Finding Lost Daddy

Finding Lost Daddy
BAB 16. Confidence intervals


__ADS_3

POV Zach





Celah! Celah! Aku akan berusaha mencari Celah agar bisa menemuimu Baby, ah aku sampai lupa menanyakan hal yang lebih serius tentang siapa ayah dari Andro.


"Kau ada didalam? Zach! Buka!"


Itu suara Asisten Zian, aku harap ada kabar baik darinya, aku duduk di sofa yang ada didalam kamar kemudian berteriak pelan. "Masuk saja Zi! Itu tidak terkunci dasar kau konyol!"


Tak lama kemudian tampak Asisten Zian membuka pintu. "Tidak usah ngegas! Aku kira kan terkunci." jawab Zian kemudian melangkahkan kakinya ke arahku. "Aku ada kabar baik," lanjutnya.


"Apa?"


"Andro setuju dengan kontrak yang kita tawarkan, sedangkan sekarang PRnya hanya perlu Nanas, jika Nanas tidak mau yah Andro tidak akan bisa," jelas Zian yang membuatku mengusap kepalaku pelan. "Bagaimana menurutmu."


"Biar aku yang berbicara kepada Nanas malam ini, lagipula besok kita sudah harus kembali ke jakarta," jawabku mengecek proposal kontrak yang aku tawarkan. "Oh, iya Zi, bagaimana dengan Claudia kau sudah memberikan uangnya?"


"Sudah," jawab Zian. "Dia anak yang berprestasi di sekolahnya, kenapa tidak kita berikan dia pekerjaan?"


"Di Indonesia?"


"Of Course!"

__ADS_1


"Kau menyukai, Claudia kan?" tanyaku memastikan tidak biasanya Zian begini. "Dasar Pedofil! Umurmu sudah tiga puluh empat dan Claudia masih lima belas."


Asisten Zian hanya melirikku malas kemudian melipat kedua tangannya. "Kau mengada-ada, aku ada satu kabar lagi untukmu."


"Sudahlah nanti sa-"


"Tentang Andro!" potong Zian yang membuatku sontak antusias, tentang Andro.


Aku selalu penasaran dengan anak ini, aku suka caranya, sikapnya dan kepribadiannya membuatku terpukau.


"Aku sudah mencari tahu tentang ayah anak ini, tapi tidak ada satupun info yang bisa menjelaskan siapa ayahya, Nanas adalah orang tertutup dengan infotainment, jika ingin curiga, Andro adalah anakmu."


Hah!? Mana mungkin, Zian kembali mengada-ada tentang hal ini, aku belum menjawab pernyataan Zian karena ponselku tiba-tiba saja berdering.


Itu adalah panggilan telepon dari adikku.


[Halo, Ren? Ada apa]


Hah!? Aku mengecek kembali layar ponselku dan nama yang masih ada disana adalah nama Rendra, adikku.


[Ayah?]


[Iya, ini Ayah, kenapa kamu tidak pernah mengangkat telepon dari Ayah, Zach]


Sudahlah, Ayahku ini cukup diktator di usia yang sudah tua, semua anaknya harus mengikuti keinginannya dan aku adalah tipikal pembantah tidak seperti adik-adikku yang lain.


[Ada apa, Yah?]

__ADS_1


[Kapan kau akan pulang, ke Indonesia?]


[Ayahmu merindukanmu!] Eh ini bukan suara ayah, ini suara Tante Lisa, istri kedua ayah.


Yah aku memiliki seorang ibu Tiri bernama Lisa, aku tidak terlalu suka dengannya, dia munafik, dia selalu mencari kesalahanku dan menginginkan Rendra, anak kandungnya yang menjadi pewaris harta ayahku.


[Aku akan kembali ke Indonesia, besok, Ayah]


[Baguslah, besok Ayah akan mengenalkanmu dengan Jia, dia akan menikah denganmu]


Hah! Sudah kuduga ini adalah soal perjodohan lagi, jujur aku sangat malas dengan semua masalah ini.


[Aku tidak ingin menikah Ayah, aku bisa mencari jodohku sendiri]


[Ingat Zach! Usiamu sudah tiga puluh tujuh tahun, jika tahun ini kau tidak mengenalkan seorang pendamping, jangan salahkan ayah jika posisimu digantikan oleh Rendra]


Tebak! Siapa yang akan diuntungkan, yah ibu tiri sialan itu, dia selalu saja ingin mencari keuntungan di setiap kekuranganku.


[Aku akan mengajarimu nanti]


Tut!




__ADS_1


TBC


Assalamualaikum


__ADS_2