Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 33. Siapa Bintang Utamanya


__ADS_3

POV Zach.


"Pegang ini, Dad!"


Aku berjalan dibelakang Andro dan menerima setiap pakaian yang diberikan Andro kepadaku, kami memang sekarang berada di butik langgananku, Andro bilang, dia akan melakukan make over terhadap diriku untuk rencana menyatukanku dengan Nanas.


"Andro, kau yakin sebanyak ini?" tanyaku yang membuat Andro balik menatapku tajam, bukan apanya tapi pakaiannya sudah sangat banyak.


"Yang Designer disini adalah aku, jadi Daddy nurut aja," jawab Andro yang membuatku terdiam.


Aku kembali berjalan bersama Andro dideretan rak baju yang tersusun rapih disana, aku hanya bisa terdiam, aku punya segunung baju yang bahkan belum pernah ku pakai dirumahku, lah ini dia malah mengajakku belanja lagi.


"Ini yang terakhir!" Andro memberikanku baju lagi kemudian membawaku menuju kasir untuk membayar pesanan ini.


Sesampainya di kasir, Aku segera membayar semua pesanan ini, agak terkejut karena untuk semua ini di bandrol dengan harga tiga puluh delapan juta, ah aku terlalu perhitungan untuk ini.


Kaya sih Kaya tapi gak boros juga.


"Setelah ini kita harus apa, Andro?" tanyaku menenteng paper bag berisi baju-baju yang kami beli tadi.


Andro tidak menjawab sampai kami masuk ke dalam mobil, sesampainya di dalam mobil, Andro langsung menatapku dalam kemudian menghela napas panjang.


"Selanjutnya adalah, kita harus make over, Daddy, sekarang ke salon!" jawab Andro yang membuatku mendelik.

__ADS_1


"Make Over? Gak perlulah, Daddy udah tampan apa adanya," jawabku yang membuat Andro melipat tangannya malas.


Aku yang paham itu, hanya mengusap kepala Andro dan menuruti keinginannya. "Iya, iya Daddy bakal nurutin kamu."


Aku mengendarai mobilku meninggalkan area butik itu menuju salon terdekat, salon pilihanku adalah salon khusus pria, jujur sebagai pria aku jarang melakukan treatman khusus yang membuatku merasa kaku untuk hal ini.



POV Nanas.


"Eh Mbak, Tuan Zachnya mana yah?" tanyaku pada resepsionis saat aku ke ruangan Zach dan tidak menemukan batang hidungnya disana.


"Mungkin belum datang Mbak, seharian ini, Tuan Zach tidak terlihat di kantor," jawab resepsionis itu yang membuatku menghela napas panjang.


Awas saja anak dan ayah itu merencanakan hal yang aneh-aneh apalagi ini menyangkut diriku, harusnya pekerjaanku beres hari ini, andai saja Zach ada disini.


Aku memilih duduk di sofa yang ada lobby kantor, karena tidak ada lagi yang harus dikerjakan sedang diriku malas kembali ke hotel.


"Halo Nyonya Syahnaz!"


Aku mengangkat kepala, itu adalah Zian, aku hanya menganggukkan kepalanya karena saat itu juga Zian langsung duduk disampingku.


"Aku sudah menemukan apartemen yang cocok dengan Anda, nyonya, kemungkinan nanti sore kita bisa mantau," jawab Zian yang membuatku menganggukkan kepala.

__ADS_1


"Thanks Zian, maaf sudah merepotkan mu."


"Jangan dipikirkan Nyonya, ini sudah tugas saya," jawab Zian yang membuatku teringat kepada Zach dan Andro.


"Ah, Zian, apa kau melihat Zach?" tanyaku yang membuat Zian melirikku sejenak.


"Bukannya tadi pagi, Tuan Zach dan Tuan Muda Andro sedang keluar bersama yah?"


Ah! Sudah kuduga, aku harus meminta Andro untuk tidak terlalu dekat Zach karena aku sendiri belum siap memberikan fakta kepada Zach bahwa Andro adalah anak kandungnya.


"Zian, sebenarnya aku tidak enak mengatakan ini, aku ingin bertanya tentang Zach, apakah kau tahu apa penyebab Ombrophobia yang menimpanya, menurutku ini kasus yang kecil tapi serius untuk seorang Presiden Direktur."


Zian terdiam mungkin dia agak enggan mengatakan ini.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen yah~


__ADS_2