
POV Zach
•
•
•
Sialan.
"Perkenalkan Tuan, saya Syahnaz Amanda Argantara, senang bisa mengenalmu,"
Dia kan Nanas, apa dia tidak mengingatku, sudah sembilan tahun lamanya, tanganku bergetar menjabat tangannya dan tampaknya dia tidak mengenalku.
"Dan ini dia Designer muda yang aku ceritakan itu, Andro," jawab Tuan Robin yang ada di sampingku.
Aku mengangguk, dan tersenyum kemudian mengelus rambut anak tersebut. "Ibumu pasti orang berbakat."
"Jelas, dia kan anak Nyonya Syahnaz," timpal Tuan Robin yang membuatku mendelik.
Anak?
"Mereka adalah pasangan anak dan ibu yang benar-benar inspiratif," jawab Tuan Robin. "Mari, Tuan Zach kita berkenalan dengan yang lain."
Aku terdiam, Nanas sudah menikah, dan dia sudah memiliki anak, bagaimana bisa, rasa penasaranku meningkat drastis.
"Tuan?"
__ADS_1
"Ah, iya, mari-mari," jawabku yang lebur dalam lamunanku, aku kemudian berjalan mengikuti Tuan Robin, sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku katakan dan tanyakan kepada Nanas.
Atau jangan-jangan dia tidak mengingatku, atau bagaimana, aku berjalan berkenalan dengan yang lainnya, tidak terlalu bersemangat.
Tak jauh dariku ada Asisten Zian yang berdiri, aku segera berjalan menghampirinya.
"Zian, aku minta kau melakukan sesuatu," ujarku yang membuat Asisten Zian menatapku.
"Apa, kau tidak bisa membuatku satu hari tanpa pekerjaan saja?" jawab Zian yang membuatku menatapnya malas.
"Kau tahu wanita yang aku kencani sembilan tahun lalu?" Asisten Zian mengangguk. "Dia ada disini dan sudah memiliki seorang anak."
"Lalu?"
"Tidakkah kau merasa aneh, Zian? Anak itu anak siapa?"
Jawaban dari Zian belum cukup membuatku puas, aku harus bertanya sendiri kepada Nanas perihal ini, karena kalau tidak ditanyakan sekarang, kapan lagi aku akan mendapatkan jawaban.
"Baiklah, kepada Tuan Zach sebagai vendor utama kami, kami persilahkan naik ke atas stage untuk membacakan pemenang kategori Young Designer Of Year, Australian Designer Award 2022."
Aku akan melakukannya nanti karena pembawa acara malam ini sudah memintaku naik dan membacakan pemenang dari nominasi pertama.
Aku tersenyum kemudian naik ke atas stage, disana aku diberikan amplop untuk para pemenang, sebelum membacakannya, aku menyampaikan sesuatu terlebih dahulu.
"Young Designer Of Years, adalah sebuah kategori penghargaan kepada para designer muda yang ada di Aussie tentunya dengan penghargaan ini, kami sangat mengharapkan lebih banyak designer muda yang berbakat di luaran sana, dan pemenang penghargaan ini adalah-"
"Andrianto Andromeda!"
__ADS_1
Aku tidak tahu nama siapa ini, yang jelas tepuk tangan itu bergemuruh disini, tak lama kemudian seorang anak naik ke atas stage, dia adalah anak dari Nanas.
Jadi namanya adalah Andromeda? Tampan seperti namanya. "Congratulation, Boy."
"Thanks u, Dad."
"Kau bilang apa tadi?"
"Thanks u, Uncle," jawabnya padahal aku yakin sekali bukan itu yang dia katakan kepadaku tadi.
Andro kini sudah berada didepan stage memegang pialanya, dia menghela napas kemudian berkata.
"Thanks to my Mom, and My Lost Daddy, terutama untuk Daddy, dimanapun Daddy berada aku harap Daddy akan bangga terhadapku, anak yang tidak pernah Daddy ketahui, aku berharap sama kita bertemu dalam kondisi yang benar-benar baik, aku rindu Dad, tapi rasanya kerinduanku sudah berubah semua, My Mom, Thanks! Sudah menjadi ibu yang kuat, aku bangga bisa menjadi anak dari Ibu sekaligus ayah yang paling hebat dalam dunia ini, Thanks guys! And i love you!"
Tunggu, berarti Nanas seorang janda sekarang? Aku tidak sadar sampai akhirnya Andro turun dari stage yang membuatku menatapnya dalam.
Aku benar-benar harus mencari tahu tentang anak ini.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
__ADS_1
Jangan lupa like dan Komen