan Andro yang ditimpa oleh Lampu melainkan dia, dia mendorong Nanas waktu itu sehingga dia yang tertimpa dan dia yang koma, didalam komanya dia mengalami lucid ******.
Yaitu sebuah bayangan seperti di dunia nyata yang berbanding terbalik dengan apa yang terjadi, Zach merasa dia cuma berada di alam bawah sadarnya selama dua hari bukan dua bulan, tapi jika dia tidak mengalami lucid ****** entah apa yang akan terjadi pada Zach kedepannya.
"Daddy sudah sehat, aku rindu dengan Daddy," jawab Andro memeluk Zach sekali lagi. "Aku hampir berpikir bahwa aku akan benar-benar tidak punya Daddy lagi."
Zach memeluk Andro, justru sebuah ikatan lah yang menyelamatkan keduanya dalam keadaan terbaik mereka.
•
"Ma, sudah dua bulan, Zach gagal memenuhi syarat dari Ayah dan Gagal melanjutkan tugas sebagai seorang Presiden Direktur, maafkan Zach Ma, Zach adalah seorang pria yang gagal," jawab Zach didepan makam Mama-nya.
Zach kini sedang berada di pemakaman, sendirian, dia butuh waktu sendiri untuk semua ini, dua bulannya dia habiskan untuk koma.
"Kamu pria yang gagal, tapi kamu bukan Ayah yang gagal, Zach," Zach berdiri dan membalikkan badannya kepada sosok itu.
Itu adalah Nanas, Zach tersenyum, kini Nanas sudah berjalan sampai di hadapannya, sehingga tidak ada lagi jarak diantara mereka.
"Maksudmu?"
__ADS_1
Nanas tersenyum, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah foto Andro waktu dia bayi. "Kau tahu, kalian bagaikan Like Father Like Son, kalian sangat-sangat hampir sama, bahkan saat memandang wajah Andro, aku langsung terpikir akan wajahmu."
Zach menerima foto itu dan menangis, perlahan air matanya jatuh, air hujan juga jatuh saat itu, tapi Zach tidak merasakan apa-apa lagi sekarang, semua berjalan dengan normal dan baik-baik saja.
"Dia adalah anak kandungmu, dan mengenai tawaran mencintaimu, jawabanku adalah-"
Zach menatap Nanas dalam.
POV Author ^_^
•
•
•
"Jawabanku adalah Tidak," jawab Nanas yang membuat Zach terdiam dalam hujan, hujan masih membasahi keduanya. "Maaf membuatmu berharap Zach, tapi aku tidak bisa mencintai untuk waktu dekat ini."
"Aku mengerti, jangan khawatir, aku tidak akan memaksakan apa yang akan terjadi kedepannya, maaf sudah merusak hidupmu selama sembilan tahun ini, menjadi ibu tunggal karena kelakuanku, terimakasih atas kejujuranmu," jawab Zach, keduanya tersenyum.
Nanas mengangkat payungnya, karena tadi mendung, Nanas membawa payung kesini.
"Maaf yah Zach, aku tidak akan menghalangimu untuk bertemu Andro, mau bagaimanapun dia tetaplah anakmu, maaf sudah membohongimu, aku takut jika aku menemuimu untuk meminta pertanggungjawaban dulu, kau akan mengambil Andro setelah lahir," jelas Nanas.
"Mengenai Andro.'
"Aku tidak akan mengambilnya darimu, aku sudah mengambil apa yang aku inginkan, yaitu cintaku, walaupun kau tidak mencintaiku," lanjut Zach.
"Kau akan bahagia suatu saat nanti, i trust you," Setelah mengucapkan itu Nanas beranjak pergi tapi Zach menahannya. "Hm?"
Nanas mengangguk, Zach langsung memeluk Nanas, yah takdir tidak pernah selalu mempertemukan mu dengan orang yang sama dan kisah kehidupan yang mirip novel tidak selalu berakhir sesuai apa yang di ekspestasikan, Nanas rasa semuanya sudah selesai dan Zach memilih mengakhirinya.
