
POV Zach.
•
•
•
Aku tidak akan pernah bisa membiarkan hari ini menjadi pertemuan terakhir, setelah sembilan tahun aku rasa, rasa ini sudah benar-benar lengkap.
Aku menjalankan Aston Martinku di jalanan kota Melbourne, sepi, tapi ada beberapa wanita malam di pinggir jalan, mencoba mampir disalah satunya.
Seorang wanita muda datang menghampiriku, dia gugup, dia pasti baru, kalaupun dia bukan wanita malam baru pasti dia tidak akan segugup ini.
"Kamu butuh uang untuk apa?" tanyaku pada saat wanita itu berada di depan jendela mobilku.
"Maksudnya, Tuan?"
"Kau masih muda, Nak, aku rasa jika aku menikah muda anakku akan seusia denganmu, berapa usiamu?"
"Lima belas tahun, Tuan."
Sangat miris, di usia seperti ini dia sudah terjun bebas dalam dunia malam, aku merasa kasian pada generasi wanita seperti ini, padahal kehormatan tidak semudah itu digadaikan.
Untuk lima belas tahun, dia masih sangat muda, sedang aku sekarang sudah menginjak usia tiga puluh sembilan.
"Ibuku harus operasi, Tuan," jawabnya.
__ADS_1
"Siapa namamu?"
"Claudia," jawabnya gugup.
"Besok kau datang ke hotel ini, temui orang bernama Zian, dia akan memberikanmu uang yang kau mau, katakan kau disuruh oleh Zach, kau masih perawan kan?"
Aku memberikan sebuah kartu alamat hotel tempatku menginap selama disini, Dia mengangguk.
"Jaga kehormatanmu Nak, aku pernah merenggut kehormatan seorang wanita dan aku menyesali hal itu, wanita adalah titik tertinggi dari sebuah peradaban, jangan merendahkan harga dirimu sendiri, kamu akan sangat sempurna di mata orang yang tepat," jelasku, ini kalimat bijakku kurasa tahun ini.
Aku membuka dompet, dan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan dollar,
"Ambil ini, pulang dan jangan lakukan ini lagi, besok kau harus datang, ada saatnya kau melepas kehormatanmu ditangan pria yang benar-benar bertanggung jawab untukmu, jangan lupa datang."
Claudia mengangguk, aku kembali menjalankan Aston Martinku, melihat wanita yang menjajahkan kehormatannya membuatku sedikit trauma terlepas dari aku adalah sosok yang pernah menghancurkan hidup Nanas.
"Ada apa Zach?"
"Zi, besok siapkan uang sebesar ***** dollar dan surat kontrak kerja sama, aku akan mengajak Nanas dan Andro kerjasama besok, dan kali ini harus berhasil."
Setelah menelepon aku mematikan ponselku kemudian kembali melanjutkan perjalanan kembali ke tempat acara.
•
POV Nanas.
Sejak kejadian kemarin, aku tidak bisa tenang, sekarang Zach sudah benar-benar mengetahui keberadaanku.
__ADS_1
Aku kini berada di sebuah hotel untuk pameran designer di aula hotel ini, sedang Andro yang masih di skors juga ada bersamaku.
Disaat aku berjalan bersama Andro, aku tidak sengaja menabrak seorang wanita muda yang membuatnya terjatuh.
"Kau tidak apa-apa, Kau tampak bingung sedang mencari siapa?" tanyaku, mungkin aku bisa membantunya.
"Aku sedang mencari Tuan Zach, Nyonya, apakah anda tahu, aku disuruh menemuinya di hotel ini."
Mungkinkah dia wanita malam, dasar pria mesum, dimanapun dia, dia butuh wanita untuk dia mainkan, dan dia berkata aku satu-satunya jelas dia pembohong besar.
"Namamu siapa? Ada keperluan apa?"
Kenapa aku jadi kepo begini, seharusnya ini bukan urusanku. "Namaku Claudia, kemarin sewaktu aku pertama kali menjadi wanita malam, Tuan Zach ada calon klienku, tapi Tuan malah melarang ku menjadi wanita malam dan ingin memberikan aku uang untuk perawatan dan operasi ibuku, Tuan Zach sangat baik Nyonya, dia memperlakukanku seperti anaknya."
Tunggu.
Jadi tadi aku salah sangka.
Apa Zach sebaik itu? Rasanya tidak mungkin.
•
•
•
TBC
__ADS_1
Sejelek-jeleknya Zach, ternyata dia punya sisi lain.