Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 35. I Trust You


__ADS_3

POV Nanas





"Kamu harus melakukan ini, jika tidak sampai kapanpun posisi Zach tidak akan menjadi milik kamu!" ujar Nyonya Lisa kepada Rendra pada ruangan itu.


Aku tidak tahu pasti sedang ada rencana apa mereka terhadap Zach yang pasti feelingku kurang baik untuk ini.


"Tapi Ma, aku gak mau, lagipula jabatan General Manager sudah cukup bahkan lebih dari cukup Ma!" jawab Rendra menentang ucapan Nyonya Lisa.


Aku mengerti, mungkin Rendra tidak ingin terlibat oleh rencana jahat dari Ibunya, aku akui dia baik dalam posisi ini tapi isi hati orang siapa yang tahu.


Aku dan Zian masih memperhatikan mereka bahkan aku bisa melihat jelas bahwa raut wajah Nyonya Lisa tampak kesal dan penuh emosi karena penolakan putranya.


"Kalau kamu tidak mau, biar Mama sendiri yang melakukan itu!" jawab Nyonya Lisa berjalan keluar dari ruangan itu.


Sontak aku dan Zian langsung berlari menjauh dari sana, kami kembali ke sofa tempat kami duduk dan saling melempar tatapan.


"Bagaimana ini Zi, Feelingku tidak enak tentang ini, aku yakin ada sesuatu yang di rencanakan oleh Nyonya Lisa!" ujarku yang membuat Zian mengangguk setuju.

__ADS_1


"Saya akan mencari tahu tentang rencana ini, Nyonya," jawab Zian yang belum bisa membuatku bernapas lega.


Aku heran, kenapa aku harus begitu khawatir akan kondisi ini, padahal aku tidak seharusnya sekhawatir itu, kecuali fakta bahwa aku telah membuka hati untuk Zach.


Ah tidak! Aku tidak mungkin membuka hati untuknya.


POV Andro.



Setelah make over yang dilakukan Daddy, kini saatnya kami kembali ke kantor karena puncak rencana ini ada di kantor, aku hanya meminta Daddy mengecat lebih hitam rambutnya dan mencukur bulu halus disekitar wajahnya.


"Apakah beberapa karyawan sudah di beritahu tentang rencana ini, Andro?" tanya Daddy yang sedang mengendarai mobilnya.


"Sudah!" jawabku mengangkat jempol. "Bahkan, Uncle Zian juga sudah tahu dan aku memastikan bahwa Uncle Zian tidak akan memberitahu Mommy tentang ini."


Mobil yang dibawa Daddy kini sedang melenggang kencang dijalanan kota, jalanan tampak sepi karena memang ini masih jam kantor jadi semua orang melakukan aktivitas mereka didalam ruangan.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya mobil kami sudah tiba di halaman parkir kantor Daddy, aku segera mengeluarkan ponselku dan mengabari uncle Zian selaku kordinator lapangan dalam rencana kami.


Aku sudah memastikan bahwa Mommy ada disana, karena Uncle Zian memberitahuku bahwa Mommy memang menunggu Daddy untuk presentasi hasil Designnya.


Kami berdua masuk ke dalam ruangan itu, di dalam ruangan yang aku maksud adalah lobby kantor harusnya aku berkata kami masuk ke dalam gedung kantor ini.

__ADS_1


Sepuluh Staff karyawan Daddy sudah siap memegang papan berisi potongan kalimat WILL YOU MERRY ME.


Ahahaha ini adalah rencana paling kolot tapi romantis, aku tidak tahu apakah Mommy punya rasa cinta dihatinya karena sudah sembilan tahun Mommy tidak menjalin hubungan dengan pria.


"Sekarang!" pintaku yang membuat semua Karyawan itu mengangkat papan itu sesaat setelah pintu lift didepan kami terbuka.


Pintu lift itu terbuka dan memperlihatkan Mommy yang dibawa oleh Uncle Zian dari lantai atas.


"Ada apa ini?" tanya Mommy yang membuatku tersenyum, Daddy berjalan ke arah Mommy dan kini mereka berdua saling bertatapan. "Zach? Kau tidak bercanda kan!"


Aku melirik ke atas, tunggu apa itu? Lampu gantung yang ada di atas kantor itu tampak bergoyang dan jatuh begitu saja.


"Daddy! Awas!"


Daddy tampak mendorong Mommy dan tidak apa-apa lagi yang ku ingat selain teriakan histeris dan bunyi benturan yang sangat dalam.


Apa yang terjadi.




__ADS_1


TBC


Assalamualaikum


__ADS_2