
POV Andro.
•
•
•
TEPAT! Sesuai rencana yang aku rancang bersama Uncle Zian, kini ayahnya Daddy tampak tidak terima karena Daddy menarik tangan Mommy sebagai calon istrinya.
Nikah itu ribet gak sih, suruh aja Mommy dan Daddy akad sekarang, kelar masalah, tapi gak semudah itu! Masih ada satu hal lagi yang harus benar-benar aku kerjakan.
Aku meraih laptopku kemudian mengutak-atiknya, aku melirik Uncle Zian meminta persetujuan, Uncle Zian mengangkat jempol tanda setuju.
"Saatnya puncak acara dimulai!" KLIK! Aku menekan keyboard laptopku yang langsung mengakses LCD raksasa dihadapan kamu semua.
Sontak semua mata yang tadi menatap ke arah Mommy dan Daddy menatap ke arah LCD itu.
Aku tidak tahu bagaimana caranya, tapi tadi aku berhasil merekam Jia, maksudku wanita iblis itu yang ternyata mempunyai kekasih padahal dia akan dinikahkan oleh Daddy.
Terdengar sebuah percakapan dari video tersebut, aku sudah puas mendengar percakapan di video itu, tuh aku yang merekamnya.
[Tenang sayang! Aku menikahi Zach karena aku hanya menguasai hartanya, lagipula, aku juga sudah punya orang dalam di keluarga Zach!]
GOTCHA! Begitulah ucapan wanita iblis itu yang terpampang jelas di video, kalau Ayahnya, Daddy cerdas mungkin dia akan sadar tentang orang dalam keluarga mereka.
Yang berarti orang dalam ini secara logika membantu Jia menjadi istri Zach, karena juga ingin harta, hayo tebak? Susah yah nebaknya.
__ADS_1
Aku duduk di kursi menikmati pementasan seni peran keluarga ini, tugas selesai dan saatnya menutup laptop.
•
POV Zach.
"Ayah sekarang lihat kan! Ini pilihan terbaik menurut ayah!? Dia bahkan tidak lebih dari sebuah sampah!" teriakku menatap bengis Jia yang tertunduk malu. "Jika aku jadi dirinya, aku akan malu untuk hal ini, kecuali kau memang tidak memiliki rasa malu!"
Ayahku tampak terdiam, yah mungkin dia sadar bahwa baik menurutnya belum tentu menurutku, ayahku itu diktator dan sok tahu dia hanya gampang dihasut oleh istri mudanya, Tante Lisa.
Dengar percakapan dari Jia di video, dia memiliki orang dalam, di keluarga Antonio, sudah jelas kan siapa orangnya, Gila harta dengan segala alibinya.
Aku yang sudah cukup muak kemudian menarik tangan Nanas keluar dari sini, malu ditanggung ayahlah, kan semua tamu undangan ini rekan kerjanya, aku masuk ke dalam mobil di susul Nanas yang terdiam.
Aku tidak tahu Nanas kenapa, tampaknya dia cukup syok dengan keadaan ini, aku akan mengobrol dengannya sekarang.
"Hm, Okey," jawab Nanas masih bingung dengan dirinya sendiri.
Aku membelokkan mobil yang ku kendarai ini ke area pantai yang tidak jauh dari gedung acara akad tadi, kini pandanganku sudah penuh dengan lautan, aku keluar dari mobil dan duduk di bagian depan, Nanas juga keluar dari mobil dan duduk disampingku.
"Maaf tentang tadi, aku membuatmu cemburu yah?" bisikku yang membuat Nanas mengernyitkan keningnya. "Aku tidak akan menikahi wanita lain, selain dirimu."
"Kau sakit, Zach!" jawab Nanas agak menjauh dariku.
Aku tersenyum, semakin kau menjauh semakin membuatku penasaran, Nanas. "Aku tidak akan pernah membayangkan kalau aku menikah dengan perempuan iblis seperti Jia."
Nanas terdiam kemudian menatapku. "Aku juga bersyukur akadnya batal."
__ADS_1
Senyumku mengembang, ada arti apa dibalik kata bersyukur itu, sayangnya Nanas mengetahui senyumku yang membuat dia langsung meralat ucapannya.
"M-Maksudnya bersyukur karena kamu, gak jadi nikah dengan perempuan seperti itu Zach," ralat Nanas dengan pipi memerah.
"Iya deh percaya," jawabku menarik tangan Nanas agar lebih dekat denganku, kini jarak diantara kami benar-benar sudah sangat dekat yang membuatku bisa merasakan detak jantung Nanas.
"Kenapa kamu bilang kalau aku adalah calon istrimu, Zach!?"
Pertanyaan yang aku tunggu akhirnya keluar, saatnya menjawab segala pertanyaan dari Nanas ini.
"Mungkin, mungkin karena hatiku sudah dijleb-jlebin kamu?" bisikku yang membuat Nanas bergidik.
Tik!
Hm! Air apa ini? Hah? Hujan?
Aku membenci segala hal tentang Hujan bahkan di momen baper seperti ini.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
__ADS_1
Maaf lagi sibuk jadi slowup