This page isn't for pleasing your eyes, its for pleasing my mood..
"Aku rasa aku harus segera bersiap untuk melepas jabatan Presiden Direkturku, kau ingin pulang bersamaku?" tanya Andro yang membuat Nanas mengangguk.
"Kau akan bersinar dengan apa yang kau punya Zach, dengan jabatan atau tanpa jabatan," jelas Nanas.
"Saya rasa tidak seperti itu!" Nanas dan Zach berbalik.
Mereka meraih asal suara itu, itu adalah Tuan Antonio, Andro dan Zian yang berada dibawah payung.
"Zach sudah memiliki seorang anak yang merupakan generasi penerus setelah Zach nantinya, dan saya rasa saya yang salah, Zach akan tetap memimpin perusahaan ini, dan jika nanti saya pensiun nanti, dia akan menjadi CEO dan kalian tahu siapa Presiden Direkturnya?"
Semuanya terdiam mendengarkan Tuan Antonio.
"Andromeda Zach Choi," jawab Tuan Antonio. "Dia akan menjadi Presdir Termuda suatu saat nanti, anak Genius dengan segala keajaibannya."
Zach menatap Nanas dan keduanya saling bertatapan, sedang Andro langsung berlari ke arah kedua orang tuanya.
"Keluarga yang utuh adalah keluarga impianku, tapi kebahagian individual Daddy dan Mommy, lebih dari apa yang aku inginkan, tidak mengapa, asal aku bisa melihat senyum Mommy dan Daddy, ini sudah sangat-sangat cukup," jawab Andro memeluk keduanya.
__ADS_1
"Berjanjilah, kau akan tetap menjadi anak yang hebat," bisik Zach.
"Dan Daddy tidak akan ceroboh lagi," jawab Andro yang membuat mereka semua tertawa.
•
•
Karena Nanas dan Andro sudah bekerja selama tiga bulan di Indonesia, mereka memilih melanjutkan tiga bulan sisanya di Australia karena Nanas harus mengurus usahanya disana.
Ini tandanya mereka semua akan terpisah jarak dengan benar-benar sebuah jarak.
"Daddy akan merindukanmu, Daddy akan selalu mengabarimu, sayang," ujar Zach saat Nanas dan Andro akan naik ke pesawat mereka.
"Aku juga, aku akan kembali ke Indonesia setelah sekolahku selesai, aku rasa aku akan melanjutkan jenjang disini, saja tentunya bersama Daddy," jawab Andro.
"Jangan, bagaimana dengan Mommymu, dia butuh kau, biar Daddy yang akan sesekali mengunjungi kalian ke Australia."
"Baiklah, Uncle Zian, aku pergi, tidak ada lagi yang akan mengacaukan harimu," ujar Andro kepada Zian kali ini.
"Aku akan merindukanmu, Genius Menyebalkan," jawab Zian.
Disaat Andro berpisah dengan Kakenya, Antonio dan Pamannya, Rendra tidak ada keberadaan Nyonya Lisa disana.
"Zach, aku pergi yah, jaga dirimu," ujar Nanas kepada Zach.
"Kau juga," jawab Zach. "Kau bilang aku akan bahagia, rasanya iya, melihat kalian bahagia, aku sudah bahagia, aku hanya menitipkan, hatiku padamu, walaupun aku tidak bisa memiliki hatimu."
"Karena kau sudah memberikan hatimu padaku, aku ingin mengatakannya, bahwa aku akan berusaha sekali lagi," jawab Nanas.
"Maksudnya?"
Nanas menyentuh dada Zach kemudian tersenyum. "Simpan sendiri hatimu, dan jaga untukku, dan aku akan jaga hatiku, hingga suatu saat aku menemukan pemiliknya, aku harap itu namamu."
Zach tersenyum, Nanas juga, perpisahan ini harus berlanjut, akhirnya Zach hanya bisa menatap Nanas dan Andro yang masuk ke pesawat mereka.
•
•
•
Assalamualaikum.
Just Perfect Ending!
•
•
•
__ADS_1
TBC
Assalamualaikum