
POV Nanas.
"Mungkin ini adalah kerjasama kedua kita, kalau Nyonya Syahnaz sadar, sebelumnya pihak Antoni Corp dan butik Nyonya sudah menjalin kerjasama dan kali ini kami ingin mengajak Nyonya melakukan kerjasama baru selama di Indonesia," jelas Zian, asisten dari Zach kepadaku.
Aku menjadi bingung sendiri, harus menerima atau bagaimana karena memang aku sudah nyaman di Melbourne dan tidak ingin kembali ke Indonesia, tapi sedari tadi Andro sudah memberiku sugesti untuk menerima hal ini.
Apalagi Andro benar-benar harus ke Indonesia untuk tetap memantau Daddy-nya, dia harus benar-benar melakukan hal ini, walaupun aku sendiri tidak tahu apa tujuan Andro.
"Bagaimana, Nyonya Syahnaz?" tanya Zian kembali yang membuatku menghela napas panjang dan sudah mengambil keputusan.
Aku menatap Zach yang ada di samping Zian, wajahnya sama tegangnya mungkin cemas-cemas harap dengan keputusanku nanti.
"Berharap, Nyonya bisa meraih keputusan yang baik, saya sangat berharap," ujar Zach yang membuat kembali menghela napas panjang.
"Saya bersedia," jawabku pelan.
Sebuah keputusan yang membuatku benar-benar mempertaruhkan semua hal yang akan aku lakukan kedepannya, ini semua demi Andro, tidak ada lagi tujuan hidupku selain Andro bukan.
Zian dan Zach saling menatap dan tersenyum, aku hanya bisa diam kemudian menatap Andro di sampingku yang ikut tersenyum.
Aku adalah korban disini kan, Zian menyusunL kembali proposalnya dan menatapku dalam.
"Terimakasih Nyonya, kalau begitu anda bisa ikut bersama kami ke Indonesia, besok pagi, kami akan menyiapkan apartemen disana," jawab Zian yang membuatku mengangguk.
•
__ADS_1
POV Andro.
"Ah, Malas ah!" Aku mengucapkannya ini saat berada di zoom meeting kelasku, entah ada apa gerangan guruku yang satu ini mengadakan Class online khusus untukku padahal dia yang mengskorsku.
"Duh Andro, Miss mohon kamu balik ke sekolah besok yah, Miss udah bicara sama college student buat batalin skors kamu," jelas Miss yang membuatku kembali mendelik.
Dasar munafik.
"Kenapa? Kalian takut piala tahun ini tidak kalian dapatkan yah? Dasar, suruh saja anak yang kalian bela kemarin, oh iya anak dari pemilik sekolah, padahal Miss sendiri yang lihat kan, kalau kemarin dia duluan yang mengejekku, dan Miss malah menghukumku," jawabku malas rasanya.
"Tolong Andro, maafkan Miss, Olimpiade Seni antar sekolah akan berlangsung sebentar lagi dan kamu lah satu-satunya kandidat dari sekolah," Aku menatapnya miris, datang pas butuh.
"Lalu, aku harus apa? Meraih piala untuk kalian simpan sendiri seperti tahun-tahun kemarin?"
Aku tertawa, endingnya sama kan, mereka mengancam, aku hanya menatap miris kemudian berkata. "Dengan segala hormat dan tanpa mengurangi kesopanan ku yah, Sorry aku gak mau, kalian mau drop-out pun aku gak peduli."
Klik!
Layar menghitam karena aku pencet tombol off-nya, aku masih miris dengan sistem pendidikan seperti ini seperti mengekploitasi muridnya sendiri.
Kemarin mereka memberiku skorsing, sekarang mereka memaksa aku hadir di sekolah untuk sebuah Olimpiade bagi mereka sendiri, setelah kemarin mereka menghukumku, padahal anak pemilik sekolah itu yang memulainya.
"Ck!" Aku bangkit dari dudukku, lebih baik berenang di hari sore begini, malas memikirkan hal seperti ini.
Aku melepas baju sehingga menyisakan celana pendek saja, kalau boleh Denial, untuk seusia delapan tahun aku rasa aku sudah cukup tampan.
__ADS_1
Sebuah pembelaan, aku bersiap turun ke air sebelum Mommy datang dan memanggilku.
"Andro."
"What's wrong, Mom?"
"Apa rencanamu, sekarang?"
Aku terdiam kemudian berjalan ke arah Mommy. "Kalau aku bilang, aku ingin menyatukan Mommy dan Daddy."
Mommy terdiam, aku hanya tersenyum kemudian mencium pipi Mommy.
"Aku menyayangimu Mom, is not a Galih dan Ratna but is Zach and Syahnaz, jodoh siapa yang tahu."
•
•
•
TBC
Nih Visualnya Dek Andro wakaka
__ADS_1