Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 17. Never Enough 2.0


__ADS_3

POV Author





"Ah dasar Ayah, aku kan sudah bilang aku tidak mau dijodohkan, kenapa dia terlalu bersikeras," jawab Zach duduk di kursi yang ada di samping Zian.


"Kenapa Zach, kau dijodohkan lagi, dengan siapa, dengan Jia?" tanya Zian yang membuat Zach mengangguk.


Padahal Zach tidak menyukai Jia, Jia itu adalah seorang playgirl, suka gonta-ganti pasangan yang jelas membuat Zach, ilfeel dengannya.


Ting.


Zian menoleh ke arah ponselnya kemudian mengambilnya, ada sebuah pesan masuk dan itu dari Nemo, sosok yang tengah menjadi trending dalam pikiran mereka.


"Siapa?"


"Nemo," jawab Zian yang membuat Zach mendelik. "Dia sepertinya sudah membaca pergerakan kita, kita harus benar-benar siap siaga."


Zach hanya mendesah pelan kemudian tidur di ranjang. "Kau urus saja dia, aku ada urusan penting."


Zian menaikkan alisnya dan mendelik pelan. "Apa?"


"Memanen Nanas Mudaku," jawab Zach menggulingkan dirinya sendiri seolah tidak peduli dengan masalah yang ada.


"Kau membosankan dan menyebalkan, aku sudah berusaha tapi kau tidak peduli, sialan," jawab Zian kesal.


Zach tidak mendengarnya, dia melempar bantal ke arah Zian kemudian menyuruh Zian untuk pergi saja. "Sanalah, lakukan pekerjaanmu."

__ADS_1


Zian hanya mendengus pelan saat akhirnya dia melangkahkan kakinya pergi, satu pertanyaannya, siapakah Nemo ini, sosok ini benar-benar menjadi ancaman yang nyata.


POV Andro



"Darimana, Mom?"


"Ehm, To-Toilet."


Mommy berbohong, aku tahu wajah Mommy ketika ragu, berarti itu menandakan bahwa Mommy berbohong. "Mommy habis menemui Daddy kan?"


"Enggak," jawab Mommy yang membuatku membuka tab dan memperlihatkan sebuah foto saat Mommy masuk ke kamar Daddy. "Kamu dapat darimana?"


"Mommy lupa? Hotel ini kan milik Tuan Robin, jadi mengakses cctv-nya dengan alasan ingin kehilangan barang untuk pameran itu bukanlah hal yang sulit," jawabku yang membuat Mommy mendelik.


Mungkin Mommy sekarang ragu akan bakat terpendam putranya, tentunya hal ini aku lakukan untuk memantau Daddy.


"What?"


"Kenapa Mommy pergi saat hamil dulu, apakah Daddy melakukan kesalahan?" tanyaku yang membuat Mommy terdiam, agak sensitif memang. "Aku tidak bermaksud apapun, but what is the reason?"


"Apakah kau marah ketika Mommy menjawabnya?"


"No."


"Ini tidak seratus persen kesalahan Daddymu, ini salah Mommy juga, Mommy yang mabuk sehingga terjadi insiden itu, Mommy yang pergi karena Mommy tahu Daddymu terkenal sebagai orang yang alergi wanita dan tidak pernah berkencan dengan wanita manapun, jadi jelas Mommy dulu ragu untuk memberitahu Daddymu, maafkan Mommy, Andro."


Aku terdiam, sebuah alasan yang lumayan logis yang ingin ku dengar, terkadang dalam posisi seperti itu orang tidak akan bisa berpikir jernih.


"Kau marah?"

__ADS_1


"Tidak Mom, aku menghargai setiap apa yang Mommy lakukan, aku ada difase sayang banget sama Mommy sampai apapun yang Mommy lakukan aku gak bakal marah sedikit pun," jawabku memeluk Mommy.


"Apa rencanamu, Andro?"


"Tidak ada balas dendam lagi mungkin? Keduanya sama-sama berat, aku hanya ingin membuat Daddy tahu bahwa dia punya anak tanpa kita beritahu, dan satu lagi."


"Apa?"


Aku menggulir layar tabku dan menemukan sebuah artikel tentang istri muda dari ayah, Daddy Zach.


"Nyonya Lisa Chackwook, terkenal sebagai wanita matreliastis, pernah menikah dengan pengusaha sebelum ayahnya Daddy, aku tahu dia adalah ancaman yang besar bagi Daddy."


"Karena?"


"Karena Daddy adalah target paling empuk untuk dihancurkan, bayangkan saya, Daddy adalah orang yang tidak terlalu independen dan rasional dalam berpikir sedang Ayahnya Daddy adalah seorang yang gampang dihasut, tentu, tak lama lagi harta keluarga Antoni, akan jatuh ke Nyonya Lisa, dan itu akan berdampak buruk ke perusahaan design kita," jelasku yang membuat Mommy terdiam.


"M-Maksudnya."


"Investor terbesar perusahaan kita adalah Antoni Corp dan Mommy serta Daddy masih belum sadar bahwa sebenarnya kita sudah bekerjasama beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum bertemu."


Aku bangkit dari dudukku, sepertinya Mommy benar-benar kaget mendengar itu, Mommy sorry targetku masih ada yang lain.


Misi menyatukan Mommy dan Daddy.





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2