
POV Nanas
•
•
•
"Kau serius, kau tidak melakukan apapun dan dibayar oleh Zach?" tanyaku karena merasa bingung tidak mungkin kan Zach sebaik itu kepada orang asing.
Wanita yang mengaku bernama Claudia itu menganggukkan kepalanya. "Faktanya memang Tuan Zach, sebaik itu nyonya, aku bahkan tidak mengerti kenapa ada orang sebaik, Tuan Zach."
Aku terdiam sejenak, rasanya sulit menerima hal yang tidak mungkin terjadi, sejenak aku melamun dan larut sebelum akhirnya Claudia mengejutkanku.
"Apakah Nyonya, tahu?"
Ah, dia tadi bertanya, aku sendiri bahkan tidak tahu kalau Zach menginap di hotel ini, sial sekali aku bertemu dengan Zach lagi, apalagi aku disini hingga malam.
"Maaf, Claudia tapi aku tidak tahu, kau bisa tanya pada resepsionis hotel ini," jawabku memberi arahan. "Kalau begitu aku duluan yah, semoga ibumu cepat sembuh, Clau."
"Terimakasih, Nyonya."
Aku berjalan meninggalkan Claudia menuju aula utama hotel untuk duduk di sofa, pameran busana masih tahap penataan karena memang pamerannya itu malam ini.
"Hai Mom, What are you doing?"
Itu Andro, dia datang dan mengecup pipiku sebelum duduk di sampingku, aku menatapnya sekilas dan ingin bertanya sesuatu kepadanya.
"Kenapa kamu Nerima tawaran antaran pulang Tuan Zach kemarin, dia Daddymu bukannya kamu membencinya?"
Andro mengeluarkan tabnya, dia tanpa mendesign busana baru di tab tersebut, sedang matanya melirik kepadaku.
"Mommy butuh jawaban?" tanyanya tidak peduli, yang membuatku mengangguk.
__ADS_1
Sikap dinginnya ini benar-benar membuatku seolah bukan berbicara pada anakku sendiri.
"Aku berusaha suka untuk masuk ke dalam hidupnya Mommy, menghancurkan seseorang itu harus lewat dalam, kalau lewat luar rasanya sia-sia," jawab Andro sembari fokus ke tabnya.
Sungguh anak ini benar-benar sangat dingin kepadaku, lebih baik aku pergi saja dari sini, aku kemudian bangkit dan memilih pergi ke Toilet, meninggalkan Andro yang fokus pada tabnya.
"Hei, Baby," Suara itu lagi.
Kini aku sudah ditarik masuk ke dalam salah satu kamar di hotel ini saat melewati koridor hotel menuju toilet.
"Kau mencariku sampai kesini?" tanya Zach yang membuatku memutar bola mata malas.
Aku tidak tahu kenapa Tuhan selalu punya cela untuk mempertemukan diriku dengan orang gila ini.
"Minggir Zach, aku ingin pergi," jawabku berjalan menuju pintu namun Zach malah menarikku ke ranjang sehingga kami terjatuh disana.
"Kau gila, Zach!" teriakku kesal kemudian bangkit sementara itu Zach tertidur di ranjang.
Aku berjalan ke arah pintu kali ini di halangi oleh Zach, tapi ternyata dugaan ku salah, pintu ini adalah smart door dan Zach sudah menguncinya tanpa sepengetahuan diriku.
Aku membalikkan badan dan mendorong Zach, saat aku mendorongnya aku tidak sengaja menyentuh dadanya yang membuat dia mengerang kesakitan.
"Kau tidak apa-apa?" tanyaku sedikit khawatir yang benar saja aku tidak ingin menjadi tersangka jika Zach kenapa-napa disini.
"No, Baby," jawab Zach membuka dua kancing kemeja atasnya dan mengecek dadanya. "Sejak kapan luka ini?"
Aku memberanikan diri atas dasar khawatir mengecek langsung dada Zach, dan benar saja dada Zach terlibat membiru dibagian kanan seperti habis terbentur.
"How could that be? Luka itu lumayan parah Zach," jawabku menarik Zach duduk di kursi yang tidak jauh dari sana.
"Funfact, setelah mengantarmu kemarin aku mengantuk dan menabrak pembatas jalan," jawab Zach santai.
Pria Gila, itu jelas bukan kecelakaan yang kecil, aku kemudian meminta kartu smart door kepada Zach.
__ADS_1
"Aku ingin mengambil obatan di resepsionis, disini kan tidak ada," jawabku memberi alasan.
"Janji tidak akan kabur?"
"IYA!"
Zach kemudian mengeluarkan kartu smart doornya, aku sendiri langsung keluar dari kamar itu dan berjalan mencari obatan untuk Zach.
•
POV Andro.
Pertanyaan Mommy tuh terkadang aneh, lagipula ini kan misiku, memang tak seharusnya aku melibatkan Mommy dan wajar kalau Mommy bertanya hal seperti ini.
Aku kembali fokus menggambar, semua step pendekatan sudah di lakukan dan aku yakin sekali bahwa Daddy akan melakukan hal yang sesuai dengan yang ku inginkan.
"Hai, Andro, dimana Mommymu?"
Aku melirik orang itu dan hanya mendengus dingin. "Gatau."
"Kau mengenalku kan?"
Jelas dia kan Om Zian, yang mencoba masuk melalui IPku kemarin, kurasa ancaman besarku bukan dari Daddy tapi asistennya ini.
"Kau tahu, Tuan Zach ingin mengontrakmu ke Indonesia selama enam bulan, apa kau tertarik?"
TEPAT! Ini yang ku inginkan, tidak perlu mengotori tanganku untuk masuk ke dalam inti mereka, enam bulan untuk menghancurkan Daddy itu adalah hal yang muda.
•
•
•
__ADS_1
TBC